Tulisan dan foto di blog ini boleh didownload digunakan dalam materi situs non-komersil dengan mencantumkan sumber asli materi. Mari hormati karya cipta mencantumkan sumber asli materi.

Kamis, 23 Oktober 2008

Air Terjun Oehala (Oehala Waterfall)



Terletak tidak jauh dari kota SoE, air terjun yang berada di desa Oehala ini menawarkan suasana yang rindang dan sejuk, cukup menyenangkan untuk melepas penat dan menikmati kesegaran alam yang masih asri. Dinginnya air yang mengalir di air terjun dan view yang sungguh indah dari air terjun ini jadi tampak kontras dari udara pulau Timor yang terkenal panas, terutama pada bulan Oktober seperti ini.


Desa Oehala, desa di mana air terjun berada berada sekitar 13 km dari kota SoE (10 km dari dari jalan utama plus 3 km masuk ke dalam). Sebagai salah satu andalan wisata Kabupaten Timor Tengah Selatan, air terjun Oehala termasuk belum memperoleh perhatian yang memadai dari pemerintah setempat. Jalan menuju ke sana termasuk agak sulit dilewati kendaraan pribadi, beberapa ruas jalan yang ruas ditambah jalan masuk ke dalam yang aspalnya sudah banyak berlubang menambah lama perjalanan.

Tapi tenang saja begitu kaki kita sampai di sana, mata kita akan disambut panorama air terjun yang cukup menawan baik untuk sekedar mandi, untuk dipandangi dan jangan lupa juga untuk diabadikan. Untuk itu jangan lupa membawa kamera jika anda ke air terjun Oehala.
Begitu sampai di tempat wisata, aku disambut dengan tangga dari semen menurun sekitar 40 anak tangga dengan jarak yang pendek-pendek. Begitu anak tangga itu habis maka sebuah aliran air yang jernih mengalir di batu yang berwana putih dengan aksen hijau (bukan lumut) menyapa....

Dari sini aku bisa melihat tangga yang terus menurun, juga beberapa tingkat air terjun langsung menyergap mata. Setidaknya terdapat 7 tingkat besar air terjun, itu tidak termasuk beberapa anakan kecil.
Undakan-undakan air terjun ini memberikan keunikan tersendiri seolah-olah meminta kita memilih tingkat yang paling menggoda kita untuk berendam.
Beberapa lopo juga telah dibangun untuk sarana kita beristirahat, meskipun pada saat itu yang aku lihat lopo-lopo sudah tidak beratap lagi. Teruslah turun ke bawah karena beberapa tingkat air terjun masih menunggu mata kita melahapnya.
Begitu kaki dicelupkan ke air, segarnya air seolah mengisi energi kita, sunguh segar. Rasanya tidak lengkap kalau kita tidak merendam badan kita. Aliran air di air terjun Oehala cukup deras, mungkin beberapa kita bisa menggunakan untuk terapi pijat air (hayo siapa yang mau mulai...)

Bagi yang menyukai foto, sebaiknya menunggu diatas jam 16.00. Saat itu waktu terbaik untuk mendapatkan panorama tanpa terganggu teriknya matahari yang menerobos dedaunan yang cukup rindang. Siapkan tripod atau bolehlah handheld jika tangan kita kuat, karena rindangnya dedaunan pasti akan membuat kamera kita agak lambat shutterspeednya.


Nah, waktu kembali ini yang jadi masalah. Tangga yang curam seolah-olah menyedot habis semua energi kita sehingga begitu sampai di atas kita merasa capek. Untuk itulah kita butuh bekal makanan waktu di bawah, karena tak ada penjual makanan sama sekali di sini.
Air kalau lupa tidak masalah, minum saja dari air terjun ha.. ha.. ha..


OK, sampai di sini seri wisata Soe. Silakan ditunggu journey beriktunya. Thanks buat temen-temen yang udah pernah nemeni aku disini biar pun sudah sore: Nur Aziz, Angga Saputra dan Arif "Papat" Fauzi

14 komentar:

  1. Assalam..pa kabar Brur thanks dah posting kampung halamanku dan juga tempat2 wisata di NTT, setidak2nya rasa Rindu terhadap kampung halam terobati.Oya kenal nga ama Viktor Riwu Kaho di Jakarta? Dan bisa nga gambar2nya diperbanyak dan juga dapat diakses oleh siapa aja,karena aku dah coba berulang2 tuk mencari gambar secara kesuluruhan agak susah.Okey Bye. Jesus Bless You.

    BalasHapus
  2. Coba mencari penulis tambahan pak.. semoga bisa banyak yang aktif disini...

    BalasHapus
  3. oehala mmng bnr2 bgus .....
    hi hi rindu skali , pengen ksna lagi ....

    BalasHapus
  4. Tempatnya memang adem walaupun medannya agak berat, tapi malah menyenangkan bagi yang suka wisata alam....

    BalasHapus
  5. anda ini pakai kamera apa toh?

    BalasHapus
  6. Kamera biasa kok mbak: Canon Powershot S5 IS.... kalo untuk pengambilan foto bawah air baru pake Canon Powershot D10..
    Yah biar ada gambar yang berbicara mbak.... salam kenal

    BalasHapus
  7. oehala memang memiliki potensi wisata dan potensi alam yang sangat bagus..sayangnya potensi ini begitu terabaikan..liat saja bungalow2 yang tak terurus dan PLTMH yang sudah tak berfungsi selama 5 tahun...sayang..

    BalasHapus
  8. Itulah kenyataan yang terjadi bro... kita lakukan apa yang bisa kita lakukan. Semoga pemerintah punya kepedulian untuk memelihara bukan sekedar membuat....

    BalasHapus
  9. kawan......sungguh luar biasa alam NTT sesuatu yang tak pernah kita bayangkan keindahan dan keajaibannya....semoga ini bisa mendatangkan devisa bagi NTT khususnya daerah obyek tersebut.......terima kasih kawan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin kita kembangkan bagi wisatawan lokal dulu... kita kembangkan gemar berwisata lokal.. dan menjaga lokasi wisata tentunya

      Hapus
  10. NTT sebenarnya mempunyai potensi sumber daya alam yang luar biasa untuk dikembangkan menjadi potensi pariwisata yang sangat bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat setempat, namun mengapa sampai sekarang potensi tersebut tidak dimanfaatkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat? kami tunggu, kapan pemerintah daerah memberikan solusi agar masyarakat setempat bisa menikmati kekayaan alam yang ada....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dua-duanya sih, pemerintah kurang bergerak dan masyarakat juga cenderung menunggu..

      Hapus
  11. bagi tips buat kesana kalo dari surabaya, barangkali suatu saat bisa main ke soe. hehe makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perjalanan Kupang-Surabaya sekarang ada setiap hari kok dan setidaknya sudah ada 4 maskapai penerbangan yang melayani jalur Kupang-Surabaya.
      Dari Kupang juga banyak travel umum/khusus ke arah SoE, dan dari SoE ke Oehala juga cuma 11 km yang paling lama bisa ditempuh setengah jam....

      Hapus

Silahkan tinggalkan komentar anda disini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tulisan Lainnya