Tulisan dan foto di blog ini boleh didownload digunakan dalam materi situs non-komersil dengan mencantumkan sumber asli materi. Mari hormati karya cipta mencantumkan sumber asli materi.

Kamis, 05 Juli 2012

Pantai Namosain, Kupang

senja di pantai namosain
Pagi dingin, perahu-perahu kecil berjajar ditinggal pemiliknya. Laut sedang di puncak surutnya karena tadi malam bulan sedang purnama. Di sepanjang pantai tampak karang-karang muncul di permukaan. Matahari muncul malu-malu di antara langit yang sedang berawan, dan aktifitas-aktifitas kecil pagi segera dimulai, deru satu-dua kendaraan mulai terdengar di jalanan.


perahu bersandar di pantai namosain
Beberapa orang muncul dari sebuah perahu agak besar yang menggunakan tiang layar menuju ke pinggir pantai dimana terdapat deretan tong-tong plastik berwarna biru yang biasa digunakan nelayan untuk menampung ikan atau air. Setahuku tong-tong air warna biru itu aslinya digunakan untuk menampung bahan kimia. Beberapa tong yang tampaknya penuh itu mulai digelindingkan satu demi satu menuju pantai, entah isinya apa. Pasir putih yang lembut bagai tepung membentuk jejak panjang dari tong-tong yang mengelinding menuju ke laut. Di samping perahu itu masih terdapat dua perahu dengan bentuk dan ukuran yang hampir sama, perahu-perahu layar yang biasa mengangkut barang-barang kebutuhan ke Sabu Raijua. 


memasak teripang di pantai namosainmemasak teripang di pantai namosain
Melangkah ke sisi kanan dermaga lama yang telah tinggal sisa-sisa aku melihat dua orang laki-laki jongkok di atas perahu yang tampak asapnya mengepul. Ternyata kepulan asap itu berasal dari kayu yang di bakar di atas perahu yang ditutup dengan tong bekas. Di bagian atasnya tampak sebuah panci besar dengan air yang mendidih. Tak berapa lama lelaki yang sedang menunggui panci itu mengangkat sebuat penjepit dan mengambil sebuah benda mirip ketimun  dengan berbagai bentuk. Benda yang dikenal dengan nama teripang atau timun laut ini rupanya yang sedang dimasak. Binatang yang sekarang menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi ini mulai menjadi andalan beberapa nelayan untuk mencari nafkah.
Teripang-teripang dapat mudah ditemukan karena dapat hidup di seluruh permukaan air, terutama daerah yang berair jernih, berpasir campur lumpur. Kawasan perairan NTT yang masih bersih dan belum rusak tentu merupakan kawasan yang kaya biota laut termasuk teripang ini.
senja di pantai namosainLebih pas mengunjungi Namosain ini saat sore hari, karena memang pantai ini menghadap di sisi Barat Laut. Jika beruntung mungkin bisa menemui matahari yang cahayanya menerobos keluar di antara awan-awan. Tentunya di waktu bulan-bulan yang masih banyak awan, karena di bulan-bulan Juni sampai Oktober memang langit Kupang lebih sering terang benderang tanpa awan.


Kawasan Namosain memang terasa ramai sekali saat sore, selain aktivitas para nelayan dan penjual ikan yang ada di beberapa titik juga di sepanjang pantai biasa ada aktivitas main bola oleh anak-anak sekitar sini. Karena di seberang jalan dari pantai ini memang masuk kawasan perumahan penduduk yang sangat ramai.
Kawasan ini dulu ada dermaga rakyat namun sekarang sudah hancur. Di sebelahnya sekarang ini baru dibangun baru dermaga rakyat yang masih belum selesai, mungkin tahun depan dermaga ini sudah bisa selesai. Jika sudah selesai mungkin dermaga ini bisa menjadi lokasi pancing selain lokasi Tenau yang selama ini paling sering dikunjungi pemancing.
Jika laut sedang di puncak surut maka bisa tampak beberapa terumbu karang yang menonjol keluar dari permukaan air. Kemungkinan dulu kawasan ini punya daerah terumbu karang yang bagus seperti halnya lokasi yang berada di dekat sini yang punya kawasan terumbu karang yang bagus. Namun karena menjadi lokasi nelayan, tentu saja terumbu-terumbu itu menjadi sulit berkembang. Apalagi seperti halnya lokasi-lokasi yang sudah menjadi tempat berlabuh perahu yang sering kali menimbulkan persoalan tentang sampah dan kebersihan yang sering kurang terjaga.
senja di pantai namosain
Ombak di Namosain bisa dibilang tidak besar karena berada di selat Kupang-Semau.Ombak sedikit besar pada musim-musim tertentu saja. Lokasi yang dekat dengan Kupang, pasirnya yang berwarna putih dan lembut, dan tentu saja sunset yang menawan merupakan alasan yang tak dapat ditolak untuk ke pantai Namosain. Bukan lokasi pilihan, tapi tak ada salahnya jika sedang di Kupang mengunjungi pantai ini.
Di sisi belokan dekat jembatan terdapat pembatas jalan yang merupakan lokasi strategis beberapa orang untuk menikmati sunset, terutama jika tidak ingin berbasah-basah di laut. Bukan lokasi yang tenang tentunya karena lalu lalang kendaraan yang melewati jalur ini bisa dibilang ramai sekali. Bukan hanya ramai, truk-truk kontainer biasa juga melewati daerah ini.
Kalau terganggu malam, boleh mencoba duduk di dermaga saat malam menjelang. Berjalan terus ke ujung dermaga yang masih belum selesai. Di ujung terdapat beton-beton penahan ombak. Melewatkan senja hari sampai malam menjelang menjadi hal menyenangkan. Apalagi jika ditemani segelas kopi panas. 

13 komentar:

  1. Wow photo nya bagus sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Zilla udah mampir, makasih buat apresiasinya....

      Hapus
  2. waow...juara sekali mas Baktiar...sy bener2 penasaran lho sama smpyn...domisili dmn sih mas??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suwun mas Hengky.. saya sekarang tinggal di Kupang NTT mas, tugas negara hehehehe

      Hapus
  3. Saya hampir setiap hari melewati Namosein jika berada di Kupang, baru minggu lalu benar2 menikmati senja di sini. Senja di Namosain memang indah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya bisa menikmati sepenuhnya ya...... congrats :D

      Hapus
  4. Balasan
    1. Makasih banyak mas Adis buat apresiasi fotonya....

      Hapus
  5. Waah, mau banget ke Kupang tapi temen ga ada yang mau nemenin. Oia Mas Baktiar, kalau saya mau ke Kupang boleh minta tolong guide-in? :) Bisa minta nomor kontaknya Mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di Kupang pas saya ada semoga bisa saya guide-in... tapi kalau gak ketemu ya maaf soalnya lebih sering keluar kota hehehe... kontak nanti saya kirimkan via inbox ya

      Hapus
  6. Kalo liat foto2 nh jdi pengen banget balik ke kampung kelahiran.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu menengok kampung kelahiran untuk menebus rindu.... :D

      Hapus

Silahkan tinggalkan komentar anda disini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tulisan Lainnya