Tulisan dan foto di blog ini boleh didownload digunakan dalam materi situs non-komersil dengan mencantumkan sumber asli materi. Mari hormati karya cipta mencantumkan sumber asli materi.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Berbagi Langit dan Laut: Foto di Antara Ende - Mbay

 
Langit biru di atas laut Flores
Tak ada cerita khusus dan tak ada perjalanan khusus, ini hanyalah gambar-gambar yang tiba-tiba hadir di depan mataku di dalam perjalanan Ende-Mbay yang membelah tanah Flores dari Selatan ke Utara. Saat gambar itu muncul mau tak mau memaksa saya meminta sopir menghentikan lajunya bila sedang tak berkendara dengan kencang sebab ruas jalan berliuk-liuk ini bisa tak memberi ampun siapapun yang berkendara dengan sembrono.

Untungnya perjalanan Ende-Nagekeo lebih sering kulakukan bukan dengan kendaraan umum sehingga aku lebih leluasa mengatur jadwal dan tak perlu berpanik-panik dengan jam sopir yang entah santai atau tidak kadang memacu kendaraan dalam kecepatan yang berkejar-kejaran dengan detak jantung yang dipicu adrenalin.

Tak usah risau kecuali rumah keong telingamu bermasalah, sepertinya sopir-sopir travel dan angkutan antar kota ini sangat mahir kecuali kemalasannya menginjak rem. Bahkan walau mereka habis meminum 2 sampai 3 sloki Moke, minuman sangat keras dari sulingan air nira pohon lontar. Aku cuma tidak menyukai melihat muka mereka menjadi memerah kadang mata juga menjadi begitu, membuatku berfikir kalau mereka seperti tampak habis dari bangun tidur.

Tengokkan kepalamu keluar jendela karena sepanjang jalan tak ada yang bisa menduga apa yang kamu lihat, tapi biarkan telingamu mendengar musik-musik country atau reggae mengalun dari dalam kendaraan. Mungkin sedikit awal yang aneh jika mereka sering juga menyetel lagu-lagu khas Flores atau lagu-lagu pop Ambon, tapi ada beberapa lagu yang ternyata enak juga didengarkan untuk menemani perjalanan. Tahukah kamu, lagu apa yang kuingat judulnya sampai sekarang? Setidaknya ada dua lagu: Jamila Wa Jawa dan Iki Mea hehehe.................

Suasana laut senja di salah satu pantai Nangapenda
Ya, ada satu tempat yang menarik diantara perjalanan antara Ende-Mbay. Tempat itu dekat dari Ende dan memang masih masuk wilayah Ende. Aku taksir dari Ende dengan kendaraan motor atau mobil sekitar 15 menit. Di pinggir laut Mbray yang ombaknya lumayan besar terdapat batu-batu yang berbentuk kepingan-kepingan besar yang datar dengan view sebuah perkampungan nelayan dengan hiasan sebuah masjid berkubah ala Timur Tengah yang belum rampung. Seperti apa sesungguhnya view Mbray? Semoga perjalanan singgah berikutnya aku bisa sampai ke tempat ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda disini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tulisan Lainnya