<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497</id><updated>2012-02-15T16:34:04.933+08:00</updated><category term='larantuka'/><category term='2009'/><category term='air terjun'/><category term='papa wika'/><category term='Dream Land'/><category term='Kelimutu'/><category term='TTS'/><category term='Jimbaran'/><category term='Tabanan'/><category term='flores'/><category term='perbukitan'/><category term='senja'/><category term='Manikin'/><category term='jagung bakar'/><category term='oenesu'/><category term='wisata'/><category term='Binongko'/><category term='travel'/><category term='laut'/><category term='NTT'/><category term='Manggarai'/><category term='Tulandale'/><category term='kawaliwu'/><category term='Boawae'/><category term='2008'/><category term='underwater'/><category term='pasola'/><category term='Mbuu'/><category term='kumbang'/><category term='Rote Ndao'/><category term='Manggarai Barat'/><category term='Maumere'/><category term='bali'/><category term='Deri'/><category term='wisata alam'/><category term='pulau Bidadari'/><category term='pelabuhan ende'/><category term='Jakarta'/><category term='Dhawe'/><category term='TTU'/><category term='cerita'/><category term='Manggarai Timur'/><category term='dermaga'/><category term='marapu'/><category term='makro'/><category term='Kodi'/><category term='Tiang Bendera'/><category term='Mbray'/><category term='Namosain'/><category term='Nangaroro'/><category term='Bajawa'/><category term='malam'/><category term='Kambajawa'/><category term='belalang'/><category term='Nangasesa'/><category term='Sumba Tengah'/><category term='Hading'/><category term='Pantai Pipitolo'/><category term='Rendu'/><category term='Keong Emas'/><category term='2011'/><category term='Sikka'/><category term='Marapokot'/><category term='ilalang'/><category term='sawah'/><category term='Sungai'/><category term='Gunung Meja'/><category term='Jateng'/><category term='kuliner'/><category term='2012'/><category term='kupang'/><category term='nagekeo'/><category term='betawi'/><category term='wisata budaya'/><category term='sumba'/><category term='Flores Timur'/><category term='Tablolong'/><category term='tenau'/><category term='Ba&apos;a'/><category term='Komodo'/><category term='Nangapenda'/><category term='Pantai Air Cina'/><category term='tsunami'/><category term='Blora'/><category term='pantai'/><category term='Waewini'/><category term='ogi'/><category term='bunga'/><category term='Kesidari'/><category term='Ranamese'/><category term='Bena'/><category term='dongeng'/><category term='Rinca'/><category term='Riung'/><category term='terumbu karang'/><category term='Rote'/><category term='Sibanaha'/><category term='nusa tenggara timur'/><category term='Kolbano'/><category term='Sorongi&apos;is'/><category term='2010'/><category term='Labuan Bajo'/><category term='Tambolaka'/><category term='ritual'/><category term='danau'/><category term='Oehala'/><category term='Timor'/><category term='pantai mbuu'/><category term='Etu'/><category term='mbay'/><category term='rawa'/><category term='sabana'/><category term='Ngada'/><category term='megalitikum'/><category term='sumba barat daya'/><category term='Loh Buaya'/><category term='Tanah Lot'/><category term='Ende'/><category term='Uluwatu'/><category term='jajanan tradisional'/><category term='Aeramo'/><title type='text'>Indonesia Sungguh Indah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>62</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-7688716613339796874</id><published>2012-02-09T17:14:00.000+08:00</published><updated>2012-02-09T17:14:16.863+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ende'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2012'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='danau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelimutu'/><title type='text'>Akhirnya: Foto Kelimutu dari Atas</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-f7KZscWoCGw/TzOJGWYIVNI/AAAAAAAAA9E/zLUKYX_hDt0/s1600/_MG_4760.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="383" src="http://4.bp.blogspot.com/-f7KZscWoCGw/TzOJGWYIVNI/AAAAAAAAA9E/zLUKYX_hDt0/s640/_MG_4760.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya hari yang tepat datang, suara sang pilot dari ruang kokpit pesawat milik Wings Air memberitahukan bahwa sekarang sedang terbang di atas danau Kelimutu yang bisa dilihat dari sebelah kiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mata yang lagi sentengah mengantuk langsung byar terbuka terang. Cuma posisi duduk lagi di sebelah kanan bukan posisi yang tepat untuk mengambil gambar. Padahal cuaca sedang bagus-bagusnya, danau kelimutu yang sedang berwarna hijau dan biru tosca mengintip dari jendela kiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Waktu menengok ke deretan kursi belakang ternyata posisi sebelah kiri sedang kosong, langsung dengan secepat kilat aku langsung berlari ke kursi kedua dari belakang. Pesawat yang terbang memutar dua kali memberikan kesempatan aku dan beberapa penumpang mengabadikan danau. Pagi tadi sebenarnya langit tidak sedang benar-benarcerah, awan tipis kelabu masih menyelimuti langit yang seharusnya biru tapi matahari masih bisa bersinar dari dari balik awan tipis itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9Q_nFrv5iUM/TzONk5Of2ZI/AAAAAAAAA9Q/LzK8C0rSyk8/s1600/_MG_4753.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="268" src="http://1.bp.blogspot.com/-9Q_nFrv5iUM/TzONk5Of2ZI/AAAAAAAAA9Q/LzK8C0rSyk8/s400/_MG_4753.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah beberapa kali aku kembali ke tempat dudukku, karena aku merasakan perasaan tidak enak di lambung. Maklum penerbangan pagi memang sering bikin insiden seperti ini, ditambah harus merasakan pesawat melakukan manuver putaran seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tiba-tiba setelah sesaat pesawat menjauh pesawat berbalik dan kembali memutari danau kelimutu namun kali gantian dari sisi kanan pesawat tetap di posisi tempat dudukku sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kali ini posisi terbangnya lebih rendah dari posisi terbang putar sebelumnya. Kali ini kameraku bisa menjangkau lebih terang danau Kelimutu. Namun aku hanya bisa memotret beberapa kali karena lambung makin terasa tidak enak ditambah kepala yang tiba-tiba terasa menegang. Hah, aku hampir mendekati mabuk. Terpaksa aku memejamkan mata membiarkan pilot menyelesaikan putaran terakhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku bahkan tidak berani mengintip beberapa lama untuk memastikan telah sampai di daerah mana selama beberapa menit. Hanya aku sempat mengintip sebentar melihat pesawat sedang melintasi daratan flores dari sebelah utara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah kepala dan lambungku mau sedikit berkompromi barulah aku bisa melihat hasil fotoku, ternyata semua foto yang kuambil dari jendela sebelah kiri tidak ada yang tajam. Aku rupanya lupa membersihkan jendela yang mungkin kotor oleh tangan penumpang sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Untungnya aku masih mendapatkan gambar-gambar yang cukup bagus yang aku ambil dari sisi kanan karena jendela sudah aku bersihkan semenjak berangkat dari Kupang. sayangnya di foto sebelah sini, tempat dudukku persih di deret yang dekat dengan bagian belakang pesawat sehingga semua foto-fotoku pasti meninggalkan jejak sayap pesawat. Wah harus di crop lagi deh :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebenarnya ini kali ketiga aku dapet kesempatan melihat danau Kelimutu dari atas, cuma kesempatan sebelumnya aku cuma melihat tidak mengambil gambar. Yang aku ingat, waktu kedua kali, waktu itu sudah sore dan suasana sudah agak gelap dan ada seorang perempuan muda Jepang yang ada di pesawat yang saat itu berada di sisi yang tidak bisa melihat danau. Karena mungkin ini kesempatan langka baginya, maka aku memberikan kursiku sementara supaya dia bisa mengabadikan danau Kelimutu. Biar foto itu menjadi kenangan mengesankan tentang alam Flores. Aku masih ingat habis itu beberapa kali dia menngangguk sambil ngomong apa aku gak paham dengan senyum lebar, matanya yang sipit jadi tambah sipit hahahaha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-7688716613339796874?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/7688716613339796874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2012/02/akhirnya-foto-kelimutu-dari-atas.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/7688716613339796874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/7688716613339796874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2012/02/akhirnya-foto-kelimutu-dari-atas.html' title='Akhirnya: Foto Kelimutu dari Atas'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-f7KZscWoCGw/TzOJGWYIVNI/AAAAAAAAA9E/zLUKYX_hDt0/s72-c/_MG_4760.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-1269506482838311930</id><published>2012-02-02T19:18:00.000+08:00</published><updated>2012-02-09T17:15:04.908+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ende'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nangapenda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2012'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perbukitan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nangaroro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbay'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nusa tenggara timur'/><title type='text'>Ende-Nagekeo Part III</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-iBS4Os4maqs/TyprCpcVToI/AAAAAAAAA8w/KEUbVxf6B1o/s1600/_MG_4728.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://3.bp.blogspot.com/-iBS4Os4maqs/TyprCpcVToI/AAAAAAAAA8w/KEUbVxf6B1o/s640/_MG_4728.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Segelas Kopi di Tengah Rintik Gerimis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Tidak sedang terburu-buru kan? Kita mampir minum kopi ya", ucapan yang tak usah diulang dua kali kukira. Siapa akan menolak ajakan ini. Gerimis lebih sering menemani sepanjang jalan namun di pertengahan tanjakan melewati Nangaroro tiba-tiba titik air mulai bertambah banyak. Untung kami lebih dulu sampai di kedai sebelum hujan datang lebih lebat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kopi panas segera memenuhi meja yang kami duduki. Aku yang biasanya tidak minum kopi melupakan kebiasaan itu. Segelas kopi di tengah rintik gerimis seperti ini terlalu sayang dilewatkan. Posisi kedai ini cukup menyenangkan, sayang sekarang tidak ada jagung rebus padahal aku berharap sekali itu menjadi teman minum kopi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dnuT2D44DXg/Typqujrvc4I/AAAAAAAAA8Q/kD08y8DZZII/s1600/_MG_4655.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-dnuT2D44DXg/Typqujrvc4I/AAAAAAAAA8Q/kD08y8DZZII/s320/_MG_4655.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kopi yang disajikan agak terlalu manis, tapi tak mengapa. Aku tiba-tiba teringat suguhan kopi di rumah pak Ndus waktu mampir rumahnya setelah foto-foto. Kopinya yang nikmat membuat aku lupa telah duduk di kursinya lebih dari tiga jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Masing-masing larut dengan cerita masing-masing, tapi diseberang sana seorang laki-laki nenghisap sebatang rokok dengan asyiknya. Peminum kopi yang tahu cara menikmati kopi, tangannya sendiri lincah berpindah-pindah dari sebuah handphone dan ipad. Sepanjang jalan aku memang sempat memperhatikan matanya yang gelisah mencari sinyal karena di sepanjang jalan sering terjadi blank spot. Sekarang dia baru menikmati kegembiraannya, lelaki yang tak bisa sejenak melepaskan informasi. Aku tidak sedang menilainya tapi sedang mengamati caranya menikmati kopi dan hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku tak perlu menilainya lebih jauh karena kopi terlalu sayang dibiarkan. Beberapa pohon Cendana yang berbuah telah matang buah-buahnya berwarna hitam kecil memenuhi seluruh ujung ranting. Kupikir aku bisa mencoba menanamnya saat kakiku sigap menuruni turunan di bawah bangunan kedai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Segelas kopi hari ini kehilangan teman setianya: jagung rebus dan ubi goreng.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Nangateke Masih Sama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hujan hampir saban hari mengguyur kota Mbay, menyisakan pantulan-pantulan kala malam. Hari pertama, hari kedua dan hari ketiga masih sama semua punya alasan yang sama untuk tidak keluar atau dengan kata lain tak ada alasan untuk keluar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TDIrj-RQmoU/Typq7VvEz7I/AAAAAAAAA8g/SxH85Z3hSog/s1600/_MG_4711.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="248" src="http://1.bp.blogspot.com/-TDIrj-RQmoU/Typq7VvEz7I/AAAAAAAAA8g/SxH85Z3hSog/s400/_MG_4711.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Rumput-rumput di perbukitan Mbay memang sudah hijau tapi belum cukup rata hijau seperti biasanya. Tapi tampaknya bukit-bukit itu akan segera berubah. Pagar-pagar kayu yang biasanya tidak sekarang mulai ditanam mengelilingi bukit-bukit itu. Ah, seandainya bukit-bukit itu tidak ada yang punya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mungkin masih ada bukit yang lama baru akan dipikirkan pemiliknya untuk menambahkan pagar. Dan sekarang arah tujuanku dan Eddy melesatkan motor, Nangateke.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ini hari ke empat untukku, mendung masih tampak setia memenuhi langit. Tapi kata para maestro foto, siapa yang bisa menebak senja bahkan pada 10 detik berikutnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Motor melewati kawasan hutan bakau yang makin terbuka, sepertinya bakal diubah menjadi tambak. Tampak menyedihkan seolah tak ada tempat lain yang bisa mengantikan. Motor terus melaju melewatkan jembatan batu di pantai Nangateke. Jembatan batu memang bisa sangat menarik apalagi untuk memotret orang tapi bukan itu tujuanku sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-uXIdQOAeeZw/Typq11s3I9I/AAAAAAAAA8Y/OKS3_SUAuzc/s1600/_MG_4708.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="245" src="http://1.bp.blogspot.com/-uXIdQOAeeZw/Typq11s3I9I/AAAAAAAAA8Y/OKS3_SUAuzc/s400/_MG_4708.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di arah ujung tanjakan yang menikung aku dan Eddy memarkirkan motor. Langit belum berubah masih setia kelabu dengan sedikit aksen alur awan akibat angin namun binatang-binatang kecil yang hinggap di semak-semak memancing mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Benar perbukitan ini belum berubah, rumputnya pun masih sombong tegak menghijau entah kapan akan memudar kuning memanjang dan menunduk. Aku bahkan terkesan saat rumputnya mengering bukan coklat tapi memutih, hanya kadang harus adu cepat karena saat itu padang-padang rumput seperti ini sering kali dibakar. Supaya tumbuh rumput baru lebih cepat, katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Langit tidak seperti kata maestro masih dengan warna yang sama, tidak juga 10 detik atau 10 menit. Jika ada nyala merah sesaat itupun hanya tersisa sesaput angin untuk memberitahukanku malam mulai merangkak. Nyamuk-nyamuk berpesta pora memenuhi kakiku yang bercelana pendek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;It's an Accident or Something: Bola&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bulan-bulan begini ombak sedang kencang, di beberapa tempat kadang tak menyisakan jeda tenang. Tidak mengherankan di wilayah timur seperti ini, BMKG dengan mudah bisa mengeluarkan peringatan badai dan larangan melakukan pelayaran. Aku jadi ingat Pantai Nangapanda, karang yang menjorok ke daratan itu menarik perhatianku. Sepertinya saat ini waktu yang tepat untuk melihat ombak yang terhempas tinggi membentuk karang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku dan Eddy memulai perjalanan kembali ke Ende dengan motor sekaligus menjadikan suatu memori yang tak pernah hilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Selepas tikungan belum lebih dari sepertiga perjalanan saat lepas dari tanjakan aku melewati jalan di samping lapangan. Saat itu Eddy agak melambatkan motor karena di sepanjang jalan banyak kendaraan. Tampaknya bakal ada keramaian sebuah gereja di seberang lapangan. &amp;nbsp;Tiba-tiba seorang anak menendang bola dan terlepas ke tengah jalan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Entah apa hubungannya aku sama bola tapi aku cuma berharap roda kami tidak mengenai bola atau jika harus kena maka bola yang kami lindas tak lebih dari bola plastik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saat aku merasakan perasaan menekan sesuatu yang lunak dan berikutnya terasa melampung aku menyadari bahwa semua harapanku salah. Semua sudah terjadi, motor terbanting setelah sesaat menyentuh tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku masih sadar sepenuhnya bahkan saat dunia tampak berputar-putar dan aku terhenti di seberang jalan sementara aku melihat Eddy jatuh tertelungkup di bawah motor. Tangan dan lututku terasa kebas tapi aku tidak terluka sedikitpun. Eddy yang harus rela mendapat luka di lutut dan tangan. Tas kamera pun tergores panjang tapi justru membantu dia terhindar dari luka yang lebih banyak. Orang-orang mengerumuni kami tapi sayang tak ada satupun memiliki apa saja untuk membantu luka Eddy, akhirnya seseorang yang dikenal Eddy membantu mengurangi lukanya dengan menyiramkan bensin di tangan dan lututnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekarang giliran aku di depan, menerobos hujan menuju ke rumah bapak kecil Eddy yang rumahnya ada di kampung sebelah. Aku dan Eddy sampai di rumah dalam kondisi cukup basah. Untung ada tanaman Pinahong di depan rumah, aku membantunya menggerus daun-daun merambat itu untuk di tempel di lukanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekarang aku di antara dua pilihan menunggu kendaraan untuk menjemput (menunggu sampai malam) atau meneruskan perjalanan. Karena langit sudah berubah menjadi gerimis kecil akhirnya aku dan Eddy memutuskan melanjutkan perjalanan. Sekarang luka-luka itu menjadi lengkap: bensin, pinahong, air hujan dan angin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sampai sekarang ada yang mengganjal di benak Eddy, kenapa kami jatuh karena bola. Apa hubungannya dengan bola? Satu-satunya yang jelas sampai saat ini adalah kami berdua bukan maniak bola.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pantai Nangapenda: Ini Seharusnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kenekatan aku dan Eddy ternyata masih membawa hasil. Belum terlalu gelap sampai di Nangapenda walaupun dalam perjalanan sebenarnya masih banyak was-was mengingat motor habis jatuh dan medan jalan sedang ada pekerjaan sehingga jalan penuh dengan lumpur. Gak keren kalau aku dan Eddy harus jatuh kedua kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-MFaovKWPeoA/TyprA5vldOI/AAAAAAAAA8o/iYHQTrQFa-c/s1600/_MG_4723.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://3.bp.blogspot.com/-MFaovKWPeoA/TyprA5vldOI/AAAAAAAAA8o/iYHQTrQFa-c/s400/_MG_4723.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku dan Eddy sampai sekitar jam enam sore lewat sepuluh menit, posisi matahari yang sedang condong ke selatan memang membuat bulan-bulan ini siang lebih panjang. Jalan menuju ke bawah yang sangat curam biasanya membuat kami harus turun pelan-pelan tapi sekarang harus jauh lebih hati-hati karena Eddy tidak memungkinkan memegang tanaman di sekitarnya untuk berpegangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Langit memang masih menyisakan mendung yang cukup menghalangi matahari untuk sedikit berbagi sinar terakhirnya ke kami. Jadi aku harus merela mendapatkan sisa sinar yang masih cukup terang di ujung barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Cuaca tidak sedang badai namun tinggi ombak lumayan, beberapa kali hempasan ombak melenting melampaui kepala mungkin lebih dari 4 meter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WtE8jTX5rng/TyprV2AJ41I/AAAAAAAAA84/z-3-QOFi0Bw/s1600/_MG_4737.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/-WtE8jTX5rng/TyprV2AJ41I/AAAAAAAAA84/z-3-QOFi0Bw/s400/_MG_4737.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Memotret dalam kondisi ombak besar memang menyenangkan sekaligus menegangkan, walaupun perhitungan awal ombak tidak akan naik setinggi itu tiba-tiba saja bisa muncul ombak yang datangnya hampir dua kali lipat. Saat itu aku harus merelakan tripod terkena air laut, hanya kamera yang harus segera dilindungi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dengan tangan terluka dan dibalut kain, Eddy juga tetep mencoba memotret padahal memegang kamera saja tampaknya setengah mati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hanya beberapa jepretan karena memotret ombak memang butuh waktu menunggu antar satu shot dengan shot berikutnya dengan baik, memboroskan shutter malah kadang jadi bumerang. Bisa jadi momen penting karena kamera malah sedang memproses gambar sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku melanjutkan jalan tapi kecepatan jauh menurun, lampu motor depan Eddy ternyata suka mati sendiri walhasil aku hanya bisa menggunakan lampu jarak pendek.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kerlip-kerlip lampu di kota Ende yang tampak di kejauhan baru kami capai dalam satu setengah jam perjalanan, tak apa asyik juga. Setidaknya kami punya cerita hahahaha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-1269506482838311930?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/1269506482838311930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2012/02/ende-nagekeo-part-iii.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/1269506482838311930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/1269506482838311930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2012/02/ende-nagekeo-part-iii.html' title='Ende-Nagekeo Part III'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-iBS4Os4maqs/TyprCpcVToI/AAAAAAAAA8w/KEUbVxf6B1o/s72-c/_MG_4728.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-1740401765848175519</id><published>2012-01-19T08:08:00.001+08:00</published><updated>2012-01-19T14:43:59.312+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pantai Air Cina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kupang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2012'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tablolong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Pantai Air Cina, Kupang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Rouau6yYvqc/Txe5mmgvbiI/AAAAAAAAA8A/iHpWOlOey8g/s1600/_MG_3872.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="406" src="http://1.bp.blogspot.com/-Rouau6yYvqc/Txe5mmgvbiI/AAAAAAAAA8A/iHpWOlOey8g/s640/_MG_3872.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tahun 2012 sudah merayap ke angka hari ke-19. Belum ada target, belum ada rencana dan belum ada harapan besar seperti juga tahun-tahun sebelumnya. Satu-satunya rencana adalah bagaimana supaya Januari ini blog tidak kosong, tapi bingung sendiri. Gara-gara sering melakukan perjalanan ulangan ke tempat sama jadi bingung mana yang sudah aku tulis mana yang belum.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jadi setelah baca kembali seluruh judul tulisan baru ingat kalau pantai Air Cina belum aku tuliskan disini. Jadi ini anggaplah tulisan pembuka untuk 2012, tak banyak foto tapi banyak momen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2qsxnQwSol8/Txe0kQcJGcI/AAAAAAAAA7k/Oh9UXg6gFlQ/s1600/_MG_3850.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://4.bp.blogspot.com/-2qsxnQwSol8/Txe0kQcJGcI/AAAAAAAAA7k/Oh9UXg6gFlQ/s400/_MG_3850.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pantai Air Cina sudah banyak dikenal orang Kupang terutama yang biasa memancing dengan perahu, menurut mereka di daerah itu banyak sekali ikan-ikan ukuran besar. Di bagian yang disebut daerah Ujung Lampu,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perjalanan yang aku lakukan saat itu masih ada di bulan November, yang biasanya Kupang sedang dalam puncak panasnya. Berdua dengan sahabat dan juga istriku, kami menggunakan motor menuju ke sana. Berangkat sekitar jam empat sore, setengah jam kemudian baru kami sampai ke depan sebuah sekolah dimana terdapat pertigaan. Sesuai petunjuk arah beberapa orang yang kami temui, setelah melewati sekolah kami harus berbelok ke kanan memasuki kawasan perkampungan. Jalan menuju&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Air Cina punya jalur jalan dari tanah sehingga pada musim hujan harus hati-hati karena jalan bisa berubah menjadi kubangan-kubangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Beruntung sekarang baru musim kering, sehingga kami hanya berhadapan dengan debu-debu yang beterbangan terlindas roda kendaraan. Sekitar sepuluh menit kami sampai ke kawasan Pantai Cina yang biasa digunakan penduduk sekitar untuk bertanam rumput laut. Kawasan ini cukup sepi, hanya ada satu-dua nelayan yang pulang. Entah mereka habis memperbaiki dan mengecek tanaman rumput laut mereka ataukah pulang dari mencari ikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Ss3MqHnce40/Txe0wKso20I/AAAAAAAAA7s/t42bV4isGBg/s1600/_MG_3879.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/-Ss3MqHnce40/Txe0wKso20I/AAAAAAAAA7s/t42bV4isGBg/s400/_MG_3879.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kami memutuskan untuk mencari Pantai Air Cina yang terdapat lampu mercusuar, istilah penduduk sini adalah ujung lampu. Dari kawasan pantai ini tidak ada jalan pasir karena langsung berhadapan dengan karang-karang yang terjal dan runcing. Satu-satunya jalan kami harus mengikuti jalan menuju ke perkampungan di depan kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perjalanan berikutnya walau tidak jauh tapi justru lebih sulit karena jalan menanjak banyak yang &amp;nbsp;berupa batu lepasan dan batu-batu karang runcing menganga dimana-mana. Dua kali tanjakan terpaksa istriku harus turun supaya kendaraan bisa naik ke atas. Kami juga harus menerobos jalan kecil disamping rumah penduduk yang dipenuhi belukar untuk sampai pinggir pantai. Ternyata kami hanya bisa sampai di ujung dua buah pohon Beringin besar, karena jalan di depan tampaknya makin sulit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-T-BwU3ShKlU/Txe1Q6bFrNI/AAAAAAAAA70/XIkH-bpfYLA/s1600/_MG_3888.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/-T-BwU3ShKlU/Txe1Q6bFrNI/AAAAAAAAA70/XIkH-bpfYLA/s400/_MG_3888.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya kami memarkirkan kendaraan di bawah pohon dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Lima menit kemudian kami baru sampai ke pinggir pantai. Walaupun di sekeliling disuguhi batu-batu karang yang terjal, namun kondisi pantainya yang berpasir putih dan masih asli punya potensi yang menjanjikan. Seandainya semak-semak di sepanjang jalur ini dibersihkan, pantai ini akan memiliki view pasir yang makin menarik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pantani di depan landai dan berombak pelan karena beberapa ratus meter dari pantai terdapat barrier karang yang menhadang ombak sehingga ombak yang sampai ke pantai tidak kencang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pohon-pohon asam tampak unik berdiri karena daun dan batanya tumbuh berkembang ke arah darat layaknya bonsai yang dibentuk. Di genangan air yang terjebak di batu-batu karang beberapa anak lobster lari bersembunyi saat merasakan kehadiran kami. Di sepanjang pantai ini juga dengan mudah ditemukan tanaman laut dengan terumbu-terumbu kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Beberapa ratus meter ke arah barat, kami melihat sebuah bangunan tinggi mercusuar. Di sini kami menemukan kawasan pasir yang bukan terdiri dari pasir tapi batu-batu bulat sebesar merica. Sayang matahari masih asyik bersembunyi di balik awan sampai senja tenggelam, hanya bias-bias kuning merah dan bayangan kemilau di air yang kami dapatkan hari ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-1740401765848175519?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/1740401765848175519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2012/01/pantai-air-cina.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/1740401765848175519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/1740401765848175519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2012/01/pantai-air-cina.html' title='Pantai Air Cina, Kupang'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Rouau6yYvqc/Txe5mmgvbiI/AAAAAAAAA8A/iHpWOlOey8g/s72-c/_MG_3872.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-232368041475820873</id><published>2011-12-30T22:58:00.000+08:00</published><updated>2011-12-30T17:53:17.436+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uluwatu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanah Lot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jimbaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tabanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dream Land'/><title type='text'>Tanah Lot, Uluwatu dan Dream Land</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dTjMZhnsgyI/Tv1-HesZdiI/AAAAAAAAA7E/7vkhJ04fOhA/s1600/bali01+031-1600.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="412" src="http://4.bp.blogspot.com/-dTjMZhnsgyI/Tv1-HesZdiI/AAAAAAAAA7E/7vkhJ04fOhA/s640/bali01+031-1600.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Lebih dari setahun lalu perjalanan ini aku lakukan, menurut catatan album foto yang aku buat perjalanan ini aku lakukan pada tanggal 3-4 November 2010. Awalnya aku pikir sudah menuliskan perjalanan ini ternyata setelah aku telusuri di blog tidak ada, rupanya perjalanan yang ini terlewatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bali... bukanlah hal asing bagi orang Indonesia bahkan orang dari luar pun lebih mengenal Bali dibanding Indonesia sendiri. Mungkin itu pula yang membuat aku agak ragu menuliskan tempat ini, karena banyak orang yang sudah mengenalnya bahkan mungkin lebih tahu daripada aku yang cuma mampir tak lebih dari seminggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kalau bukan karena bareng teman dari Bali, belum tentu aku sampai ke tempat-tempat ini. Nyoman yang kebetulan mendapatkan penugasan tugas bareng aku ke Denpasar. sebagai orang Bali yang tentu mengenal baik seluk beluk Bali, Nyoman dengan mudah bisa mencarikan waktu yang tepat untuk berjalan-jalan tanpa harus menggangu penugasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam waktu dua hari perjalanan, aku sempat mengunjungi tiga lokasi yang cukup dikenal. Bukan kesempatan yang buruk mengingat waktu itu di Bali sendiri hujan sudah turun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pura Tanah Lot&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-40vzBUL4dt0/Tv17czee0pI/AAAAAAAAA6c/JZqgP-0yLDQ/s1600/bali01+039.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="455" src="http://1.bp.blogspot.com/-40vzBUL4dt0/Tv17czee0pI/AAAAAAAAA6c/JZqgP-0yLDQ/s640/bali01+039.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Rabu sore, sepeda motor yang aku naiki bersama Nyoman meliuk-liuk menerobos kesesakan jalan Denpasar menuju ke arah Tabanan. Untung kami menggunakan motor karena mobil-mobil tampaknya harus rela bergerak pelan-pelan seperti gerakan naga yang malas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah sekitar 40 menit duduk di atas jok motor, akhirnya aku bisa bernafas lega setelah sampai. Sedikit terkejut karena di depan lokasi parkir aku sendiri nyaris tidak bisa mengenali lagi. Bangunan tempat pedagang pakaian, minuman dan cindera mata memenuhi sepanjang areal perparkiran. Lagi-lagi keberadaan Nyoman sangat membantu, dengan lincah dia mengajakku menelusup di antara bangunan para pedagang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore lewat 30, namun cuaca yang agak mendung membuat suasana terasa temaram waktu aku sampai di Pura Penyawang. Dari samping Pura tampak view Pura Tanah Lot yang saat itu airnya sedang naik agak tinggi sehingga ora tidak bisa sampai ke sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CwXRTKRhWAU/Tv166k4iaZI/AAAAAAAAA6M/R_iL7lx10bA/s1600/bali01+026-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-CwXRTKRhWAU/Tv166k4iaZI/AAAAAAAAA6M/R_iL7lx10bA/s400/bali01+026-2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebenarnya yang dimaksud Pura Tanah Lot adalah Pura yang berdiri sendiri di atas batu karang yang terpisah sendiri. Sedangkan kawasan wisata Pura Tanah Lot sendiri terdiri beberapa pura, salah satunya ya Pura Penyawang yang berada di bibir pantai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ada juga Pura Jero Kandang yang menurut kepercayaan digunakan untuk masyarakat yang ingin berdoa bagi tanaman atau binatangnya. Atau Pura Enjung Galuh yang letaknya di puncak bukit karang sebelah kanan dari Pura Tanah Lot, yang menurut informasi digunakan sembahyang masyarakat yang menginginkan kekayaan/kesejahteraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sayang waktunya tidak tepat untuk turun ke bawah, padahal aku sudah mendengar tentang keberadaan gua-gua yang ada dibagian bawah Pura Tanah Lot yang dipenuhi dengan ular laut yang sangat beracun. Ular laut yang berbentuk tipis dengan warna hitam berstrip kuning ini dipercayai sebagai penjaga Pura Tanah Lot dari roh jahat dan penganggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vZNi9QaTauQ/Tv2I0RcyooI/AAAAAAAAA7c/ySSotiT_v2M/s1600/bali01+047.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="268" src="http://3.bp.blogspot.com/-vZNi9QaTauQ/Tv2I0RcyooI/AAAAAAAAA7c/ySSotiT_v2M/s400/bali01+047.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Waktu memotret Pura Tanah Lot dari bagian atas aku bertemu dengan Alex, orang Bali peranakan China yang saat itu sedang jalan-jalan. Dia menyapaku lebih dulu, dan dari perkenalan baru kutahu kalau dia tertarik dengan kamera Fuji S200 EXR yang aku bawa karena dia juga sedang memegang kamera Fuji HS10 EBC. Alex agak surprise dengan beberapa peralatan yang aku bawa, karena menurutnya selama ini kamera seperti itu tidak bisa ditambah apa-apa lagi. Beberapa kali dia minta aku memotret dengan menggunakan memori dia, juga dia sempat meminjam beberapa filter yang aku bawa. Dari Alex aku diajak ke sisi selatan dari Pura Tanah Lot, rupanya dia mengajakku ke arah Nirwana Resort. Dari sini memang aku mendapatkan view yang cukup berbeda walaupun jaraknya agak jauh dari Pura Tanah Lot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Legian, Ground Zero dan Pantai Kuta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Malam setelah dari Pura Tanah Lot aku dan Nyoman sempat berjalan-jalan memutari kawasan Legian. Awalnya memang sekedar mau mengunjungi Monumen Bom Bali yang terletak di daerah Ground Zero.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Monumen yang biasa disebut dengan Monumen Bom Bali, didirikan di bekas tanah yang pernah menjadi pusat ledakan bom Bali. Di monumen itu tertulis daftar nama-nama orang yang tewas menjadi korban ledakan. Tampak beberapa bunga-bunga segar yang diletakkan di depan monumen yang ditaruh orang-orang yang mengunjungi tempat ini sebagai tanda ikut berduka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekarang kawasan ini sudah tampak ramai kembali, tidak seperti beberapa tahun sebelumnya paska peledakan yang nyaris meruntuhkan kebesaran Bali sebagai daerah destinasi wisata. Tapi tentu saja keramaiannya belum pulih benar. Kawasan ini hampir dipenuhi klub dan cafe yang bertebaran di sepanjang jalan berhimpitan dengan beberapa bangunan kecil yang menjajakan souvenir dan cendera mata khas Bali. Aku sendiri nyaris bingung apakah sekarang masih di Indonesia atau tidak, karena kawasan Legian sudah lebih didominasi bule, suasana hingar bingar dan dentuman musik terdengar memekakkan telinga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di pertigaan jalan menuju Pantai Kuta, beberapa orang mendatangi aku dan Nyoman dan menawarkan sesuatu. Aku tidak terlalu mengerti maksudnya, dari Nyoman kutahu kalau mereka menawarkan barang-barang haram semacam heroin, ekstasi dan sejenisnya. Rupanya di kawasan Legian ini transaksi seperti ini hal yang biasa, istilahnya illegal namun secara terselubung dibiarkan. Menurut informasi, transaksi seperti dibiarkan salah satunya untuk mendongkrak pariwisata entah benar atau tidak, namun jangan coba-coba bertransaksi di luar kawasan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Berbeda dengan kawasan Legian, Pantai Kuta justru malam ini terasa sangat tenang. Musik hanya sayup-sayup terdengar dari Planet Hollywood di&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;seberang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;jalan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kesanku tentang kawasan Legian ini bukanlah kawasan menarik, terutama backpacker yang menyukai keunikan dan keindahan Bali. Disini justru serasa didamparkan pada wajah asing di tanah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pura Uluwatu dan Pantai Dreamland&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-z_mmXvEGgrw/Tv17wFqgpII/AAAAAAAAA60/YoQ2ZpD6qIs/s1600/bali02+069.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; display: inline !important; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://3.bp.blogspot.com/-z_mmXvEGgrw/Tv17wFqgpII/AAAAAAAAA60/YoQ2ZpD6qIs/s640/bali02+069.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah esoknya dari Pura Tanah Lot, hari Kamis kami memiliki waktu lebih longgar karena siang sudah dilakukan penutupan acara. Karena setelah hari ini kami harus membiayai biaya penginapan kami sendiri, aku memutuskan untuk berpindah hotel. Selain faktor tarif hotel yang terlalu tinggi aku juga memikirkan faktor kemudahan untuk bergerak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Siang setelah meletakkan tas bawaan di hotel,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;aku dan Nyoman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;kembali meluncur. Kali ini arah tujuanku adalah ke Dreamland. Searah dengan pantai Dreamland dan masih berada di lokasi Jimbaran, karena masih agak siang aku memutuskan meneruskan perjalanan ke daerah Uluwatu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-i5DYbvpU4dU/Tv17tks6RqI/AAAAAAAAA6s/33wliH1nrIc/s1600/bali02+067.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-i5DYbvpU4dU/Tv17tks6RqI/AAAAAAAAA6s/33wliH1nrIc/s400/bali02+067.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dMRiuvjRzEw/Tv1770VNE_I/AAAAAAAAA68/y_X6Tm-7kgc/s1600/bali02+076.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-dMRiuvjRzEw/Tv1770VNE_I/AAAAAAAAA68/y_X6Tm-7kgc/s400/bali02+076.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku sampai di Pura Luhur Uluwatu selepas lewat jam dua siang, suasana terasa sepi. Hanya ada beberapa pengunjung yang sedang sibuk dipakaikan selendang. Katanya, semua orang yang masuk ke dalam pura harus menggunakan selendang sehingga aku pun ikut memakainya. Begitu masuk pertama ke dalam, serombongan monyet menyambut mataku tapi mereka tidak mengganggu hanya melihat kami dari pinggir beton pembatas. Sekali dua melintas monyet yang sedang menggendong anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pura Luhur Uluwatu didirikan di atas karang yang sangat tinggi. Dari pinggir pagar, tampak deburan ombak pantai Selatan yang keras menghantam batu-batu karang jauh di bawah. Karena tertarik view yang menarik, aku nekad saja keluar dari pagar. Nyoman geleng-geleng saja dengan tingkahku, apalagi penjaga pura juga membiarkanku cuma mengatakan kalau berani keluar pagar risiko ditanggung sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebenarnya cukup bikin ngeri juga berdiri di tepi tebing karang yang begitu tinggi, apalagi karang ini berupa rekahan yang aku tidak tahu bisa terlepas atau tidak. Menelusuri sisi samping tebing kami sampai di bagian terakhir pura, ada sebuah warung tenda kecil, sebuah kebetulan saat kami sudah merasa demikian kehausan. Maklum kami kelupaan membawa bekal padahal tidak ada pedagang di depan pura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-kuz8kp9BgH4/Tv2IdzkIqLI/AAAAAAAAA7Q/QWcAi811pYQ/s1600/bali02+176.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="274" src="http://2.bp.blogspot.com/-kuz8kp9BgH4/Tv2IdzkIqLI/AAAAAAAAA7Q/QWcAi811pYQ/s400/bali02+176.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah mulai sore, aku dan Nyoman meluncur ke arah Pantai Dreamland. Ternyata untuk ke Dreamland kami harus masuk ke arah resort yang dibangun dengan meratakan perbukitan di sini. Perjalanan menjadi mudah, karena informasi awal bahwa untuk ke Dreamland kita harus berjalan kaki menaiki bukit yang cukup lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pantai Dreamland memang indah, pasir putih membentang di sepanjang pantai. Sayang pada bulan-bulan ini ombak tidak terlalu besar padahal salah satu yang menarik disini adalah ombaknya yang besar sehingga pantai Dreamland salah satu favorit untuk surfing.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sayang ada bangunan hotel dan club yang berdiri di pinggir pantai dengan jarak sangat dekat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-232368041475820873?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/232368041475820873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/tanah-lot-uluwatu-dan-dream-land.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/232368041475820873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/232368041475820873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/tanah-lot-uluwatu-dan-dream-land.html' title='Tanah Lot, Uluwatu dan Dream Land'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-dTjMZhnsgyI/Tv1-HesZdiI/AAAAAAAAA7E/7vkhJ04fOhA/s72-c/bali01+031-1600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-8851661512411028007</id><published>2011-12-29T08:55:00.000+08:00</published><updated>2011-12-29T17:01:13.295+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papa wika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Boawae'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ritual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nagekeo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Ritual Adu Fisik Ala Nagekeo</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-UHPPLjH7gXg/Tvu0H1AHwjI/AAAAAAAAAR0/eXyB8gemahQ/s1600/4_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="428" src="http://4.bp.blogspot.com/-UHPPLjH7gXg/Tvu0H1AHwjI/AAAAAAAAAR0/eXyB8gemahQ/s640/4_resize.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pertarungan fisik selalu selalu diidentikan dengan simbol keperkasaan seseorang. Mungkin jika ada yang kalah , lantas berdarah-darah, semua orang mencemoohkannya. Atau jika sang pemenang mengangkat kedua tangan sebagai tanda kemenangan, sontak yang menonton langsung bertepuk tangan, semuanya larut dalam suasana saling cibir, atau saling mengangungkan sang jagoan. Cerita selanjutnya bisa jadi yang kalah akan menyimpan dendam yang teramat sangat, atau sebaliknya malah penonton yang saling bertarung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-XMJ6zbqgOEA/Tvu0oVqsn0I/AAAAAAAAASM/JAjgp5jQLyU/s1600/sike_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="380" src="http://2.bp.blogspot.com/-XMJ6zbqgOEA/Tvu0oVqsn0I/AAAAAAAAASM/JAjgp5jQLyU/s640/sike_resize.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Namun,cerita seperti itu tidak akan terjadi jika sang jagoan berlaga dalam arena “Etu”, tinju adat di masyarakat Nagekeo, sebuah kabupaten baru mekaran dari kabupaten Ngada pada tahun 2006 silam. Bagi masyarakat suku Nagekeo yang berada tepat ditengah pulau Flores - Nusa Tenggara Timur ini, etu&amp;nbsp; adalah simbol keakrabaan dan persaudaraan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;Etu&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp; adalah kesenian tradisional yang memperagakan adu ketangkasan antara para pria dewasa diwilayah persekutuan adat Nagekeo dan sekitarnya. Permainan adu ketangkasan ini selain merupakan arena pentas kesenian tetapi juga merupakan ritual adat untuk melengkapi siklus kehidupan masyarakat adat Nagekeo&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menurut salah satu pemuka adat Nagekeo dikampung Boawae, Cyrilus Bau Engo, e&lt;span lang="IN"&gt;tu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; telah dipentaskan sejak puluhan tahun silam secara turun temurun. &lt;/span&gt;Namun, t&lt;span lang="IN"&gt;idak ada satu sumber pun yang menyebutkan secara pasti sejak kapan etu mulai dipentaskan. &lt;/span&gt;D&lt;span lang="IN"&gt;iperkirakan, kegiatan ini mulai dipentaskan sejak masyarakat persekutuan adat tidak lagi terlibat dalam perang antar suku (&lt;b&gt;&lt;i&gt;papa wika&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;). &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada versi yang menerangkan bahwa kegiatan ini dibuat sebagai salah satu persembahan darah kepada bumi (ibu pertiwi), sehingga&lt;/span&gt; bukan hal yang baru jika ada petinju yang keluar dari arena dengan wajah lebam bardarah-darah. Diyakini oleh mereka, luka yang diderita akan segera sembuh jika di sentuh oleh tabib kampung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cNH5bwT0FVw/Tvu1CXwDG0I/AAAAAAAAASY/DdeQ8MMF4HE/s1600/obat_resize.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://1.bp.blogspot.com/-cNH5bwT0FVw/Tvu1CXwDG0I/AAAAAAAAASY/DdeQ8MMF4HE/s640/obat_resize.jpg" width="426" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ktD7kQOSWuU/Tvu1OnuTIqI/AAAAAAAAASk/bIH0K9AJ4X0/s1600/3_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="428" src="http://4.bp.blogspot.com/-ktD7kQOSWuU/Tvu1OnuTIqI/AAAAAAAAASk/bIH0K9AJ4X0/s640/3_resize.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jika dikaitkan dengan kelender adat, e&lt;span lang="IN"&gt;tu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; biasa dipentaskan pada musim kemarau&lt;/span&gt;, atau &lt;span lang="IN"&gt;pada masa senggang sesudah panen. Selama masa itu&lt;/span&gt;, &lt;span lang="IN"&gt;etu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; dipentaskan pada beberapa kampung adat yang memiliki adat tinju yang dipegang salah satu suku yang mendiami kampung tersebut dan biasa disebut “&lt;b&gt;&lt;i&gt;moi buku ‘etu”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (pemegang adat tinju). Giliran antar kampung ditentukan waktunya sesui perhitungan yang mendasarkan pada peredaran bulan sehingga etu selalu dipentaskan pada saat bulan purnama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Para petarung akan memasuki&lt;span lang="IN"&gt; sebuah arena ditengah kampung yang disebut “&lt;b&gt;&lt;i&gt;kisa nata&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”. Arena ini dibatasi oleh pagar dari tonggak kayu yang dirangkaikan dengan tali sehingga menjadi semacam ring tinju berlantai tanah yang dalam bahasa adat disebut “&lt;b&gt;&lt;i&gt;mada&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”&amp;nbsp; Mada membujur sesuai dengan tata letak kampung adat&lt;/span&gt;. &lt;span lang="IN"&gt;Penonton yang menyaksikan &lt;/span&gt;etu&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;berdiri diluar mada.&lt;/span&gt; Jangan berharap perempuan ada didalam mada, karena sudah tentu itu adalah hal yang “pamali” bagi sang petinju.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gIVpNO8J644/Tvu1p8ntNZI/AAAAAAAAAS8/gXCWfBS8IXs/s1600/loka+etu_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://3.bp.blogspot.com/-gIVpNO8J644/Tvu1p8ntNZI/AAAAAAAAAS8/gXCWfBS8IXs/s640/loka+etu_resize.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jelang&lt;span lang="IN"&gt; beberapa hari &lt;/span&gt;pada saat bulan terang &lt;span lang="IN"&gt;sebelum tinju, digelarkan kegiatan &lt;/span&gt;pemanasan &lt;span lang="IN"&gt;dan ajang latihan bagi petinju – petinju pemula&lt;/span&gt;,&lt;span lang="IN"&gt; sekaligus pengumuman bahwa di kampung tersebut akan digelarkan &lt;/span&gt;etu. Selanjutnya, m&lt;span lang="IN"&gt;alam menjelang &lt;/span&gt;etu&lt;span lang="IN"&gt; dipentaskan, &lt;/span&gt;seluruh masyrakat adat menggelar tarian dan nyanyian. &lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;Rangkaian &lt;/span&gt;kegiatan ini &lt;span lang="IN"&gt;adalah ungkapan yang menggambarkan tentang budidaya tanam padi sejak kerinduan menantikan kedatangan hujan sampai saat panen. &lt;/span&gt;&amp;nbsp;Menariknya, dalam tradisi ini , kaum muda mudi dapat menjadikannya sebagi ajang perkenalan. Sang pemuda akan melempar pantunnya, yang kemudian akan dibalas oleh sang pemudi. Sepanjang malam, kaum tua dan muda akan larut dalam tarian dan nyanyian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;P&lt;span lang="IN"&gt;agi – pagi sekali, pemegang adat tinju dan seluruh anggota suku yang laki – laki pergi ke “&lt;b&gt;&lt;i&gt;loka lanu”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yaitu tempat berkumpul untuk menyampaikan persembahan kepada Tuhan dan para leluhur sambil memohon keselamatan bagi para petinju, sehingga para petinju yang terluka cepat sembuh dan dalam kenyataannya, luka karena bertinju adat, paling lama tiga hari sudah sembuh. Sesudah upacara persembahan dan doa di loka lanu mereka akan menuju kampung sambil menyanyi dan menari. Sampai dikampung akan melakukan semacam seremoni pembukaan dengan pura – pura bertinju dengan seseorang sebagai tanda bahwa acara tinju dapat dimulai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hpXT0JZq4Fg/Tvu19r5l7dI/AAAAAAAAATI/uaNtxnE6HGk/s1600/7_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="428" src="http://4.bp.blogspot.com/-hpXT0JZq4Fg/Tvu19r5l7dI/AAAAAAAAATI/uaNtxnE6HGk/s640/7_resize.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;Para penonton mulai berdatangan. Tidak sampai satu jam, arena etu sudah dipadati para penonton dari berbagai penjuru kampung. Ada juga yang datang dari luar kampung. Kebanyakan dari mereka memakai sarung adat, sedangkan kaum lelaki mengenakan ikat kepala. Disini, penonton tidak perlu ragu kemana harus mencari pengganjal perut jika lapar. Hidangan cuma-cuma akan diberkan kepada siapapun yang datang. Masayrakat adat di sekitar kampung akan menjemput dan mengajak kita menikmati makanan yang telah disiapkan disetiap rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kedua petinju pun mulai diperhadapkan oleh “Moi Seka”. Orang inilah yang akan bertindak sebagai wasit, sekaligus juri. Tidak seperti petinju yang kebanyakan kita tonton, disini para petinju akan dipasang kain pengalas dada, ikat pinggang dari kain, dan ikat kepala. Yang terakhir adalah alat meninju lawan atau dalam bahasa setempat disebut “Keppo”. Tidak seperti sarung tinju para profesional, alat gebuk ini berupa tali ijuk yang dipilin kecil-kecil, selanjutnya digumpal kira-kira pas dalam genggaman. Permukaan keppo kasar, siapapun yang terkena pukulan benda ini pasti akan berdarah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hNBu-shENVs/Tvu3HDqIEOI/AAAAAAAAAUQ/y9sc1usnGgE/s1600/siap-siap_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://1.bp.blogspot.com/-hNBu-shENVs/Tvu3HDqIEOI/AAAAAAAAAUQ/y9sc1usnGgE/s640/siap-siap_resize.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iml41Yewo5E/Tvu2fA94_SI/AAAAAAAAATU/9Erv04uTGQ8/s1600/keppo_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://4.bp.blogspot.com/-iml41Yewo5E/Tvu2fA94_SI/AAAAAAAAATU/9Erv04uTGQ8/s640/keppo_resize.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="IN" style="text-indent: 0cm;"&gt;Penonton semakin tidak sabar menjejal di sekitar arena. Dari ujung arena, sang petinju mulai kelihatan. Petinju ini akan dikawal oleh seorang&lt;/span&gt;&lt;span style="text-indent: 0cm;"&gt; “Moi sike”. Dia &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="text-indent: 0cm;"&gt;berfungsi menjaga agar petinju tidak jatuh dan kadang kala bisa membantu menangkis pukulan yang diarahkan ke arah perut petinju. &lt;/span&gt;&lt;span style="text-indent: 0cm;"&gt;Orang ini &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="text-indent: 0cm;"&gt;harus lincah mengikuti gerak gerik petinju ketika menyerang maupun menghindari pukulan lawan. Moi sike harus maju dan mundur seirama dengan petinju.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kedua petinju mulai merengsek maju ketika wasit menepuk tangan. Satu dua pukulan mulai dilontarkan, jauh dari kesan seorang petinju profesional. Moi sike terlihat kerepotan menarik kain pinggang masing-masing petinju ketika mereka mulai terbakar emosi. Sebuah pukulan telak berhasil didaratkan salah satu petinju di wajah lawan. Wasit langsung memisahkan keduanya. Petinju yang berhasil mendaratkan bogem mentahnya terlihat bangga, sambil melompat-lompat kegirangan, sesekali menepuk dada. Pihak lawan tak puas. Pertarungan kembali dilajutkan. Jual beli pukulan terjadi. Pelukan, saling tarik, menambah panas suasana. Teriakan penonton semakin membakar emosi sang petarung. Wasit pun tidak mau ambil resiko, pertandingan pun diakhiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-w9ZZufZp9Jc/Tvu3g4AAX2I/AAAAAAAAAUc/3xBkS7o8R9g/s1600/sike+1_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="418" src="http://1.bp.blogspot.com/-w9ZZufZp9Jc/Tvu3g4AAX2I/AAAAAAAAAUc/3xBkS7o8R9g/s640/sike+1_resize.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Seorang petinju dinyatakan sebagai pemenang. Kedua petinju di giring oleh sang wasit. Disini jelas kelihatan semuanya akan berakhir dengan perdamaian. Kedua petinju saling berpelukan. Luka dan darah di wajah ternyata bukan pemicu dendam di luar pertandingan. Sorak penonton mengiring sang jagoan keluar dari arena.”Kami bertinju untuk berdamai”, ujar sang petinju sambil melambaikan tangannya kepada penonton.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-9ACkI7rOsyE/Tvu32S3yeOI/AAAAAAAAAU0/-5TJh27mR4I/s1600/1_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://4.bp.blogspot.com/-9ACkI7rOsyE/Tvu32S3yeOI/AAAAAAAAAU0/-5TJh27mR4I/s400/1_resize.jpg" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pertarungan berikutnya mulai dipersiapkan. “Mosa laki” mulai melirik para pemuda di masing-masing kubu petinju.. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mereka ini ibarat “promotor” yang mencari para petinju yang ingin mengadu ketangkasan sebagai petinju adat di tengah arena. Biasanya ada jago tinju dari masing-masing kampung. Kejelian para mosalaki lah yang mempertemukan mereka di tengah arena. Caranya macam- macam, mulai dengan membujuk secara baik-baik, memanas-manasi bahkan kadang-kadang dipaksa dan diseret&amp;nbsp; ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“ring”&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada saat &lt;/span&gt;mosa laki&lt;span lang="IN"&gt; sedang mencari petinju dan para pembantu menyiapkan petinju untuk tampil di arena, masyarakat dihibur dengan kesenian “&lt;b&gt;&lt;i&gt;melo ‘etu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”. &lt;/span&gt;Ini &lt;span lang="IN"&gt;adalah kesenian rakyat yang terdiri dari tarian dan nyanyian diiringi tetabuhan dari sebatang bambu yang diletakan didepan sekelompok penyanyi lagu adat sambil memukul – mukulnya dengan batang kayu. Mereka akan bernyanyi bersahut – sahutan dengan seorang penari yang berfungsi sebagai solois dan dirigen &lt;/span&gt;.&lt;span lang="IN"&gt; Syair lagu berisikan kata – kata pujian dan nasihat bagi para petinju. Pada saat petinju sedang bertinju, rombongan &lt;/span&gt;melo etu&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;beristirahat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gWqzD40xQcY/Tvu4UHBZJmI/AAAAAAAAAVA/WXmINK0scdc/s1600/8_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="378" src="http://3.bp.blogspot.com/-gWqzD40xQcY/Tvu4UHBZJmI/AAAAAAAAAVA/WXmINK0scdc/s640/8_resize.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kegia&lt;/span&gt;ta&lt;span lang="IN"&gt;n tinju dan &lt;/span&gt;melo etu&lt;span lang="IN"&gt; akan terus digelarkan secara bergantian sampai tidak ada lagi petinju yang mau bertinju. Hari menjelang senja, &lt;/span&gt;sesepuh adat &lt;span lang="IN"&gt;menyiramkan satu tempurung air ke tengah-tengah arena sebagai tanda orang harus bubar dan kembali ke kampung masing-masing untuk nonton lagi ke kampung-kampung lain yang ada adat tinju sesuai giliran waktu yang sudah ditentukan sesuai peredaan bulan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; text-indent: 27.35pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; text-indent: 27.35pt;"&gt;Selamat Menyaksikan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; text-indent: 27.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; text-indent: 27.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terimakasih buat warga kampung Boawae dan Bapak Cyrilus Bau Engo atas semua informasi dan penjelasannya mengenai "ETU".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-size: small; text-indent: 27.35pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-size: small; text-indent: 27.35pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Seluruh isi tulisan dan photo telah mendapatkan persetujuan dari pihak penyelenggara ETU untuk di publikasikan. Foto-foto diambil oleh Yanto Mana Tappi pada bulan Oktober 2011 saat ETU dikampung Boawae-Kabupaten Nagekeo-Nusa Tenggara Timur&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-8851661512411028007?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/8851661512411028007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/ritual-adu-fisik-ala-nagekeo.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/8851661512411028007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/8851661512411028007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/ritual-adu-fisik-ala-nagekeo.html' title='Ritual Adu Fisik Ala Nagekeo'/><author><name>Yanto Mana Tappi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18273710260436002225</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_y2oNthFDyns/Sio4vuvt2wI/AAAAAAAAAEU/wJzeP2Fpm20/S220/LUKY.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-UHPPLjH7gXg/Tvu0H1AHwjI/AAAAAAAAAR0/eXyB8gemahQ/s72-c/4_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Pulau Flores, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.657381899999999 121.07937049999998</georss:point><georss:box>-9.103801899999999 119.47336399999998 -8.2109619 122.68537699999999</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-5084130657865977719</id><published>2011-12-28T22:16:00.001+08:00</published><updated>2011-12-28T23:04:27.367+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dhawe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nagekeo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sorongi&apos;is'/><title type='text'>"Sorongi'is" Ritual Pendewasaan Perempuan Suku Nagekeo</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mKNFmdEqwBs/Tvsd2FS268I/AAAAAAAAANw/CPDjSw7OKcY/s1600/IMG_1203_resize.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="clear: left; float: left; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://1.bp.blogspot.com/-mKNFmdEqwBs/Tvsd2FS268I/AAAAAAAAANw/CPDjSw7OKcY/s640/IMG_1203_resize.JPG" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kfxxekVtAj4/TvseMMNcNDI/AAAAAAAAAOI/Zm6rSCFB2pY/s1600/DSC_6586_resize.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-kfxxekVtAj4/TvseMMNcNDI/AAAAAAAAAOI/Zm6rSCFB2pY/s400/DSC_6586_resize.JPG" width="265" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menjadi seseorang yang dikatakan dewasa memang diperlukan sebuah proses yang panjang, entah itu dimulai dari proses meningkatnya usia sampai sikap dan cara berpikir. Sama halnya di Kabupaten Nagekeo, kedewasaan seorang perempuan harus melalui sebuah proses adat. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat suku Dhawe di Kabupaten Nagekeo. Proses pendewasaan seorang perempuan harus melalui sebuah ritual potong gigi, yang dalam bahasa setempat ritual adat ini disebut&amp;nbsp; “Sorongi’is”. Uniknya, ritual ini biasa dilakukan pada rentang usia pra remaja atau remaja, tergantung pada kemampuan orang tua anak. Ritual ini sebagai salah satu pelengkap dalam proses menuju jenjang pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dua orang anak perempuan berbusana adat nampak tengah berbaring di apit oleh sang nenek. Tidak lama kemudian, seorang bapak yang ditunjuk sebagai petugas potong gigi mendekat dan memegang rahang sang anak sambil memintanya untuk membuka mulut. Sebuah batu asah kecil langsung ditancapkan ke gigi sang anak. Kontan saja wajah sang anak meringis dan mengeluarkan rintihan menahan ngilu ketika batu asah tersebut di gosok berulang-ulang kali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="clear: left; float: left; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://2.bp.blogspot.com/-sb_GSCB1bUU/Tvseg-JoA-I/AAAAAAAAAOU/8u1rfxu5Wrc/s640/IMG_1213_resize.JPG" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah dirasa permukaan gigi telah rata, sang anak kemudian diserahkan ke salah satu ibu untuk diobati. Disini pengobatan hanya mengandalkan ramuan ala kampung berupa buah pinang yang masih mentah. Sang anak diharuskan mengunyah buah pinang tersebut beberapa kali sekedar menghilangkan rasa ngilu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Inilah puncak dari semua rangkaian pendewasaan perempuan di suku Dhawe Kabupaten Nagekeo. Ritual Sorongi’is mengandung makna bahwa anak tersebut telah dewasa dalam hukum adat. Seperti yang di tuturkan Donatus Dua, salah satu tetua adat suku Dhawe, suatu saat jika sampai pada usia siap pinang, hukum adat sudah &amp;nbsp;merestui jika ada lelaki yang datang meminang,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebelum menuju ritual Sorongi’is, pihak keluarga harus menjalani beberapa rangkaian acara adat. Malam sebelumnya, pihak keluarga maupun undangan akan melaksanakan tandak. Mereka mulai menari, &amp;nbsp;bernyanyi dan berpantun mengelilingi api unggun sambil berpegang tangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="clear: left; float: left; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="410" src="http://4.bp.blogspot.com/-IkXt3RmVfGs/TvsfADGI6cI/AAAAAAAAAOs/2VjeJy3rTWY/s640/IMG_0821_resize.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Syair-syair dalam irama tandak mengisahkan tentang arwah nenek moyang dan sejumlah ajaran-ajaran adat dalam kehidupan. Sesekali di selingi dengan pantun yang diucapkan secara berbalasan dari kaum perempuan dan laki-laki. Isi pantun kadang bernada humor, yang mengundang gelak tawa dari para penonton. Untuk menambah semangat, seorang petugas akan terus menghidangkan sirih pinang dan moke, minuman khas Nagekeo kepada para peserta tandak. Dalam bahasa setempat, acara tandak ini disebut “Wai Sekutu”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tidak lama kemudian, anak yang akan potong gigi diboyong oleh orang tuanya untuk disertakan dalam tandak. Disini sang anak harus menggunakan busana adat dan menutup mulutnya dengan selempang. Selama mengikuti proses ini, anak tersebut senantiasa mendapatkan pengawasan dari pihak keluarga untuk tidak berkomunikasi secara langsung dengan siapa saja. Dalam acara tandak, sang anak hanya diberikan kesempatan lima kali berputar mengelilingi api unggun bersama peserta tandak yang lain. Kemudian kembali diboyong ke kamar untuk beristirahat. Acara tandak berlangsung non stop semalam suntuk. Seiring mentari terbit,&amp;nbsp; acara tandak pun bubar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="clear: left; float: left; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://2.bp.blogspot.com/-HVz8NWngh2c/TvsfYStiZ7I/AAAAAAAAAO4/3SDdgYqSS3g/s640/IMG_1047_resize.JPG" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebelum menuju acara potong gigi, pihak keluarga harus melaksanakan sebuah ritual lagi yaitu, mengantar sesajian kepada leluhur. Sesajian biasanya terdiri dari nasi, daging, sirih pinang dan moke. Sesajian ini sebagai bentuk ucapan syukur kepada leluhur sekaligus memohon berkat untuk penyelenggaraan acara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="clear: left; float: left; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://3.bp.blogspot.com/-kqvizGG7q-0/TvsfvcDF-NI/AAAAAAAAAPE/0_fmyNNdxF0/s640/IMG_1129_resize.JPG" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ketika tiba sampai puncak acara, sang anak dituntun keluar rumah oleh orang tuanya. Proses potong gigi harus dilaksanakan dirumah tetangga yang masih memiliki hubungan keluarga. Namun, sebelum rombongan menuju rumah tetangga, terlebih dahulu anak diberkati dengan sapaan adat oleh salah satu tetua adat. Sapaan adat diikuti dengan percikan beras sebanyak lima kali ke arah anak. Ritual pemberkataan ini di sebut “Resa Kuras”. Setelah itu, sang anak akan diayun oleh ayahnya sebanyak lima kali di atas seekor babi yang diletakan di depan rumah. Pada hitungan yang kelima, &amp;nbsp;anak tersebut diayun melewati babi dan siap berjalan menuju rumah tetangga tempat dilaksanakannya ritual potong gigi. Di rumah tersebut sudah menanti petugas potong gigi yang telah siap dengan sebuah batu asah kecil. Petugas ini harus berasal dari anggota keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="clear: left; float: left; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://4.bp.blogspot.com/-8qZZ3dWf-Eo/TvsgDXyqy1I/AAAAAAAAAPQ/es_2jlWYxpI/s640/IMG_0719_resize.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Salah satu petugas pencatat bingkisan dari sanak keluarga&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-tOGPTrwm6Tw/TvsgRkf3JDI/AAAAAAAAAPc/kjUfQMxfKx8/s1600/IMG_0708_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://4.bp.blogspot.com/-tOGPTrwm6Tw/TvsgRkf3JDI/AAAAAAAAAPc/kjUfQMxfKx8/s400/IMG_0708_resize.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Seluruh rangkaian acara ini boleh dibilang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Biasanya jauh-jauh hari pihak keluarga sudah menyiapkan segala kebutuhan acara, mulai dari hewan sapi, kerbau, babi dan kambing yang siap di korbankan untuk makan bersama. Bagi orang tua anak, persiapan acara ini mungkin bisa tertolong dengan bingkisan-bingkisan yang dibawa oleh para undangan. Namun, pihak orang tua pun harus memikirkan untuk bagaimana membalas kembali bingkisan-bingkisan tersebut. Karena sudah menjadi tradisi, &amp;nbsp;pihak keluarga selaku undangan yang membawa bingkisan berupa tikar, bantal ataupun beras akan menerima balasan berupa kambing ataupun babi. Sebaliknya, yang membawa bingkisan babi ataupun kambing akan menerima balasan tikar ataupun beras.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="clear: left; float: left; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://2.bp.blogspot.com/-qBfon3XsUvc/Tvsgcl39LII/AAAAAAAAAPo/NjK_FvMSMMI/s640/IMG_0741_resize.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bagaimanapun, dibalik semua proses Sorongi’is ini, terselip perasaan lega dan bangga. Setidaknya, tanggung jawab orangtua dalam hukum adat telah dilaksanakan, &amp;nbsp;walaupun secara ekonomis &amp;nbsp;biaya yang dikeluarkan cukup besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="clear: left; float: left; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="458" src="http://2.bp.blogspot.com/-RR8ccs4SOjU/TvsiIH0WUpI/AAAAAAAAARo/SBQ4dSwtU04/s640/IMG_1104_resize.JPG" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;Bermain kartu adalah salah satu menjalin keakraban.&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Terimaksih buat warga suku Dhawe,dan khususnya keluarga besar Bapak Vinsen Dhoma yang telah berkenan mengijinkan saya untuk meliput secara langsung ritual Sorongi’is kedua puterinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;Semua tulisan dan foto hasil liputan Yanto Mana Tappi,dan telah mendapat persetujuan dari pihak suku Dhawe untuk diterbitkan,&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-5084130657865977719?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/5084130657865977719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/sorongiis-ritual-pendewasaan-perempuan.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/5084130657865977719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/5084130657865977719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/sorongiis-ritual-pendewasaan-perempuan.html' title='&quot;Sorongi&apos;is&quot; Ritual Pendewasaan Perempuan Suku Nagekeo'/><author><name>Yanto Mana Tappi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18273710260436002225</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_y2oNthFDyns/Sio4vuvt2wI/AAAAAAAAAEU/wJzeP2Fpm20/S220/LUKY.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-mKNFmdEqwBs/Tvsd2FS268I/AAAAAAAAANw/CPDjSw7OKcY/s72-c/IMG_1203_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total><georss:featurename>Pulau Flores, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.657381899999999 121.07937049999998</georss:point><georss:box>-9.103801899999999 119.47336399999998 -8.2109619 122.68537699999999</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-4953592171267200846</id><published>2011-12-19T13:59:00.000+08:00</published><updated>2011-12-19T15:42:46.556+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manggarai Barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Labuan Bajo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pulau Bidadari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Binongko'/><title type='text'>Senja Bulan Desember di Labuan Bajo</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OcQ3trVFxkA/Tu7O3cu3fjI/AAAAAAAAA4w/KICFYN3UipU/s1600/LabuanBajo_Panorama1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="283" src="http://3.bp.blogspot.com/-OcQ3trVFxkA/Tu7O3cu3fjI/AAAAAAAAA4w/KICFYN3UipU/s640/LabuanBajo_Panorama1.jpg" title="Mendung kelam dan gerimis di atas langit Labuan Bajo" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mendung kelam dan gerimis di atas langit Labuan Bajo&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dua kali aku mendapatkan penugasan ke Labuan Bajo jatuhnya kok pas selalu akhir tahun. Tahun 2010 kemarin, penugasan terakhir bulan Desember juga penugasan sekarang. Akibatnya rencana ke pulau Komodo masih menjadi sekedar angan, apalagi kalau bukan masalah arus laut yang lumayan kuat di selat Sape. Itu pertama, yang kedua ya masalah langit yang sering mendung yang imbasnya rencana jalan-jalan sering berubah jadwal semau-maunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wEazffZ2bZ8/Tu7OpVO8zXI/AAAAAAAAA4A/ev2OHwtxues/s1600/_MG_4363.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/-wEazffZ2bZ8/Tu7OpVO8zXI/AAAAAAAAA4A/ev2OHwtxues/s400/_MG_4363.jpg" title="View dari teras hotel Puncak Waringin" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;View dari teras hotel Puncak Waringin&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Karena masalah itu pula makanya untuk penugasan kedua ini aku memilih menginap di hotel Puncak Waringin. Hotel yang dimiliki oleh Pemda setempat namun pengelolaannya oleh pihak swasta. Sebuatan Puncak Waringin sendiri dulunya ada karena di daerah itu ada gundukan bukit yang agak tinggi dan berdiri satu pohon Beringin besar yang setiap sore ramai dikunjungi wisatawan untuk melihat senja. Sekarang ini pun pohon Beringin itu masih gagah berdiri tapi masih kalah tinggi dengan bangunan berbentuk persegi enam yang awalnya digunakan untuk resto. Entah karena desain bangunan yang kurang menarik atau pelayanannya, sekarang bangunan itu hanya digunakan sebagai aula saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Padahal view Labuan Bajo menarik sekali dari puncak ini. Dari Puncak ini akan tampak kawasan kota Labuan Bajo bagian bawah dan dermaga yang dipenuhi perahu-perahu berbentuk pinisi serta perahu-perahu kecil yang disewakan masyarakat untuk berangkat ke pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8cKvOdV_3Cw/Tu7OufBhvBI/AAAAAAAAA4Y/_y_VJMqv7y4/s1600/_MG_4403.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="425" src="http://3.bp.blogspot.com/-8cKvOdV_3Cw/Tu7OufBhvBI/AAAAAAAAA4Y/_y_VJMqv7y4/s640/_MG_4403.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Senja masih bisa mengintip di antara mendung kelam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pulau-pulau terhampar di sepanjang pantai Labuan Bajo, saling menutupi sehingga kawasan pantai Labuan Bajo ini berombak tenang. Paduan view ini sangat menawan, entah lokasi mana aku bisa menemukan view yang luar biasa seperti ini. Padahal kota ini belumlah bersolek sebagaimana sebuah kota pariwisata, geliatnya pun baru terasa belakangan ini termasuk upaya pemerintah untuk menghidupkan Labuan Bajo. Salah satunya menjadikan Labuan Bajo sebagai satu-satunya gerbang untuk masuk ke pulau Komodo, hal ini menjadikan perahu-perahu pinisi dari Bali maupun dari Lombok harus singgah ke Labuan Bajo dan tidak bisa langsung singgah ke pulau Komodo. Namun tidak bisa dipungkiri, geliat kota yang memiliki pulau Komodo ini sedemikian terasa, berdirinya beberapa hotel berbintang empat menunjukkan bahwa ke depan Labuan Bajo akan terus tumbuh menjadi kota industri pariwisata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hampir tiga hari yang setiap hari selalu ada hujan aku harus rela duduk manis di teras depan kamar menikmati langit Labuan Bajo yang kelam kala senja merangkak. Acara jalan-jalan juga harus di tunda karena langit tak pernah memberitahu kapan hujan akan datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DGXfkc2OO54/Tu7OreTb0sI/AAAAAAAAA4I/2MjH-iWiFQE/s1600/_MG_4368.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="236" src="http://1.bp.blogspot.com/-DGXfkc2OO54/Tu7OreTb0sI/AAAAAAAAA4I/2MjH-iWiFQE/s400/_MG_4368.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;View senja di pantai Bidadari yang berpasir putih&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Masih untung pada hari pertama aku sempatkan untuk acara jalan. Karena tidak banyak acara selain setting untuk acara besoknya akhirnya aku berdua dengan teman merencanakan perjalanan ke pulau Bidadari untuk sekedar snorkling. Dengan menggunakan perahu milik pak Arman, kami berangkat sekitar pukul empat sore. Waktu perahu mulai menderu meninggalkan dermaga langit di atas tampak kelam, itu pula salah alasan pak David yang rencananya mau bersama kami membatalkan ikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setengah jam perahu kami sampai ke pulau Bidadari, pulau yang setengahnya sudah dimiliki (sementara) oleh seorang bule. Kalau tidak salah namanya Mr. Ernest, seorang bule yang agak bawel kalau menyangkut kebersihan di wilayah pantai Bidadari. Jangan bakar ikan sembarangan apalagi buang sampah sembarangan kalau tidak ingin melihat dia murka. Tapi sayangnya masih ada orang-orang yang tidak menghargai kebersihan dan membuang sampah seenaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ryw3l9QDpwA/Tu7Os3dx_hI/AAAAAAAAA4Q/iD490TASil8/s1600/_MG_4379.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ryw3l9QDpwA/Tu7Os3dx_hI/AAAAAAAAA4Q/iD490TASil8/s400/_MG_4379.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Di atas perahu meninggalkan pulau Bidadari menjelang senja&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ternyata di pulau Bidadari arus laut sedang kuat sehingga pak Arman meminta kami snorkling di sisi Utara pulau yang agak menjorok ke dalam dan tidak terlalu dalam. Di beberapa titik apalagi yang sebelah Selatan dan Barat memang lautnya miring agak curam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Walaupun matahari terhalang awan, kami masih bisa berdecak melihat gugusan terumbu karang dan ikan-ikan karang berwarna-warni berukuran besar. Cukup besar sampai aku dan teman ngiler ingin menangkap satu untuk dibakar hahahaha. Apalagi kalau ada sinar matahari, maka terumbu karang makin tampak cemerlang dan indah. Sayang sekali lagi aku hanya bisa menikmati dengan mata saja, kamera Canon D10 yang aku punya sudah rusak saat snorkling di Tenau dulu gara-gara kecerobohanku sendiri. Jam enam lewat baru perahu kami kembali ke Labuan Bajo. Pak Arman sengaja membelokkan perahu ke arah dalam menyusuri Labuan Bajo dari sisi utara melewati pantai Binongko. Di beberapa titik tampak cahaya-cahaya hidup dari balik rerimbunan perbukitan, itulah cafe-cafe yang berdiri di sepanjang bukit di daerah Binongko yang terjal. Perbukitan ini justru memiliki nilai jual karena dari bukit-bukit itu bisa menikmati pemandangan senja berlatar pulau-pulau yang juga tak kalah eksotisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah itu nyaris aku berdua dengan teman lebih sering membenamkan diri di hotel, sesekali turun menikmati dan memotret senja yang kelam dari aula Puncak Waringin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hari terakhir sebelum berangkat, bertiga aku, Kadek dan pak Joko pagi-pagi sekali menyempatkan jalan kaki ke pantai Binongko, rencananya mau mampir saja ke dermaga pendinginan ikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CxR1LBWEx_8/Tu7OwhLyLoI/AAAAAAAAA4o/o4RajLPJSx4/s1600/_MG_4456.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://3.bp.blogspot.com/-CxR1LBWEx_8/Tu7OwhLyLoI/AAAAAAAAA4o/o4RajLPJSx4/s400/_MG_4456.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;View dermaga pendinginan ikan pagi hari&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jam enam pagi kami berjalan kaki turun ke bawah sampai ke pertigaan lalu naik ke atas arah ke Binongko. Jika dulu yang aku kenal di kawasan Binongko adalah sebuah hotel resto bernama Golo Hill Top, maka sekarang ini sudah mulai banyak berdiri cafe-cafe dan hotel di sepanjang kawasan ini bahkan sebagian dibagian di kemiringan bukit yang terjal. Selain di jalur ini di bagian atas juga tampak jalur yang baru dibangun pemerintah, tentu jalur baru itu akan makin diminati investor karena bisa mendapatkan view senja yang lebih indah. Setelah melewati sebuah bangunan yang menjadi tempat rekreasi penyandang cacat, kami sampai ke dermaga pendinginan ikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sedikit cerita tentang bangunan rekreasi untuk orang cacat yang dibangunan oleh SVD di Cancar ini, aku pernah mendatanginya sekali waktu saat mengantarkan bu Emil, seorang teman yang bekerja di Kemetrian PDT waktu kesasar di tempat ini. Mungkin aku lain kali bisa cerita tentang perjalananku dengan bu Emil tapi singkatnya saat ke mau ke dermaga ini pula bu Emil minta aku mampir ke sana. Bisa di tebak, sepanjang ngobrol-ngobrol dengan beberapa anak-anak yang kebetulan sedang tinggal di situ bu Emil harus menahan diri untuk tidak meneteskan air mata. Yah, namanya juga ibu-ibu, bawaannya mau mewek saja kalau ada gambar mengharukan seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8ippNAqie_w/Tu7Q5NEV5GI/AAAAAAAAA5E/e9Tgwbpl_s8/s1600/_MG_4470.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-8ippNAqie_w/Tu7Q5NEV5GI/AAAAAAAAA5E/e9Tgwbpl_s8/s400/_MG_4470.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Menikmati pagi di ujung dermaga&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kembali ke perjalanan kami, ternyata begitu sampai di sana dermaga pendinginan ikan tinggal sebaris dermaga, dua cabang dermaga yang tahun kemarin masih ada sekarang sudah karam. Dermaga yang sekarang tersisa ini pun di beberapa tempat tampak sudah rusak, ada beberapa paku yang masih baru menunjuukan bahwa ada papan-papan yang baru saja diperbaiki. Di dermaga pagi itu nyaris tidak ada kegiatan satu pun karena memang dermaga ini sudah tidak digunakan untuk pendinginan ikan lagi, dan hanya digunakan untuk nelayan-nelayan mendaratkan perahu setelah menjala atau memancing. Mesin-mesin besar yang biasanya menderu untuk menciptakan es batu sudah lama tidak digunakan, namun pekerja di pabrik itu sebagian masih tinggal di sana untuk menjaga mesin-mesin itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Karena ada mereka pula, aku beruntung bisa mengisi perut yang kosong sedari pagi. Sebuah minuman serela panas menghangatkan perut kami pagi itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Masih tertinggal di otakku untuk ke sini lagi lain waktu. Masih banyak tempat yang harus aku kunjungi. Ada air terjun Cunca Wulang yang jaraknya satu jam perjalanan kendaraan dan satu jam jalan kaki, atau ke perkampungan adat Wae Rebo yang ada jauh di ujung selatan pulau. Masih ada pantai merah yang berpasir merah yang sebagian bule menyebutnya dengan nama Pink Beach, atau ke pulau-pulau seantero Manggarai Barat yang begitu mempesona dengan pasir putih dan terumbu karannya seperti pulau Saporo, pulau Kanawa, pulau Seraya Kecil, dan banyak yang lain. Dan tentu saja tak pernah hilang dari ingatanku adalah untuk mengunjungi langsung pulau para melata prasejarah yang masih hidup sampai sekaran, apalagi kalau bukan pulau Komodo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Thanks buat teman-teman yang ikut dalam perjalanan ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000316008105" target="_blank"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Arman Armansyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1184921727" target="_blank"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Joko Mulyono&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1422559044" target="_blank"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kadek Maharta Kusuma&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-4953592171267200846?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/4953592171267200846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/senja-bulan-desember-di-labuan-bajo.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/4953592171267200846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/4953592171267200846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/senja-bulan-desember-di-labuan-bajo.html' title='Senja Bulan Desember di Labuan Bajo'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OcQ3trVFxkA/Tu7O3cu3fjI/AAAAAAAAA4w/KICFYN3UipU/s72-c/LabuanBajo_Panorama1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-1534341728542958898</id><published>2011-12-17T16:37:00.001+08:00</published><updated>2011-12-19T12:14:49.474+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manggarai Barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sibanaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Labuan Bajo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komodo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manggarai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Loh Buaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rinca'/><title type='text'>Komodo: Jejak Prasejarah Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MUi1ltU-IaA/TuxM63xzvFI/AAAAAAAAA3U/iyf3R6EOpw8/s1600/Komodo+di+Rinca2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="460" src="http://2.bp.blogspot.com/-MUi1ltU-IaA/TuxM63xzvFI/AAAAAAAAA3U/iyf3R6EOpw8/s640/Komodo+di+Rinca2.jpg" width="640" title="Tiga komodo bermalas-malasan di bawah dapur" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tiga komodo bermalas-malasan di bawah dapur&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Semenjak namanya Pulau Komodo didaftarkan untuk ikut dalam pemilihanNew 7 Wonders, pemerintah Indonesia mulai mendengungkan tentang binatang yangmasih menyimpan sisi prasejarah dalam berbagai kesempatan. Salah satu yang bisadilihat adalah munculnya Komodo sebagai ikon binatang dalam perayaan Sea GamesXXVI di Palembang. Media pun tak luput ikut aktif dalam euforia mengkampanyekanKomodo walaupun keberadaan lembaga penyelenggara ini&amp;nbsp; menuai&amp;nbsp;kontroversi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Terlepas dari semua itu, sebagai orang yang cukup lama tinggal di NusaTenggara Timur, rasanya kurang lengkap kalau tidak langsung melihat bentukKomodo dan hanya puas memandangi patung Komodo di Bandara Eltari Kupang atauyang berdiri galak di tengah jalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kesempatan itu datang saat sebuah penugasan yang mengharuskan penulis keManggarai Barat. Manggarai Barat ini kabupaten yang memiliki pulau Komodo.Sekitar bulan Desember tahun lalu, penulis dan dua orang rekan menjejakkan kakidi Labuan Bajo, ibu kota dari Kabupaten Manggarai Barat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari Kupang, pesawat yang sedianya berangkat jam dua siang haruslagi-lagi mengalami penundaan sehingga keberangkatan menjadi &lt;i&gt;molor&lt;/i&gt; hampir dua jam. Kondisi yang harusdimaklumi jika anda tinggal di wilayah timur Indonesia yang masih minimpenerbangan. Walhasil, kami harus berangkat jam empat lewat. Namunketerlambatannya ini juga menjadi berkah tersendiri, karena penulis jadi bisamelihat senja berona jingga dengan gulungan awan-awan yang begitu mempesona dilangit barat. Jam lima lewat pesawat mendarat di kabupaten yang berada dipaling ujung pulau Flores.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AzUdW-SydYs/TuxHIHAQ7EI/AAAAAAAAA2g/L5IidbOFcOU/s1600/Google+Earth+Dermaga+Labuan+Bajo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://2.bp.blogspot.com/-AzUdW-SydYs/TuxHIHAQ7EI/AAAAAAAAA2g/L5IidbOFcOU/s400/Google+Earth+Dermaga+Labuan+Bajo.jpg" width="400" title="Labuan Bajo berdasarkan foto Google Maps"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Labuan Bajo berdasarkan foto Google Maps&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebagai pintu gerbang menuju ke pulau para binatang prasejarah, ManggaraiBarat sendiri menyimpan potensi besar bagi pengembangan sebagai daerahdestinasi wisata baik yang berkelas lokal maupun kelas mancanegara. Dari daratanFlores saja, beberapa daerah menawarkan pesona alam seperti gua alam BatuCermin, gua alam Batu Susun, Liang Dara dan Liang Rodak yang semuanya berlokasidi Kecamatan Komodo. Juga terdapat danau Sano Nggoang yang berlokasi diKecamatan Sano Nggoang. Danau yang tercipta akibat letusan gunung berapi ini(danau vulkanik-red) memiliki kadar belerang yang tinggi. Di sini, jugaterdapat sumber air panas yang menurut versi Kepala Bappeda suhunya mencapailebih dari 60 derajat. Namun tetap, bagian yang menarik perhatian wisatawanmancanegara adalah pantai-pantai berpasir putih, terumbu karang, dan binatangmelata komodo yang bernama latin &lt;i&gt;VaranusKomodoensis Ouwen&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di antara waktu penugasan akhirnya kami mendapatkan saat yang tepat untukbisa melihat langsung Komodo di habitatnya. Namun terbentur oleh kondisi cuacadi bulan Desember yang nyaris setiap hari turun hujan, sehingga dikhawatirkanlaut sering terjadi badai. Akhirnya seorang teman yang juga memiliki usahapenyewaan kapal menawarkan inisiatif mengunjungi pulau Rinca. Menurutnya, pulauRinca lokasinya lebih mudah dikunjungi dengan jarak yang hanya setengah jarakdari Labuan Bajo ke pulau Komodo. Usulan ini akhirnya kami terima, bahkan temankami menawarkan sebuah perahu yang dia miliki untuk kami gunakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bertepatan dua hari sebelum keberangkatan, Kepala Kantor juga datanguntuk menghadiri acara penandatanganan MOU antara Kepala Perwakilan BPKPProvinsi NTT dengan Bupati Manggarai Barat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-yJBofwkT22Q/TuxIHyHNA1I/AAAAAAAAA2w/BA-Aexh6lyI/s1600/Kaper+di+Kapal+Sibanaha.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-yJBofwkT22Q/TuxIHyHNA1I/AAAAAAAAA2w/BA-Aexh6lyI/s400/Kaper+di+Kapal+Sibanaha.jpg" width="285" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Di anjungan perahu 'Sibanaha'&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pada hari H, pagi-pagi sekali pak Arman yang merupakan pemilik kapal membangunkankuuntuk bersiap-siap. Rupanya pagi-pagi sekali dia sudah mempersiapkan perbekalanuntuk di kapal. Setelah semua perbekalan beres, kami kemudian menjemput PakBonardo yang kebetulan menginap di hotel Jayakarta. Sedikit informasi, walaupunhanya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi NTT namun Manggarai Baratmemiliki hotel dan penginapan yang lebih banyak dibanding ibukota NTT sendiri,Kupang. Bahkan di Manggarai Barat ini, saat kunjungan kami telah ada dua hotelberbintang empat yang bahkan belum ada kelas hotel seperti itu di NTT. Hal inimenunjukkan bahwa Manggarai Barat memiliki potensi wisata luar biasa yang sudahmulai dilirik pengusaha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kami sedikit terkejut setelah sampai di pelabuhan tempat bersandar kapal,karena perahu yang akan kami pakai ternyata bukanlah perahu biasa. Melihatukurannya, aku lebih suka menyebutnya sebagai kapal kecil dibanding sebuahperahu. Sebuah kapal pinisi dalam versi kecil dengan dua kamar tidur. Tulisan‘Sibanaha’ tertulis mentereng di sisi kapal. Di samping geladak yang cukup luasjuga terdapat dua buah tempat tidur santi untuk berjemur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xlT7vUGW01k/TuxNOAIiU5I/AAAAAAAAA3s/ma-761y3K24/s1600/View+ke+Rinca.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="280" src="http://2.bp.blogspot.com/-xlT7vUGW01k/TuxNOAIiU5I/AAAAAAAAA3s/ma-761y3K24/s400/View+ke+Rinca.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Air tenang bagai cermin raksasa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jam delapan, kapal pinisi yang kami naiki mulai meluncur ke arah selatandengan kecepatan yang tidak terlalu cepat. Dengan perahu sebesar ini, ombakmenjadi tidak terasa. Apalagi pada saat ini laut pagi sedang tenang sekaliseperti biasanya sehingga kami nyaris bagai merasakan membelah udara kosong.Sedikit guncangan kami rasakan saat perahu melewati Loh Liang yang merupakanselat antara pulau Flores dan pulau Rinca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Namun rupanya ada gangguan di salah satu mesin kapal yang membuat kapalhanya berjalan dengan satu mesin saja. Wal hasil, perjalanan dari Labuan Bajoke pulau Rinca yang seharusnya cukup ditempuh dalam waktu dua jam saja harusditempuh dalam waktu empat jam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jam dua belas, kami memasuki teluk ke dalam hingga bertemu sebuah dermagakecil yang bertuliskan ‘Welcome to Komodo National Park Loh Buaya’. Disinilahdermaga pendaratan untuk perahu yang akan ke Rinca berakhir. Dari samping kapalkami melihat dua buah kano panjang berbahan fiber yang dinaiki masing-masingdua turis asing meluncur ke arah bakau. Dari informasi, memang selain untukmelihat Komodo, sering kawasan pulau Rinca ini digunakan wisatawan terutamawisatawan asing untuk melakukan kegiatan kano menyusuri pulau karena dibeberapa titik di pulau Rinca memiliki view pantai dan kawasan terumbu karangyang indah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-sP0JORYLGEw/TuxNCSxgtHI/AAAAAAAAA3c/IZNAJjjULyw/s1600/Monyet+di+Loh+Liang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="282" src="http://1.bp.blogspot.com/-sP0JORYLGEw/TuxNCSxgtHI/AAAAAAAAA3c/IZNAJjjULyw/s400/Monyet+di+Loh+Liang.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Monyet menjadi mangsa bagi anak komodo yang masih kecil&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Begitu menginjakkan kaki di lantai dermaga maka mata kami langsungdisambut oleh kedatangan segerombolan monyet yang datang bergelantungan dipohon-pohon bakau. Mereka tampaknya telah familiar dengan wisatawan yang datangkemari walau pun tidak mau didekati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari dermaga kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju kepos pemantauan yang tidak berada jauh dari dermaga. Saat dalam perjalanan, kamisempat melihat kerbau dan beberapa burung endemik melintas. Menurut informasi,kerbau ini termasuk kerbau liar karena di kawasan ini tidak terdapat pendudukyang tinggal kecuali petugas pengelola cagar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pulau Rinca ini masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo sehinggawalau terletak di kabupaten Manggarai Barat namun dalam pengelolaannya masiholeh pemerintah pusat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-brHTBwEP7sQ/TuxNW39mmvI/AAAAAAAAA30/gDGOABERtFo/s1600/Welcome+to+Rinca2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="280" src="http://4.bp.blogspot.com/-brHTBwEP7sQ/TuxNW39mmvI/AAAAAAAAA30/gDGOABERtFo/s400/Welcome+to+Rinca2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Dermaga Loh Buaya pintu masuk ke pulau Rinca&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kami sampai di pos pemantauan, di sini berdiri beberapa bangunan termasuktempat untuk bersantai. Terlihat ada dua ekor komodo yang berukuran agak kecilmelintas dari sisi semak-semak di samping kami. Bahkan aku menemukan seoranganak komodo yang masih kecil bersembunyi di antara tumpukan bahan bangunanuntuk memperbaiki pos pemantauan. Komodo kecil dengan kulit berwarna cerah danmotif hitam ini merangkak dengan cepat menjauhi saat aku mencoba mendekatiuntuk mengambil gambarnya. Dari petugas jaga, aku mendapatkan gambaran bahwakomodo-komodo yang masih kecil sampai berumur 3-4 tahun masih lincah bahkanmasih dapat memanjat ke pepohonan. Berbeda sekali dengan yang sudah dewasa, disamping kulitnya yang tebal berubah menjadi satu warna saja, Komodo dewasa jugatidak lincah lagi seperti Komodo kecil. Bahkan Komodo dewasa terkesan sangatmalas sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari sini, kami dibantu olah seorang petugas jaga yang memegang tongkatbercabang masuk lebih ke dalam. Tongkat bercabang ini digunakan untuk menghalauKomodo yang mencoba mendekat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-gAgmB10s6d0/TuxNIdcewmI/AAAAAAAAA3k/6sRET7KpCCk/s1600/Tengkorak+di+Rinca.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="295" src="http://1.bp.blogspot.com/-gAgmB10s6d0/TuxNIdcewmI/AAAAAAAAA3k/6sRET7KpCCk/s400/Tengkorak+di+Rinca.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tengkorak sisa mangsa komodo yang dikumpulkan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Beberapa meter dari pos jaga kami ditunjukkan sebuah kayu-kayu panjangyang dipanjang berjajar dengan hiasan tengkorak-tengkorak binatang berbagaiukuran. Tengkorak-tengkorak ini ternyata dikumpulkan oleh petugas jaga daribinatang-binatang liar yang dimangsa oleh Komodo. Selain tulang kerbau yangmasih lengkap dengan tanduknya juga terdapat tengkorak rusa liar, juga beberapatengkorak kecil yang rupanya adalah tengkorak monyet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di bagian bawah rumah panggung yang menjadi tempat memasak ternyata sudahada beberapa ekor komodo yang sedang diam bermalas-malasan di bawah kolong. Binatangyang mirip dengan kadal ini tabiatnya memang seperti binatang melata ulat ataubuaya yang menghabiskan umurnya dengan bermalas-malasan. Jika sedangbermalas-malasan seperti ini, tak ubahnya kita seperti sedang melihat sebuahpatung, nyaris tanpa gerakan sedikit pun. Hanya matanya yang kadang bergerakyang menandakan bahwa kita tidak sedang berhadapan dengan patung. Hanyasekali-kali satu atau dua ekor komodo menggerakan badan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="left"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JHCOnmclrfE/TuxGT8tM7vI/AAAAAAAAA2Y/L0grkB4HIaE/s1600/Anak+Komodo+di+Rinca3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="228" src="http://1.bp.blogspot.com/-JHCOnmclrfE/TuxGT8tM7vI/AAAAAAAAA2Y/L0grkB4HIaE/s320/Anak+Komodo+di+Rinca3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Anak komodo mengintip di balik semak&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5lycLyg01n0/TuxEAQLml5I/AAAAAAAAA2M/AKDaQnNakEs/s1600/Anak+Komodo+di+Rinca2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="228" src="http://4.bp.blogspot.com/-5lycLyg01n0/TuxEAQLml5I/AAAAAAAAA2M/AKDaQnNakEs/s320/Anak+Komodo+di+Rinca2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Anak komodo di rerumputan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Gs-eswVGv1k/TuxCE5MauFI/AAAAAAAAA2A/l9He6UD1Q9c/s1600/Anak+Komodo+di+Rinca.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-Gs-eswVGv1k/TuxCE5MauFI/AAAAAAAAA2A/l9He6UD1Q9c/s320/Anak+Komodo+di+Rinca.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Komodo remaja di antara atap ilalang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-hnWZQ3PODHM/TuxL52QQDbI/AAAAAAAAA3I/STY02j_e9p0/s1600/Komodo+di+Rinca.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-hnWZQ3PODHM/TuxL52QQDbI/AAAAAAAAA3I/STY02j_e9p0/s320/Komodo+di+Rinca.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Liur yang mengering pada komodo dewasa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Namun jangan mengira dibalik kemalasan sikapnya ini Komodo tidakberbahaya. Jika jarak memungkinkan, dalam sekejap Komodo dapat merubahposisinya dan berlari mengejar mangsanya dalam kecepatan mencapai 20 km perjam. Karena itu sejak awal petugas jaga mewanti-wanti agar kami menjaga jarakdari komodo setidaknya tiga meter. Aku sendiri sempat mendekat hingga jaraksatu setengah meter untuk dapat memotret binatang pemalas ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kebiasaan Komodo yaitu berpura-pura tidur dekat genangan air. Ketika adarusa atau babi hutan yang minum di genangan air tersebut, saat itu lah komodoberaksi. &amp;nbsp;Dengan kecepatan lari dan ekornyainilah, Komodo akan memukul roboh mangsanya. Gigitan komodo juga memiliki dayabunuh luar biasa, karena dalam air liur komodo sering kali bercampur sedikitdarah karena giginya hampir seluruhnya dilapisi jaringan gingiva dan jaringanini tercabik selama makan. Kondisi ini menciptakan lingkungan pertumbuhan yangideal untuk bakteri mematikan yang hidup di mulut mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dengan lehernya yang besar, memangsa seekor babi hutan cukup hanya dalamhitungan menit karena komodo dengan mudah menelannya saja. Perut seekor komodoyang berumur lebih dari 25 tahun, mampu menampung daging seberat 30 kg. Dengankondisi demikian, komodo bisa bertahan tidak berburu lagi hingga 1 bulan lebih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Komodo memiliki lidah yang panjang, berwarna kuning dan bercabang. Komodojantan lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit dari abu-abugelap sampai merah batu bata, sementara komodo betina lebih berwarna hijau buahzaitun, dan memiliki potongan kecil kuning pada tenggorokannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Berat komodo betina dewasa yang berumur 25 tahun lebih yaitu sekitar 65 –70Kg. Adapun komodo jantan dengan usia yang sama memiliki tubuh yang lebihberat yaitu 100 – 110 Kg dengan panjang bisa mencapai 3,8 m.&amp;nbsp; Usia komodo rata-rata bisa mencapai 50 – 60tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Komodo berkembang biak dengan bertelur dengan jumlah hingga 20-30 butirsekali bertelur. Sebelum bertelur, induk Komodo membuat gundukan tanah di bawah pohon. Lubang-lubang tersebut dibuat lebih banyak dari telurnya dengan tujuan untuk mengecoh komodo lain agar tidak mudah menemukan telur. Komodo adalah binatang yang bersifat kanibal, yaitu bisa memangsa jenisnya sendiri terutama jika ukurannya lebih kecil. Bahkan dari sekian banyak telur tersebut akhirnya sebagian besar dimakan oleh induknya sendiri dan hanya tersisa rata-rata 5 – 7 butir telur hingga nanti menetas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menurut informasi, Komodo ini jumlahnya mengalami penurunan terus menerus, hal ini diakibatnya terjadi persaingan perebutan makanan dengan manusia yang seringmelakukan pencurian kayu atau perburuan liar di kawasan Taman Nasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dua jam kemudian kami memutuskan kembali. Karena kapal kami mengalami masalah, kami berpindah ke sebuah perahu biasa yang juga dimiliki oleh teman kami ini. Dalam perjalanan kembali ke Labuan Bajo, perahu kami sempat singgah ke pulau Kambing yang memiliki hamparan pasir putih. Di sana, kami menyempatkan berenang dan bermain &lt;i&gt;snorkling&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; mso-pagination: none; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perjalanan hari ini bukanlah berarti kami telah menuntaskan keinginan, masih terbersih harapan suatu ketika bisa benar-benar menginjakkan kaki di tanah langsung para melata prasejarah ini di Pulau Komodo, apalagi informasi tentang beberapa spot pantai dan terumbu karangnya yang jugasangat menawan makin menguatkan kami untuk sampai ke pulau di ujung ProvinsiNTT ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-1534341728542958898?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/1534341728542958898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/komodo-jejak-prasejarah-hidup.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/1534341728542958898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/1534341728542958898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/komodo-jejak-prasejarah-hidup.html' title='Komodo: Jejak Prasejarah Hidup'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MUi1ltU-IaA/TuxM63xzvFI/AAAAAAAAA3U/iyf3R6EOpw8/s72-c/Komodo+di+Rinca2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-839527818214919816</id><published>2011-12-08T18:22:00.005+08:00</published><updated>2011-12-19T12:15:09.633+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dermaga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelabuhan ende'/><title type='text'>Senja di Pelabuhan Ende</title><content type='html'>Ke Kota Ende. Untuk beberapa urusan. Urusan kantor dan urusan cinta hehehe...&lt;br /&gt;Setelah satu urusan rampung, aku berpikir untuk mencari ‘bahan’ untuk di potret. Beruhubung urusannya berlanjut esok hari. Sekitar jam 4 sore aku memulai ‘pencarianku’. Keliling kota ende yang kecil. Beberapa bibir pantia ku kunjungi untuk medapatkan ‘titik’ terbaik. Cuaca yang kurang mendukung sedikit mengganggu pencarianku. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-R1_JxBFAOWQ/TuChQCFHNMI/AAAAAAAAAOg/N6MxFnr3Pak/s1600/IMG_9163-2.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="426" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683720026549859522" src="http://2.bp.blogspot.com/-R1_JxBFAOWQ/TuChQCFHNMI/AAAAAAAAAOg/N6MxFnr3Pak/s640/IMG_9163-2.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="640" title="View senja di pelabuhan Ende" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah berkeliling beberapa saat, perut mulai menunjukan gejala butuh ‘asupan’ logistik hehehehe... Bakso kotak menjadi pilihan untuk ‘merawat’ perutku ini. Semangkok bakso dan segelas teh hangat, plus sebatang dji sam soe memberikanku kekuatan lagi untuk melanjutkan pencarianku.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-skYkh0n2tzM/TuChP9JTg5I/AAAAAAAAAOU/yrBfqxilL6k/s1600/IMG_9159.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="426" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683720025225266066" src="http://1.bp.blogspot.com/-skYkh0n2tzM/TuChP9JTg5I/AAAAAAAAAOU/yrBfqxilL6k/s640/IMG_9159.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mentok. Kalimat yang saat itu bermain di kepalaku. Atau aku yang kurang feel akibat kondisi cuaca. Dermaga Pelabuhan Ende akhirnya menjadi tujuan akhir untuk nongkrong. Sambil merokok tentunya. Menonton kecerian generasi penerus kota ende yang asik bermain sepeda di dermaga, loncat dari dermaga dan berenang ke tepian. Sungguh asik.&lt;br /&gt;Setengah jam berlalu. Mendadak terjadi perubahan warna langit. Sebelumnya datar dan gelap, menjadi kemerahan dalam gulungan awan. Langit memang susah diprediksi keadaannya. Dan ini kesempatan yang tidak kusia-siakan tentunya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XG0tFmFcePA/TuChPV_Bl-I/AAAAAAAAAOI/lpSXHQC0TRY/s1600/IMG_9156-2.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="426" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683720014713165794" src="http://1.bp.blogspot.com/-XG0tFmFcePA/TuChPV_Bl-I/AAAAAAAAAOI/lpSXHQC0TRY/s640/IMG_9156-2.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam mengabadikan senja di Pelabuhan Ende. Seadanya. Sesuai kemampuan... di bantu gradual ND dan grad-tobbacco TIAN YA...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-IOa5oOahDf0/TuChPTj6Z0I/AAAAAAAAAN8/6rU8QlEHbHs/s1600/IMG_9147.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="426" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683720014062577474" src="http://2.bp.blogspot.com/-IOa5oOahDf0/TuChPTj6Z0I/AAAAAAAAAN8/6rU8QlEHbHs/s640/IMG_9147.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebatang dji sam soe mengakhiri semuanya. Sambil menatap langit indah yang perlahan diselimuti malam. Pelabuhan Ende perlahan menjadi sepi. Tinggal riak ombak dan alunan suara musik melayu dari kapal barang yang sandar di dermaga. Saatnya pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-odYb5wKK1F4/TuChQdgaIPI/AAAAAAAAAOw/uoAXTGJKEVA/s1600/IMG_9170-2.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683720033912103154" src="http://2.bp.blogspot.com/-odYb5wKK1F4/TuChQdgaIPI/AAAAAAAAAOw/uoAXTGJKEVA/s1600/IMG_9170-2.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------&amp;gt;Ende, 6 Desember 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-839527818214919816?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://nagephotoclub.blogspot.com/2011/12/senja-di-pelabuhan-ende.html' title='Senja di Pelabuhan Ende'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/839527818214919816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/senja-di-pelabuhan-ende.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/839527818214919816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/839527818214919816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/senja-di-pelabuhan-ende.html' title='Senja di Pelabuhan Ende'/><author><name>Skrumpeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508143472404915087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-KaBGsE70axM/TplfCf-TljI/AAAAAAAAAAc/eTXLJ_x8Tvw/s220/propic01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-R1_JxBFAOWQ/TuChQCFHNMI/AAAAAAAAAOg/N6MxFnr3Pak/s72-c/IMG_9163-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-5374163512321275213</id><published>2011-12-06T17:54:00.001+08:00</published><updated>2011-12-19T12:13:22.371+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pantai Pipitolo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nagekeo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nangaroro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbay'/><title type='text'>Tapaleuk Nagekeo (Bagian II)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ua5f9oDMAWs/Tt4V32eUapI/AAAAAAAAA1I/OetdAyLQgRs/s1600/_MG_4299.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://2.bp.blogspot.com/-ua5f9oDMAWs/Tt4V32eUapI/AAAAAAAAA1I/OetdAyLQgRs/s640/_MG_4299.jpg" width="640" title="Fotografer mempersiapkan kamera untuk memotret di pantai Pipitolo"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tapaleuk Pantai Pipitolo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jam dua lewat tiga puluh menit, aku bertiga dengan Kadek dan Eddy sudah siap di hotel, rencana perjalanan kita majukan supaya kita punya waktu lebih untuk mengeksplorasi daerah tujuan. Argumentasi yang masuk akal dari Eddy, sehingga begitu persiapan semua peralatan selesai kita langsung meluncur menjemput Didi. Pey yang biasanya menyetir mobil kali ini tidak ikut, sebagai gantinya untuk perjalanan berangkat Kadek lah yang menjadi driver. Kemarin Pey memang tampaknya lelah setelah pergi ke Mauponggo sehingga aku memutuskan menggunakan mobilnya saja. Dan ini adalah pengalaman pertama Kadek mengendarai ‘Ford Ranger’ menjelajahi medan Mbay-Nangaroro, jadi acara berdoa masing-masing dimulai sebelum perjalanan dilakukan hahahaha.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-tSituP28s8Q/Tt4WbWw6gYI/AAAAAAAAA1Q/OKd2oILfsO0/s1600/_MG_4301.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-tSituP28s8Q/Tt4WbWw6gYI/AAAAAAAAA1Q/OKd2oILfsO0/s400/_MG_4301.jpg" width="265" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hari Minggu memang kadang agak menyusahkan, apalagi kalau bukan masalah perbekalan karena seluruh toko tutup hari Minggu seperti ini. Setelah mengisi perut terlebih dahulu dan mengisi solar di pom bensin, kendaraan ‘Ford Ranger’ kami langsung melesat membelah jalur lurus kota menuju ke arah jalur Mbay-Ende. Masalah kendaraan juga hampir kita salah isi, di depan pom bensin kita nyaris mau mengisi kendaraan dengan bensin, untung waktu telepon Pey diangkat jadi kita tahu kalau kendaraan ini berbahan bakar solar. Coba kalau sampai salah seperti kejadian dulu, alamat bakal hancur nih mobil hehehehe.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Cuaca sepanjang jalan cerah walaupun di daerah Aigela mendung dan kita melihat bukit-bukit sedang diguyur hujan yang lebat namun untungnya jalan sendiri tidak ada hujan. Kita sempat juga menaikkan empat anak kecil dan seorang ibu yang sedang jalan kaki menuju ke perkampungan sebelah. Mereka naik di bagian belakang yang berupa bak terbuka, Eddy beberapa kali harus mengingatkan anak-anak itu supaya tidak duduk di pinggir atau berdiri di atap karena memang anak-anak suka dengan sensasi yang kadang kurang disadari bahayanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Beberapa menit setelah melewati pertigaan Nangaroro, kendaraan kita berbelok ke kanan di pertigaan sebelum Puskesmas Nangaroro sampai menuju pinggir pantai, setelah menelusuri pantai beberapa meter Kadek menghentikan kendaraan di depan sebuah sekolah SD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Turun ke pantai kita disambut hamparan batu putih sebesar buah kelapa memenuhi sepanjang alur pantai yang sebenarnya berpasir hitam ini. Vegetasi pohon Waru, Pandan Hutan, Kelapa dan Cemara paling banyak ditemui di sekitar area pantai ini. Ombak pantai keras menampar bebatuan sebelum tertarik kembali ke laut, saat ini memang bulang baru separuh yang artinya sore hari justru sendang puncaknya pasang. Menurut orang yang nanti aku temui, pantai ini dinamakan Pantai Pipitolo.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebenarnya, beberapa tahun lalu sebelum tahun 2000 Eddy sendiri pernah sampai ke sini dan pantai Pipitolo ini tidak ada bebatuan ini hanya sebuah hamparan pantai berpasir hitam.  Mereka menyebut batu-batu putih yang kini memenuhi hamparan pantai muncul dengan sendirinya belakangan ini, fenomena ini belum ada penjelasannya sedangkan masyarakat sendiri lebih mudah menghubungkan kejadian seperti ini dengan hal-hal yang mistis. Kondisi beberapa tempat yang berupa bukit-bukit terjal memang memungkinkan batu-batu gunung runtuh ke laut dan berproses kembali sehingga menghasilkan batu-batu bulat berwarna putih ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ldupsy6b9Ys/Tt4ZWouhwAI/AAAAAAAAA1c/FIVACSz3B48/s1600/_MG_4289.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://1.bp.blogspot.com/-ldupsy6b9Ys/Tt4ZWouhwAI/AAAAAAAAA1c/FIVACSz3B48/s640/_MG_4289.jpg" width="426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sayangnya dari sini, matahari senja tenggelam di bagian lain pulau Flores yang menjorok ke laut sehingga kami tidak bisa benar-benar melihat matahari terbenam walau sebenarnya posisi saat bulan begini saat memudahkan daerah berpantai di sisi selatan melihat matahari terbit dan terbenam di cakrawala tanpa terhalangi seperti halnya di pantai Mbuu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kami terus menelusuri pantai ke arah Timur karena di dekat sekolahan dan puskesmas banyak ditemui beberapa sampah berserakan walau tidak seberapa. Di daerah yang langsung berhadapan dengan perbukitan terjal barulah kami menemukan hamparan batuan yang masih bersih, sepertinya masih jarang orang yang sampai ke tempat ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Acara hunting foto ini sedikit menimbulkan insiden. Insiden pertama menimpa Kadek. Awalnya aku yang pertama yang naik ke atas batu bertanah yang berbentuk kerucut tumpul terbalik untuk mendapatkan spot aliran air yang tertarik kembali ke laut setelah terhempas di bebatuan. Tak lama kemudian Didi menyusul di sambung Kadek. Aku terus menjepretkan kamera untuk mendapatkan gambar aliran yang bagus, kuhitung setidaknya ada lima belas foto di titik yang sama. Didi turun terlebih dahulu menyusul Eddy yang terus menyusuri pantai ke Timur. Aku turun terlebih dahulu sementara Kadek masih di atas batu, saat loncat itulah terjadi insiden. Entah pecahan kaca dari mana, saat turun tiba-tiba tangan Kadek menyentuh pecahan kaca, karena dalam posisi meloncat tentu saja tangannya menekan lebih kuat. Tak ayal, pecahan kaca itu mengiris kulit telapak tangan sampai ke daging. Karuan saja, darah segar langsung mengucur dari lukanya. Tapi dasar anak geblek, dia cuma cengar-cengir meringis sambil mengisap darahnya, takut rugi darahnya habis rupanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-d6uSi0lyaPw/Tt4eFYU5HSI/AAAAAAAAA1w/BTJTpVSn1pA/s1600/_MG_4309.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/-d6uSi0lyaPw/Tt4eFYU5HSI/AAAAAAAAA1w/BTJTpVSn1pA/s400/_MG_4309.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Insiden kedua, saat aku hendak menyusul Eddy dan Didi ketemu Charles yang ternyata baru berenang. Ternyata waktu dia berenang, kunci motor ada di sakunya. Wal hasil, setelah berenang dia harus rela kehilangan kunci motor.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah beberapa lama berjalan tidak menemui jejak kedua mahluk itu, aku berhenti saja di bawah cemara yang tumbuh menjorok ke laut tempat Eddy pertama mengambil spot. Langit selatan tampak mendung pekat, kilatan-kilatan petir bersahutan menandakan hujan badai sedang terjadi di tengah laut. Akhirnya aku melihat Didi dan Eddy kembali, akhirnya kita kembali ke tempat semula. Dari Eddy baru aku tahu, kalau dia juga baru mengalami luka akibat mata kakinya terperosok ke batu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Memang kalau berjalan di sini harus ekstra hati-hati. Batu-batu bulat putih memang menarik untuk digunakan berjalan tapi sekaligus mudah bergerak sehingga rawan tergelincir. Aku sendiri beberapa kali nyaris tergelincir sehingga memilih menginjak batu-batu yang bentuknya agak ceper.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Selesai berbenah aku ganti kebingungan karena tidak menemukan Didi, sepertinya Didi berjalan saat aku dan Eddy sedang mencoba peruntungan memotret kilatan-kilatan petir walau berakhir nihil. Setelah beberapa kali dikontak akhirnya Didi menjawab telpon dan meminta kita menjemputnya di puskesmas, rupanya Didi sedang mencari obat dan plester di puskesmas untuk Kadek.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_iT1q4xdO48/Tt4Z3bck45I/AAAAAAAAA1k/Nbt9Yst3trE/s1600/_MG_4322.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://1.bp.blogspot.com/-_iT1q4xdO48/Tt4Z3bck45I/AAAAAAAAA1k/Nbt9Yst3trE/s400/_MG_4322.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Karena tangan Kadek sedang terluka mau tidak mau aku yang harus ganti memegang setir. Sesampainya di depan puskesmas aku melihat Charles dan seorang montir sedang mencoba membongkar motor miliknya yang sudah hilang kunci. Karena hari Minggu agak lama juga menunggu perawat, aku menawarkan Kadek membungkus lukanya dengan daun Waru untuk menghentikan darahnya tapi rupanya dia memilih menunggu perawat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku dan Eddy sempat berbincang dengan ibu-ibu yang sedang rawat inap. Darinya aku mendapatkan cerita tentang pantai Pipitolo ini termasuk sebuah pantai yang katanya lebih bagus dari pada pantai Pipitolo. Katanya untuk ke sana dari pertigaan setelah jembatan Nangaroro masuk ke kiri menuju ke pantai sekitar tujuh kilometer ke arah Selatan. Dari pantai sana, kita bisa bebas melihat matahari tenggelam di cakrawala barat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jam tujuh lewat tiga puluh menit, kami mulai berangkat kembali ke Mbay. Perjalanan pulang kami harus menambah seorang penumpang, teman Charles yang ikut menumpang ke Mbay. Perjalanan lebih santai karena dari awal aku bilang kalau aku menyetir cenderung santai tidak terburu-buru. Kebetulan pula beberapa ruas jalan sedang ada pekerjaan besar pemangkasan bukit sehingga ruas-ruas jalan menjadi menyempit karena sebagian badan jalan dipenuhi longsoran tanah dan batuan sehingga tentu tidak nyaman kalau memaksa kendaraan berlari.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Karena perut yang kosong, kami memutuskan untuk berhenti di sebuah warung di Aegela yang merupakan persimpangan antara ke Bajawa dan ke Mbay. Setelah menghentikan kendaraan di depan sebuah terminal, kami berempat memesan mie telur rebus. Hawa agak dingin karena memang pertigaan ini agak di ketinggian. Untunglah penjual warung ini buka sampai jam sembilan malam, karena kalau tidak ada warung ini alamat kita harus menahan lapar satu jam lagi sampai di Mbay. Kami memasuki kota Mbay sekitar jam sepuluh lewat dua puluh menit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-5374163512321275213?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/5374163512321275213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/tapaleuk-nagekeo-bagian-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/5374163512321275213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/5374163512321275213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/tapaleuk-nagekeo-bagian-ii.html' title='Tapaleuk Nagekeo (Bagian II)'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ua5f9oDMAWs/Tt4V32eUapI/AAAAAAAAA1I/OetdAyLQgRs/s72-c/_MG_4299.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-2498794919019788902</id><published>2011-12-05T23:37:00.001+08:00</published><updated>2011-12-06T08:49:47.993+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rendu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesidari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perbukitan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nagekeo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbay'/><title type='text'>Tapaleuk Nagekeo (Bagian I)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-RaXAd_RicsA/TtzpbdVDE2I/AAAAAAAAAzo/-FhuMbYG5wY/s1600/nagekeo+0028.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="404" src="http://1.bp.blogspot.com/-RaXAd_RicsA/TtzpbdVDE2I/AAAAAAAAAzo/-FhuMbYG5wY/s640/nagekeo+0028.jpg" title="Merah saga di atas langit Perbukitan Mbay" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tapaleuk Perbukitan Rendu&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Debu naik tinggi saat roda-roda truk menerobos jalan tanah kering berbatu. Debu nyaris menghalangi pendangan mata memaksa kami menutup kaca kendaraan. Tapi Pey yang mengendarai kendaraan yang kami tumpangi tetap melaju menembus bubungan debu jalan, menunjukkan kepiwaiannya yang sudah malang melintang dengan daerah Nagekeo yang penuh dengan jalan meliuk-liuk ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perjalanan ke Rendu yang melintasi jalur tengah merupakan jalan terdekat untuk menuju ke Bajawa, ibukota kabupaten Nagekeo ini memang dipenuhi dengan jalan naik turun dengan tikungan tajam mungkin karena daerah adalah kawasan perbukitan bebatuan, sepanjang jalan banyak diapit bukit-bukit berbatu yang telah terpotong. Jalannya pun banyak berupa jalan yang sempit sehingga kalau harus berpapasan dua kendaraan roda empat harus salah satu mengalah dahulu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lrq5nqv4AVY/Ttzrj-hV_6I/AAAAAAAAAz8/M08dcEKkH-Q/s1600/nagekeo+003-II.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://2.bp.blogspot.com/-lrq5nqv4AVY/Ttzrj-hV_6I/AAAAAAAAAz8/M08dcEKkH-Q/s320/nagekeo+003-II.jpg" title="View senja hari di kawasan perbukitan Rendu" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekitar jam lima lewat dua puluh kami sampai di kawasan Rendu. Rendu ini merupakan kawasan perbukitan kosong yang sangat luas, daerah yang sangat cocok untuk dikembangkan sebagai kawasan ternak. Walaupun ketinggiannya sekitar 450 meter, namun rupanya Rendu bukanlah daerah subur. Meski masih terlihat kering namun rumput-rumput mulai tampak tumbuh menghijau. Hujan yang sekali dua turun beberapa waktu lalu kemungkinan penyebabnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari Rendu ini bisa dilihat gunung Ebulobo yang sering tampak diselimuti awan bagian tengahnya dan gunung Inerie yang tampak bagai sebuah cungkup runcing segitiga. Menurut Didi yang pernah naik di kedua gunung, Ebulobo jauh lebih mudah didaki daripada Inerie karena gunung Inerie bagian atasnya lebih banyak dipenuhi pasir sehingga mudah longsor.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di atas salah satu bukit kami duduk-duduk menunggu senja turun. Matahari kuning sempat muncul sesaat sebelum awan menelannya kembali. Keasyikan menikmati senja di sini, entah sudah berapa banyak mangga yang masuk ke perutku. Mangga-mangga ini kami beli di pertengahan jalan menuju kesini, di daerah itu beberapa rumah yang punya mangga menjual mangganya di depan rumah, waktu itu yang menjual mangga seorang anak kecil perempuan. Ada sekitar dua puluh buah mangga, karena kami mendapat harga lima ribu rupiah per harga lima buah. Mangga-mangga ini rasanya manis bahkan walau masih keras, sehingga sedikit membuat aku dan yang lain agak lupa diri. Nanti setelah ini ada yang harus rela perutnya mulas karena sudah dalam kategori overdosis makan mangga hahaha.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah malam turun kami turun kembali ke Mbay, di rumah pak Ndus kami singgah dan ngobrol-ngobrol ditemani segelas kopi yang nikmat. Kadek sepertinya ketagihan sama kopi pak Ndus. Tanpa sadar jam 22.20 saat kami pamit dari rumah pak Ndus, suasana beranda rumahnya yang adem membuat kami jadi betah disana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tapaleuk Perbukitan Kesidari&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ini adalah daerah yang paling sering aku kunjungi karena memang letaknya dekat dari Mbay. Dulunya kalau aku memotret disini sering aku tulis sebagai kawasan perbukitan Mbay, ternyata nama daerah ini adalah Kesidari.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-jFpfJ_wg99M/Ttzp7apgYaI/AAAAAAAAAzw/TI4zksFKsXE/s1600/nagekeo+021-II.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-jFpfJ_wg99M/Ttzp7apgYaI/AAAAAAAAAzw/TI4zksFKsXE/s400/nagekeo+021-II.jpg" title="Langit senja di perbukitan Kesidari" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Besok sorenya, kami kembali tapaleuk ke kawasan perbukitan Mbay yang baru aku tahu namanya kalau daerah ini namanya Kesidari. Kalau kemarin kami hanya berempat maka kali ini mas Didi ikut serta, sayang Selvianto tidak bisa ikut karena sedang keluar kota untuk mempersiapkan pernikahannya. Di kawasan perbukitan Kesidari, kami memilih daerah yang cukup tinggi untuk bisa mendapatkan view senja. Sekarang kawasan perbukitan ini sering secara olok-olok kami sebut dengan TK (Tai Kerbau) karena memang banyak sekali ranjau tahi sapi di sepanjang perbukitan ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Agak berbeda dengan dua minggu sebelumnya dimana kawasan ini lebih kering dengan rumput-rumput kering berwarna putih, sekarang telah tumbuh rumput-rumput hijau walau belum cukup rata. Hujan masih belum turun banyak sehingga belum semua daerah perbukitan hijau rata.Sore itu perbukitan di bawah tidak turun kabut seperti biasanya, langit sedang cerah walaupun di ujung barat matahari masih terhalang awan tipis. Bulan separuh tepat berada di atas kepala saat jam menunjukkan pukul enam sore. Berbeda dengan dua minggu kemarin yang saat matahari tenggelam di sisi timur bulan purnama kuning sebesar tempayah muncul di sebelah timur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Minggu pagi berikutnya, kami berempat, aku dengan Kadek, Eddy dan Didi kembali ke Kesidari dengan sepeda motor . Kali ini motor bergerak lebih jauh. Target kita kali ini adalah di kawasan perbukitan di sisi sebelah selatan bukit TK. Berangkat sekitar jam lima lewat tiga puluh pagi, aku yang hanya memakai rompi dan Kadek yang hanya berbaju kaos dalam putih harus rela kedinginan di boncengan saat motor-motor kami melintas ke arah perbukitan. Ini berbeda dengan penampilan Eddy dan Didi yang lengkap berjaket dan tas kamera model punggung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jsJeNaG5Unk/Ttzt2j8DQzI/AAAAAAAAA0I/U5m9GqAf86M/s1600/_MG_4213.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://3.bp.blogspot.com/-jsJeNaG5Unk/Ttzt2j8DQzI/AAAAAAAAA0I/U5m9GqAf86M/s400/_MG_4213.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kawasan Kesi deri ada banyak pohon yang baru belakangan baru kuketahui kalau itu adalah pohon Mengkudu hutan. Bentuk daunnya lebih kecil dibanding dengan daun Mengkudu pada umumnya, dan itu yang membuatku hampir tak mengenali. Buahnya yang bulat dan kecil-kecil juga berbeda, yang sama adalah motif dan bau buahnya. Sepertinya penduduk sekitar tidak memanfaatkan keberadaan pohon ini kecuali sekedar untuk kayu bakar, karena sepertinya pohon-pohon ini tumbuh liar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kami sempat menelusuri perbukitan sampai kesisi miring menuju ke arah bawah lembah. Sisi bawah lembah ternyata banyak pepohonan, mungkin karena letaknya yang terlindungi sehingga bagian lembah tidak kering seperti bagian atas. Beberapa rombongan sapi melintas di kawasan perbukitan ini, baru kutahu kemudian bahwa masyarakat juga biasa tidak mengandangkan ternak melainkan hanya menggiring ternak-ternak ke lembah saja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-2498794919019788902?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/2498794919019788902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/tapaleuk-nagekeo-bagian-i.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/2498794919019788902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/2498794919019788902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/12/tapaleuk-nagekeo-bagian-i.html' title='Tapaleuk Nagekeo (Bagian I)'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-RaXAd_RicsA/TtzpbdVDE2I/AAAAAAAAAzo/-FhuMbYG5wY/s72-c/nagekeo+0028.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-2184588220446198287</id><published>2011-11-23T18:03:00.001+08:00</published><updated>2011-11-24T20:26:04.693+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='larantuka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Flores Timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hading'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kawaliwu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nusa tenggara timur'/><title type='text'>Mandi di Pantai Malam-malam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YEj1v7Tiz5c/TszeUomLhuI/AAAAAAAAAy4/OkYWnT3xKb4/s1600/_MG_4056.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="398" src="http://1.bp.blogspot.com/-YEj1v7Tiz5c/TszeUomLhuI/AAAAAAAAAy4/OkYWnT3xKb4/s640/_MG_4056.jpg" width="640" title="View senja di pantai Kawaliwu"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ha! akhirnya aku berhasil mandi malam-malam di pantai, tustas sudah hasratku untuk bisa mandi di Pantai Kawaliwu ini malam-malam. "Lho apa sih nikmatnya mandi di laut malam, kan dimana-mana bisa" mungkin itu pikiranmu atau pikiran orang lain melihat aku semangat sekali menulis hanya untuk sebuah mandi malam di pantai lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5873SmRNetI/TszeY6t-mNI/AAAAAAAAAzI/M4NlI_T1D6U/s1600/IMG_0246.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="246" src="http://2.bp.blogspot.com/-5873SmRNetI/TszeY6t-mNI/AAAAAAAAAzI/M4NlI_T1D6U/s400/IMG_0246.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kalau mandi malam sih memang biasa, mandi malam di laut juga sebenarnya pernah juga. Tapi untuk mandi di Pantai Kawaliwu ini lain ceritanya. Tak lain dan tak bukan karena di Pantai Kawaliwu ini ada banyak sumber air panas yang mengalir di celah bebatuan di pinggir pantai. Asyik kan, mau berenang malam-malam dingin sekali pun tidak masalah karena air panas alami selalu tersedia yang penting mau bikin lubang tampungan air saja. Cerita Pantai Kawaliwu tak perlu aku ceritakan lebih jauh ya karena sudah pernah aku tulis dua kali, yang pertama &lt;a href="http://awalnya.blogspot.com/2010/03/senja-di-kawaliwu-sunset-on-kawaliwu.html" target="_blank"&gt;Sunset di Kawaliwu&lt;/a&gt; yang aku tulis di bulan Maret 2010 saat aku pertama kali mengunjungi tempat ini dan yang kedua &lt;a href="http://awalnya.blogspot.com/2011/06/nyiur-dan-senja.html" target="_blank"&gt;Nyiur dan Senja&lt;/a&gt; yang ditulis bukan Juni 2011.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebenarnya ceritaku kali ini bukan cuma masalah mandi malam tapi juga pengalaman pertama naik pesawat kecil Cesna Grand Caravan dengan balik-balik satu biji di depan. Pesawat berpenumpang 12 orang inilah yang membawaku terbang dari Kupang ke Larantuka. Walaupun ada embel-embel propeler jet (memang agak beda dengan pesawat lama karena di bagian samping baling-baling satu biji terdapat knalpot besar) tetep aja rasanya berbeda jauh dengan pesawat jet. Tapi tetap lebih untung naik pesawat ini ke Larantuka daripada dua kali perjalanan, Kupang-Maumere disambung perjalanan darat Maumere-Larantuka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Susi Air lumayan tepat waktu maklum jadwal penerbangannya padat terutama ke daerah-daerah yang sudah tidak diminati penerbangan komersil, bisa dikatakan Susi Air ini pesawat perintis komersil. Jam sembilan, aku bertiga bareng Kadek dan bos Joko sudah ada di ruang tunggu bandara Eltari, dan setengah jam kemudian suara merdu wanita memanggil penumpang untuk naik ke pesawat. Sebelum naik ke pesawat ternyata kami dikumpulkan di bawah untuk mendapatkan instruksi penyelamatan penerbangan oleh mas-mas. Jadi semua mendengarkan sambil berlindung di bawah sayap pesawat karena memang panas Kupang lagi bener-bener tidak bisa diterima akal sehat hehehehe. Untungnya mas-mas penganti pramugari menyadari kondisi itu sehingga cukup satu bahasa Indonesia saja, entah mungkin saja dia tidak lancar pakai bahasa Inggris. Ah tak masalah, yang penting masuk pesawat. Untung ini pesawat ini masih baru jadi tempat duduknya masih enak dan biar pun kecil hanya untuk 12 penumpang (14 orang kalau dihitung dengan pilot dan copilotnya) tapi rupanya tetep ada AC-nya. Karena aku dan Kadek baru pertama kali naik pesawat kecil begini, maka kita langsung mengincar tempat duduk di samping apalagi kalau bukan mau cari obyek foto dari atas pesawat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3_ziT3zHQH8/TszfPqK7QrI/AAAAAAAAAzU/NwOuuarsBx4/s1600/_MG_3990.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/-3_ziT3zHQH8/TszfPqK7QrI/AAAAAAAAAzU/NwOuuarsBx4/s400/_MG_3990.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dan ini dia keuntungan kedua, karena pesawat kecil jadi terbangnya juga tidak terlalu tinggi tapi juga tidak rendah amat-amat lah bisa-bisa nabrak pohon kelapa dong. Pesawat menyusuri pinggiran pulau Timor ke arah Timur, perkiraanku sampai di bagian selatan SoE baru pesawat berbelok ke arah Utara menuju ke arah pulau Solor, dari pulau Solor pesawat bergerak terus ke utara menyusuri ujung Barat pulau Adonara hingga kemudian pesawat berbelok ke Barat untuk mendaratkan pesawatnya ke bandara Gewayantana. Begitu pesawat turun ke bawah, pilotnya yang bule mengucapkan kata-kata selamat jalan dan sebagainya dalam bahasa Indonesia dengan logat khas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Begitu mendarat aku harus mengucak-ngucak telinga yang terasa agak sakit, yah maklum saja itu pilot saja pake headset besar buat menutup telinganya lha kita penumpang malah rela &amp;nbsp;menelan semua suara bising pesawat bagaimana tidak jadi sakit. Untung aku tidak sedang pilek, kalau saja sedang pilek pasti penerbangan ini akan menjadi penerbangan yang menyiksa. Pelajaran hari ini, jangan lupa pakai headset besar dan setel musik kalau suatu ketika naik pesawat seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Karena hari pertama terlalu lelah untuk perjalanan sehingga kita memutuskan kalau ada waktu akan kita set untuk perjalanan di hari kedua. Untung di hari kedua kegiatan hanya berlangsung sampai siang hari sehingga kita punya waktu longgar. Begitu jam empat kita sudah mulai siap-siap, celana renang langsung kupakai dan kurangkap dengan celana sepanjang butut hijau lumut sepanjang lutut. Pak Joko yang belum pernah ke Kawaliwu berhasil aku ajak untuk ke sana dan berenang sehingga masing-masing membawa handuk. Akhirnya setelah perjalanan setengah jam melewati bagian leher kepala pulau Flores sampailah kita di Kawaliwu dan seperti biasa, kendaraan langsung di arahkan ke tanah agak tinggi yang ada kumpulan batu-batu hitam besar menjorok ke laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-QM_2mZ6gOqw/TszfRMlew2I/AAAAAAAAAzc/OhqtgH7FWHU/s1600/_MG_4046.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/-QM_2mZ6gOqw/TszfRMlew2I/AAAAAAAAAzc/OhqtgH7FWHU/s400/_MG_4046.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Karena matahari masih terlalu panas, aku dan Kadek memanfaatkannya untuk memotret, sebenarnya bukan memanfaatkan karena dari awal memang salah satu tujuan kita kesini ya untuk memotret. Karena di Flores Timur, dari sini lah kita bisa leluasa melihat matahari terbenam. Tapi tidak seperti biasanya, rupanya kali ini posisi tenggelam &amp;nbsp;jauh ke arah pulau tidak seperti pada bulan Maret kemarin dimana matahari tenggelam tepat di horison laut. Aku terlupa kalau bulan November ini matahari lebih condong ke selatan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku sempat mendapati seseorang yang berdiri memancing di atas salah satu batu paling pinggir ke laut juga seorang tua berewokan bertelanjang dada dengan badan kurus tipis dan rambut keriting keputihan. Dengan posisi yang duduk diam tenang di atas batu hitam besar, sepertinya Kadek agak takjub, semoga saja dia tidak sedang mengira bertemu pertapa sakti seperti Dalsingh hahahaha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di bagian bawah tepat di tempat cerukan sumber air panas ternyata sudah ramai orang yang berkumpul disitu. Sepertinya mereka rombongan satu mobil lengkap dengan perlengkapan amunisi makanan. Jam sudah menunjukkan lewat enam saat rombongan itu mulai mandi di laut. Rupanya air laut sudah mulai pasang kembali, teringat aku menaruh peralatan kameraku di batuan pinggir laut agak jauh dari sini aku segera berlari mencari dengan bertelanjang kaki. Untung peralatan kameraku dan Kadek masih belum sampai terkena air laut walau sudah di pinggir sekali. Yang sial justru aku malah kehilangan sandal yang juga aku taruh di pinggir laut karena baru ingat setelah selesai mandi dan laut sudah pasang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-I0mfhtNtub8/TszeWCQarEI/AAAAAAAAAzA/PuaM2CyODC8/s1600/_MG_4061.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://2.bp.blogspot.com/-I0mfhtNtub8/TszeWCQarEI/AAAAAAAAAzA/PuaM2CyODC8/s400/_MG_4061.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya aku dan pak Joko juga ikut menyusul terjun ke laut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Air lautnya sangat bening walau batuan dan pasirnya berwarna hitam, bahkan dalam keadaan gelap aku masih bisa melihat samar-samar kakiku di dalam air. Sekitar sepuluh menit aku dan pak Joko mandi sementara Kadek hanya berdiri di pinggir laut walaupun tadinya juga sudah berencana mandi. Rupanya dia baru ingat kalau badannya masih luka-luka akibat kecelakaan kendaraan minggu kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebenarnya berenang lebih lama lagi sudah masih enak karena kalau sudah mulai dingin tinggal kita berpindah di pinggir yang agak hangat karena bercampur antara air laut dan air panas. Aku kemudian ikut berkumpul bersama rombongan tadi duduk di pinggir sumber air panas. Salah satu rombongan kalau tidak salah salah satu bernama mas Dirga menawarkan gayung air. Begitu aku siramkan, spontan aku teriak. Busyet, kutu busuk seragunan, airnya memang terasa panas sekali. Ini pasti gara-gara aku dan pak Joko habis berenang di air dingin, pantas saja tadi juga aku dengan pak Joko berteriak ternyata memang panas. Tapi nekat saja, aku siramkan air yang terasa menyengat kulit ini beberapa kali ke tubuhku. Walaupun disini sumber air panas alam tapi airnya tidak berbau belerang, dan tetap tawar. Hanya kadang-kadang saja saat pasang naik tinggi sekali terutama bila purnama maka airnya menjadi agak payau karena bercampur dengan air laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya tuntas sudah keinginanku untuk mandi di Kawaliwu, tapi sepertinya tetap akan menyenangkan berenang disini. Kapan lagi bisa berenang di laut dengan air panas alami yang bersih di pinggir laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-2184588220446198287?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/2184588220446198287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/11/mandi-di-pantai-malam-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/2184588220446198287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/2184588220446198287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/11/mandi-di-pantai-malam-malam.html' title='Mandi di Pantai Malam-malam'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YEj1v7Tiz5c/TszeUomLhuI/AAAAAAAAAy4/OkYWnT3xKb4/s72-c/_MG_4056.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-5999746079789994628</id><published>2011-11-20T06:33:00.001+08:00</published><updated>2011-11-24T20:27:47.511+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kambajawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Deri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='marapu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumba Tengah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nusa tenggara timur'/><title type='text'>Kampung Kambajawa Deri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XlooD7aoAk8/TshoRughesI/AAAAAAAAAxg/c35CiI3oVHI/s1600/_MG_3933.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="380" src="http://1.bp.blogspot.com/-XlooD7aoAk8/TshoRughesI/AAAAAAAAAxg/c35CiI3oVHI/s640/_MG_3933.jpg" width="640" title="Masuk menuju ke rumah dalam di kampung Kambajawa Deri" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari balik kaca ruangan kantor, aku memandang hujan di luar yang tumpah dari langit begitu lebatnya. Langit gelap menandakan bahwa hujan kali ini hampir merata diseluruh tempat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menurut Enos, hampir tiap hari hujan turun mengguyur Sumba Tengah sejak dari bulan Oktober. Padahal perjalananku dari Waingapu ke Waibakul aku banyak menemui padang-padang dan perbukitan savana yang masih kering, menandakan bahwa hujan belum juga turun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-h_dmyrb7RU4/TshoGCs1psI/AAAAAAAAAxY/M3vj1x_jDEc/s1600/_MG_3890.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://3.bp.blogspot.com/-h_dmyrb7RU4/TshoGCs1psI/AAAAAAAAAxY/M3vj1x_jDEc/s400/_MG_3890.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Suasana di kota Sumba Tengah masih terasa suasana perkampungan, kota yang masih banyak dikelilingi persawahan ini terasa menyenangkan. Pagi hari selalu dimulai dari kabut tebal yang secara pelahan naik seiring naiknya matahari. Masih mudah menemui rumah-rumah asli Sumba dan batu-batu kubur, namun sayangnya sebagian rumah-rumah itu sudah banyak yang telah dimodifikasi seperti atapnya yang sebagian besar sudah menggunakan seng bukan alang-alang, batu-batu kubur dari beton yang telah dikeramik bukan dari batu asli yang dipotong. Sebenarnya ada beberapa perkampungan yang suasananya masih asli namun sayang lokasi agak jauh dan agak sulit ditempuh jika masih sering hujan seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-623MO5A-yDc/TshrAuNCGaI/AAAAAAAAAyU/Rcib9mzgpTM/s1600/_MG_3971-w.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="316" src="http://1.bp.blogspot.com/-623MO5A-yDc/TshrAuNCGaI/AAAAAAAAAyU/Rcib9mzgpTM/s640/_MG_3971-w.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Untungnya Enos yang tiap pagi rajin mengantarku mengatakan kalau perkampungan dari neneknya yang berada di daerah Deri tidak jauh dari kota sekitar sepuluh kilometer saja. Bahkan para penghuni di daerah itu masih erat memegang kepercayaan Marapu. Informasi yang tidak bisa ditolak, apalagi menurut kabar di lokasi ini pernah digunakan untuk syuting Etnic Runaway. Hari ketiga aku, teman dan Enos menjelang sore sudah jalan menuju ke lokasi, beberapa kilometer setelah percabangan kompleks Kantor Bupati, Enos membelokkan mobil ke kanan masuk ke jalan agak kecil. Jalan menanjak dan berliuk-liuk langsung menhadang kami, untunglah walau jalan tidak beraspal namun kondisi jalan yang disusun dari batu kapur masih bagus dan tidak terpengaruh kondisi hujan sehingga dengan mudah Enos meliuk-liukkan mengikuti kontur jalan yang terus menanjak menerobos diantara hutan kebun milik penduduk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Suasana saat ini memang kurang menentu, kabut datang dan pergi dengan cepat. Namun menjelang di ujung jalan cuaca kembali terang walau masih mendung rata di langit. Kami berhenti tepat di samping sebuat kubur batu besar yang masih terdapat sebuah karangan bunga yang masih baru. Tampaknya ada yang baru dimakamkan di dalam kubur baru yang sudah tampak tua ini. Kubur batu megalitik ini dibuat dari 2 buah baru utama, batu pertama berupa batu kotak yang tengahnya dilubangi sebagai tempat untuk jenazah, sedangkan batu kedua berupa batu persegi berbentuk plat untuk penutup. Satu batu kubur ini bisa digunakan untuk memakamkan beberapa kali namun mengikuti hirarki hubungan kekeluargaan tertentu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jG_Q4Fwp1Ho/TshosWdmBfI/AAAAAAAAAx4/EBUl7Hfo6Ow/s1600/_MG_3966.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-jG_Q4Fwp1Ho/TshosWdmBfI/AAAAAAAAAx4/EBUl7Hfo6Ow/s400/_MG_3966.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Suasana perkampungan yang rindang yang dipenuhi pohon-pohon besar begitu tampak damai. Desain arsitektur khas rumah sumba juga menarik dan nyaman. Rumah berbahan kayu dengan atap rumbia ini dibangun dengan konsep tiga tingkat. Tingkat pertama digunakan untuk gudang menyimpan perkakas dan tempat tinggal hewan piaraan, tingkat kedua digunakan untuk tempat tinggal penghuni rumah, sedangkan tingkat ketiga digunakan untuk menyimpan persediaan pangan. Dengan konsep ini, bangunan tingkat kedua yang merupakan hunian manusia dibangun dengan kontur bertingkat. Bagian depan dibangun agak rendah agar orang bisa mauk ke rumah sekaligus sebagai beranda tamu. Di bagian samping rumah depan dibangun bale-bale yang bisa digunakan untuk tempat bersantai atau tiduran. Masuk ke bagian dalam dibuat lebih tinggi dari bagian depan, disini aktivitas dalam seperti ruang tidur dan sebagainya berada. Yang unik adalah dapur yang berada ditengah-tengah rumah yang dengan tingkat paling tinggi, jadi dapur adalah akses utama para penghuni. Biasanya dapur ini dilapisi tanah atau pasir dibagian bawah. Jika dinding bangunan itu dari kayu maka dapur biasanya boleh dibangun di luar rumah. Dan itulah aktivitas yang sedang ada bagian paling depan perkampungan, sebuah bangunan untuk dapur sedang dibangun secara gotong royong. &amp;nbsp; Membangun rumah juga tidak sembarangan, karena rumah dibangun bersama-sama dengan warga kampung ada beberapa perayaan yang harus dilakukan. Seorang bapak tua pemilik rumah sedang asyik membuat tali yang berasal dari rotan yang akan digunakan sebagai ikat antar kayu dan atap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Dqgx8Mt4s6k/Tshq85YuA_I/AAAAAAAAAyM/mV8saIPyQLM/s1600/_MG_3958.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://4.bp.blogspot.com/-Dqgx8Mt4s6k/Tshq85YuA_I/AAAAAAAAAyM/mV8saIPyQLM/s400/_MG_3958.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Enos yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan kampung ini mengajakku masuk lebih ke dalam, melewati jalan batu kami masuk ke dalam dan disambut aktivitas beberapa penghuni kampung. Seorang kakek tampak asik memukul-mukulkan sebuah alat penjepit dan hasil dari benda yang pecah dari pukulan itu dipilah oleh seorang nenek, ternyata mereka sedang membuka biji kemiri. Pohon-pohon kemiri memang banyak tumbuh di hutan-hutan adat kampung ini dan ini menjadi tambahan pendapatan mereka selain mereka juga berkebun dan memelihara ternak. Namun untuk ternak seperti kerbau, sapi atau babi sering tidak mereka jual karena lebih sering dipersiapkan untuk kegiatan upacara-upacara adat seperti perkawinan atau kematian yang sering membutuhkan korban dalam jumlah besar. Tentu saja yang menjadi ternak favorit mereka adalah kerbau apalagi jantan yang memiliki tanduk panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-gWn4JIKdS2I/TshobiTty7I/AAAAAAAAAxo/9nNTZLRP--M/s1600/_MG_3938.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="398" src="http://1.bp.blogspot.com/-gWn4JIKdS2I/TshobiTty7I/AAAAAAAAAxo/9nNTZLRP--M/s640/_MG_3938.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Enos menunjuk sebuah bangunan paling tinggi yang dinaman rumah kilat, Bangunan berpondasi batu kapur dengan ukiran ini digunakan sebagai upacara memanggil kilat. Menurut cerita, jika ada warga atau permintaan orang lain yang kehilangan barang atau ternak maka mereka akan melakukan persembahan dan upacara di rumah kilat dan meminta bantuan Marapu &amp;nbsp;untuk menyambar kilat orang yang telah mencuri tersebut. Aku hanya bisa mengamati di dekat rumah kilat itu karena ada undakan tangga batas yang tidak dapat dilewati oleh orang luar. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bBEdd1cqhBI/TshqBt0KKfI/AAAAAAAAAyE/vqx9k-lxA4k/s1600/_MG_3953.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="252" src="http://2.bp.blogspot.com/-bBEdd1cqhBI/TshqBt0KKfI/AAAAAAAAAyE/vqx9k-lxA4k/s400/_MG_3953.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di depan bagian bawah undakan terdapat sebuah kayu yang diukir dan dibagian atas dibuat bercabang. Konon kayu ini dibuat untuk meletakkan kepala manusia yang mereka tebas baik karena kasus pencurian atau peperangan antar kampung. Walaupun konon, tapi kejadian itu bukan berarti tidak terjadi lagi. Jika ada warga kampung lain yang terpergok mencuri ternak maka kasus penebasan dapat terulang kembali karena kasus-kasus pencurian ini juga masih &amp;nbsp;terjadi. Menurunnya kasus pencurian sekarang ini juga salah satunya sumpah antar kampung bahwa kasus pembunuhan akibat kasus pencurian tidak akan membawa dendam di antara mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saya masih ingat tahun 2010 sewaktu saya melintasi daerah ini dari Waingapu menuju Waikabubak. Waktu itu karena aku tunggu orang yang menjemput ternyata tidak muncul, dan baru muncul menjelang sore. Saat aku meminta jalan langsung dia menawarkan untuk berjalan esok harinya untuk menghindari jalan malam, karena menurutnya jalur antara Anakalang-Waikabubak di sekitar kawasan hutan sangat rawan pencurian biasanya dengan memasang balok-balok kayu penghalang kendaraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-iatrWxrbzck/TshtvrT6QYI/AAAAAAAAAyo/Hcyd4j4nxSo/s1600/_MG_3944.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-iatrWxrbzck/TshtvrT6QYI/AAAAAAAAAyo/Hcyd4j4nxSo/s400/_MG_3944.jpg" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Enos mengajakku sampai ke belakang dimana terdapat satu bangunan tunggal yang diberi nama tiang delapan. Itulah induk rumah dari semua rumah itu dan menjadi rumah paling sakral yang tidak boleh dimasuki sembarang orang kecuali warga kampung. Biasanya tamu-tamu asing dari pemilik rumah tiang delapan ini diterima di rumah lain. Ada batas baru yang disusun sebagai batas yang tidak boleh dilanggar oleh orang luar bahkan oleh Enos sendiri. Menurutnya, semenjak dia memeluk agama Kristiani maka keluarganya keluar dari kampung ini karena disini masih erat dengan keyakinan Marapu. Listrik belum sampai di kampung ini namun sudah ada beberapa rumah yang memiliki panel tenaga surya kecil yang digunakan untuk menyalakan barang-barang elektronik mereka seperti handphone atau televisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kabut kembali datang dan kali ini lebih tebal membuat kami harus segera kembali. Di perjalanan turun kami menemui salah satu penduduk kampung sedang mengiring kerbau-kerbau kembali yang dinaiki olah beberapa anak kecil. Dengan mata bercahaya dan senyum lebar mereka melambai-lambaikan tangan ke arahku. Sungguh suasana damai dan sederhana dan masih begitu dekat dengan alam. Semoga perkembangan zaman tidak menggilas mereka dan tetap menjadikan mereka orang-orang yang bersahabat dengan alam, sebuah hubungan harmoni yang menjadi tanah Sumba ini masih begitu damai dan dipenuhi mistis alam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-5999746079789994628?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/5999746079789994628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/11/kambajawa-deri.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/5999746079789994628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/5999746079789994628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/11/kambajawa-deri.html' title='Kampung Kambajawa Deri'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XlooD7aoAk8/TshoRughesI/AAAAAAAAAxg/c35CiI3oVHI/s72-c/_MG_3933.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-6138546277666126649</id><published>2011-11-11T18:44:00.001+08:00</published><updated>2011-11-24T20:28:36.971+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sabana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marapokot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nagekeo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbay'/><title type='text'>Segelas Kopi dan Alunan "La Valse d'Amélie"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ulxCZp7guVg/Tr0SSNh9uiI/AAAAAAAAAuI/Q3LL9u14NwE/s1600/_MG_3838.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="385" src="http://1.bp.blogspot.com/-ulxCZp7guVg/Tr0SSNh9uiI/AAAAAAAAAuI/Q3LL9u14NwE/s640/_MG_3838.jpg" width="640" title="Menikmati cahaya purnama di atas padang savana perbukitan Mbay" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Injak gas, motor hidup sebentar lalu mati, injak lagi hidup sebentar mati lagi. Setelah beberapa kali dan tahan gas motor barulah motor bisa hidup. Lagi-lagi begini nih motor yang diseting hemat keparat, dibanyakin anginnya kurangi bensinnya akhirnya motor lebih sering kentut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kali ini aku tetap ingin menjadi yang membonceng saja, apalagi kalau bukan karena helm pinjaman punya aroma yang tidak mengenakkan.. maaf ya saya terlalu jujur untuk ini. Kalau rambutku gondrong mungkin cuma bau di rambut tinggal disampo habis perkara, tapi karena kepalaku botak bisa-bisa terpaksa cuci pake sabu deterjen untuk kasih hilang baunya hahahaha.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Golongan darah B memang dikaruniai lebih tahan makan daging, tapi mungkin itu pula pemilik darah B kadang agak emosional. Tidak heran kalau begitu motor hidup &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1422559044" target="_blank"&gt;Kadek&lt;/a&gt; maunya lari saja. Agak malas mendebat kali ini, aku biarkan saja dia sama kelakuannya. Untungnya kita segolongan walaupun beda tampang. Kadek tampan, kalo aku? parah hahahahaha....... (parah pangkal pandai)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3Ik0wRdj4HY/Tr0S0r_UzLI/AAAAAAAAAuQ/Zd49xNbm49U/s1600/_MG_3781.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://3.bp.blogspot.com/-3Ik0wRdj4HY/Tr0S0r_UzLI/AAAAAAAAAuQ/Zd49xNbm49U/s400/_MG_3781.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Rencana hari ini mengunjungi pohon rindang satu biji di tengah padang lapang sabana di jalur jalan Mbay-Ende. Bukan mau bakar kemenyan buat minta rejeki tapi mau moto, apa lagi. Pohon itu lumayan bertuah, terbukti cukup banyak menyelamatkan orang dari panasnya Mbay seperti sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sayangnya kondisi perbukitan lagi aneh, banyak rumput kering berwarna kuning pucat tapi sebagian masih nongol warna hijau. Asli, sebenarnya aku maunya cuma rumput berwarna kuning pucat seperti minggu kemarin, rasanya rumput-rumput hijau ini malah menggangu saja.Tak apa lah, masih ada kesempatan berikutnya. Rumput di sabana ini luar biasa, biar dikeringin sampai hitam, tapi begitu ada hujan dengan ajaib bakalan hijau kembali.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pasti gara-gara hujan kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Roda motor "Megapro" menggilas batuan yang berserakan di beberapa ruas jalur Aeramo. Ini berasal dari tumpukan batu-batu dan pasir yang banyak ditimbun di pinggir sepanjang jalan. Jalur jalan yang diapit kiri kanan dengan kawasan persawahan terluas di Nusa Tenggara Timur ini rupanya sedang direhabilitasi untuk pelebaran jalan. Suasana persawahan yang sebagian besar masih menghijau ini tampak asri, tampak rumah-rumah dibangun tidak di pinggir jalan tapi agak menjorok ke dalam. Jalan kecil menuju rumah berdiri berjajar pohon kelapa kiri-kanan selang seling. &amp;nbsp;Tempat menarik yang sepertinya sudah kumasukkan dalam memori untuk nanti aku jelajahi. selain areal persawahan yang asri, Kadek yang menjadi tulang ojek kali ini menunjukkan tempat-tempat lapang yang ditumbuhi pohon-pohon asam yang rindang, dia terkesan tempat ini untuk menjadi tempat foto prewedding atau model.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-J1I3FV1rwQc/Tr0TeCIsCOI/AAAAAAAAAuY/0qAlHG7ADIE/s1600/_MG_3786.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-J1I3FV1rwQc/Tr0TeCIsCOI/AAAAAAAAAuY/0qAlHG7ADIE/s400/_MG_3786.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setengah jam berikutnya aku sudah sampai di pinggir pantai Marapokot. Bingung mau kemana, akhirnya motor aku arahkan masuk kembali ke daerah pantai melewati kawasan perkampungan nelayan sebelah dermaga TPI Marapokot. Di perjalanan aku bertemu dengan orang-orang yang mondar-mandir di suatu jalan. Berbincang-bincang dengan orang tua yang sedang bertelanjang dada dan membawa handuk berjalan ke timur aku mendapatkan informasi bahwa di pinggir pantai ini terdapat sumber air panas. Dan orang tua ini mau ke sumber air panas untuk mandi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tertarik untuk tahu seperti apa sumber air panas disini aku mengikuti bapak tua itu. Sekitar 200 meter setelah melewati sebuah muara kecil akhirnya aku sampai disebuah kubangan air dikelilingi pohon bakau. Bau lumpur dan belerang langsung menyergap hidung. Sayang sekali sumber air panas di sini berada di rawa lumpur tidak seperti di &lt;a href="http://awalnya.blogspot.com/2011/06/nyiur-dan-senja.html" target="_blank"&gt;Pantai Hading di Flores Timur&lt;/a&gt; yang ada di pasir sehingga warnanya bening dan tidak berbau lumpur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Walaupun airnya berbau lumpur tapi kalau sore atau pagi hari rupanya tempat ini ramai orang yang datang untuk mandi, sepertinya mereka tidak terganggu dengan aroma lumpur campur belerang ini. Beberapa orang sempat menanyakan kalau aku hendak mandi, tapi aku mengeleng dan menolak halus. Sempat aku mencelupkan tanganku untuk memastikan bahwa air disini panas. Wah, aku lupa khasiat air panas disini, siapa tahu bisa untuk pengganti luluran lumpur hehehe.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari pantai Marapokot, aku dan Kadek langsung mau pulang tapi ternyata tertahan karena beberapa kali mata Kadek terkena serangga-serangga yang biasanya beterbangan menjelang malam. Aku lupa kalau daerah ini daerah persawahan yang tentu saja bukan waktu baik untuk berjalan senja menjelang malam begini. Aku masih lumayan, setidaknya serangga tidak mungkin langsung mengenai mataku karena aku berkaca mata (kadang berkaca mata harus disyukuri juga).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nIsMiTe7-Xk/Tr0UBVq6h8I/AAAAAAAAAug/dBj6aNNaOQo/s1600/_MG_3809.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/-nIsMiTe7-Xk/Tr0UBVq6h8I/AAAAAAAAAug/dBj6aNNaOQo/s400/_MG_3809.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya Kadek membelokkan motor ke arah pelabuhan Marapokot sesuai arahanku. Pemilik warung seorang bapak tua berambut putih yang ditutupi peci menyapaku dengan ramah menawarkan minuman. Ini kali kedua aku mengunjungi warung ini, jika kemarin aku mendapatkan ubi goreng yang enak, kali ini di atas meja yang terhidang adalah mangga. Nagekeo memang lagi musim mangga, saking banyaknya mangga bahkan minta satu mangga bisa dapat satu tas besar mangga, manis-manis pula lagi. Jadi acara kali ini no mangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tak lama kemudian secangkir kopi jahe panas mampir ke meja dan semangkuk mie rebus. Kadek tidak makan mie waktu aku tawari, kemungkinan dia takut rambutnya yang sudah seperti sarang burung akan tumbuh seperti mie goreng kalau terlalu banyak makan mie. Seandainya alasannya itu tentu aku memaklumi walaupun agak tidak masuk akal. (lagi berpikir bikin penelitian hubungan rambut keriting dan mie instan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Beberapa orang tertarik dengan gaya penampilan aku yang mirip wartawan "Comberan", hanya karena melihat rompi dan tentengan kamera yang seperti orang mau transmigrasi. Walaupun setengah ngotot akhirnya mereka percaya kalau aku bukan wartawan. Akhirnya acara di warung menjadi ramai setelah mereka ingin mencoba kamera DSLR yang aku punya. Ramai karena aku pastikan hasil fotonya gagal semua karena kamera aku masih set manual semua yang tentu saja tidak bisa dibuat moto begitu saja layaknya kamera poket (pelajaran hari ini: ternyata kamera poket lebih enak dan gampang). Sepertinya setelah ini mereka bakalan berpikir bahwa orang yang menggunakan kamera DSLR kurang kerjaan dan cuma buat menghabiskan uang saja. Seorang lagi yang kebetulan sering menyopiri mobil rental untuk mengantar tamu-tamu berwisata di Flores juga menambah suasana makin ramai. Ada satu cerita lokasi yang tampaknya membuat Kadek tertarik untuk melihatnya. Lewat senja baru aku dan Kadek kembali ke hotel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-oVw5dxkLPNc/Tr0Ye1MWDcI/AAAAAAAAAu0/TwHG2ZtRx78/s1600/_MG_3826.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="232" src="http://1.bp.blogspot.com/-oVw5dxkLPNc/Tr0Ye1MWDcI/AAAAAAAAAu0/TwHG2ZtRx78/s400/_MG_3826.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Besoknya acara hunting foto kembali di mulai, apalagi setelah seorang teman dari &lt;a href="http://nagephotoclub.blogspot.com/" target="_blank"&gt;NPC&lt;/a&gt; yang merupakan musisi handal Eddy Kribo eh bukan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000161970391" target="_blank"&gt;Eddy Due Woi&lt;/a&gt; protes gara-gara ke hotel tidak menemukan kami. Tentu saja tidak ketemu, kita sedang bahagia terdampar di Marapokot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kembali ke tempat yang sama di sabana Mbay, kali ini kita mencoba naik lebih tinggi. Di jam tanganku ketinggian tempat ini menunjuk ke angka 220 meter.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ternyata dari tempat ini saat ini adalah spot terbaik untuk menikmati perbukitan Mbay, perbukitan tampak bertumpuk-tumpuk dengan dibatasi warna kabut yang turun menjelang malam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sayangnya matahari lebih dulu menghilang sebelum sampai ke tempat ini, spot terbaik namun belum menjadi momen senja terbaik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-m2gpDDDHKbY/Tr0Ug2kdK7I/AAAAAAAAAuo/TR8oBWzohJg/s1600/_MG_3846.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://4.bp.blogspot.com/-m2gpDDDHKbY/Tr0Ug2kdK7I/AAAAAAAAAuo/TR8oBWzohJg/s640/_MG_3846.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di balik punggungku ternyata bulan pucat sedang menggantung tertutup awan tipis putih. Aku baru menyadarinya benar-benar setelah mengemasi peralatan dan berbalik untuk mencari Kadek dan Eddy yang sudah menghilang entah kemana. Beberapa saat dua pertunjukan senja berlatar tumpukan perbukitan yang dipenuhi kabut-kabut tipis dan purnama yang muncul dari balik awan membuat kita duduk terpesona dengan suasana ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-W5eUWFWV0fQ/Tr0Yojb_MhI/AAAAAAAAAu8/IWPcIsFhHNQ/s1600/_MG_3841.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://3.bp.blogspot.com/-W5eUWFWV0fQ/Tr0Yojb_MhI/AAAAAAAAAu8/IWPcIsFhHNQ/s400/_MG_3841.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Otak cerdas dari rambut mirip mie dengan sigap memutarkan sebuah musik orkestra lembut yang menggambarkan suasana perjalanan hati yang sendiri. &amp;nbsp;&amp;nbsp;"La Valse d'Amélie" seolah melontarkan imajinasi masing-masing menikmati spot terbaik di sabana ini. Semua yang direncanakan menjadi tidak terencana. Seolah-olah kita disini karena dilontarkan waktu untuk menikmati rumput-rumput berwarna putih kekuningan yang makin memucat disinari cahaya bulan purnama yang juga pucat. Nyamuk-nyamuk sukses berpesta menggigiti kaki dengan antusias tapi tidak berhasil menarik kita untuk pulang. Rasa gatal di kaki terlalu kecil dibanding &amp;nbsp;menikmati alunan langsung&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;"La Valse d'Amélie" dari sabana ini. Awan kelabu dan awan terang bergantian datang, kadang diam kadang bergerak cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ternyata lewat jam 9 malam barulah kita sadar kalau kita lapar, bahkan kita lupa ancaman pulang dengan tahi-tahi kerbau yang tampak sore hari, entahlah apakah kita akan sukses melewatinya saat malam begini. Orkestra&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"La Valse d'Amélie"&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;terus mengalun mengiringi langkah-langkah kaki yang hati-hati melangkah menyusuri sabana yang diterangi bulan purnama. Ada jiwa yang sama yang mendendangkannya, begitu halus namun terasakan, seperti jarum yang begitu halus pelan menghujam.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mbay, 11 November 2011 (saat orang-orang demen pada nikah dan orok-orok pada dipaksa lahir lewat caesar, sungguh kasihan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-6138546277666126649?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/6138546277666126649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/11/segelas-kopi-dan-alunan-la-valse.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/6138546277666126649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/6138546277666126649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/11/segelas-kopi-dan-alunan-la-valse.html' title='Segelas Kopi dan Alunan &quot;La Valse d&apos;Amélie&quot;'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ulxCZp7guVg/Tr0SSNh9uiI/AAAAAAAAAuI/Q3LL9u14NwE/s72-c/_MG_3838.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-6595751406158343857</id><published>2011-11-07T15:05:00.006+08:00</published><updated>2011-12-09T12:32:30.162+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aeramo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nagekeo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbay'/><title type='text'>Sesaat Sebelum Hujan Menghampiriku...</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://1.bp.blogspot.com/-WYQM8JERmvk/TreGPuoFf3I/AAAAAAAAAJM/ZuzVHUnHkh4/s640/IMG_3310.jpg" width="640" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-I07PZKWOc20/TreD2TmfU5I/AAAAAAAAAIk/2D1o2sYipO4/s1600/IMG_3299-1.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="133" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672147224694313874" src="http://2.bp.blogspot.com/-I07PZKWOc20/TreD2TmfU5I/AAAAAAAAAIk/2D1o2sYipO4/s200/IMG_3299-1.jpg" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; text-align: justify;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kesibukan beberapa hari ini benar-benar membuatku jenuh. Kesibukan itu juga yang membuatku sering kehilangan menikmati moment ‘cantik’. Namun semua itu kuanggap berkah, kuterima dengan hati yang gembira. Toh, dapat menatap keindahan alam ini dengan mata saja sudah teramat sangat menghiburku. Memberikanku tenaga extra untuk selalu giat bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Senja nanti pasti datar, begitu pikiranku pada awalnya. Langit tidak terlalu berwarna terlalu banyak awan kelam. Plus teman huntingku, Didimoezh, masih lembur di kantornya. Tak ada niat untuk hunting atau trekking sebenarnya, walau sore ini ku dapat sedikit waktu untuk beristirahat. Karena rencana malam ini aku harus latihan nyanyi bersama teman-teman vocal groupku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: justify;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nGl8FpjGa-E/TreGPtlIHlI/AAAAAAAAAI8/glLujKD0JXQ/s1600/IMG_3308.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://4.bp.blogspot.com/-nGl8FpjGa-E/TreGPtlIHlI/AAAAAAAAAI8/glLujKD0JXQ/s640/IMG_3308.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Waktu menunjukkan pukul 5 sore. Entah mengapa,mungkin karena lagi ada feel, ku putuskan untuk sedikit berjalan-jalan sore. Putar-putar kota mbay. Mendekati perkotaan aku di hadapkan pada 2 pilihan. Jalan-jalan ke bendungan Sutami, ataukah ke bukit di daerah Penginanga. Aku kemudian memlih ke bukit saja. Sudah lama tidak ke sana juga. Siapa tahu malah dapat moment bagus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-k-2oXjIrFTY/TreGQAQVYVI/AAAAAAAAAJU/ZwYPYRpEsRs/s1600/IMG_3313.jpg"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-k-2oXjIrFTY/TreGQAQVYVI/AAAAAAAAAJU/ZwYPYRpEsRs/s1600/IMG_3313.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://3.bp.blogspot.com/-k-2oXjIrFTY/TreGQAQVYVI/AAAAAAAAAJU/ZwYPYRpEsRs/s640/IMG_3313.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kalau untuk mendapatkan momen 'indah' landscape membutuhkan suatu keberuntungan tersendiri (menurut para fotografer handal dalam beberapa majalah), maka aku mungkin termasuk beruntung sore ini karena awan dalam cuaca mendung yang kelam mendadak menjadi ‘indah’ untuk diabadikan. Aku berhenti di suatu tempat yang selama ini tidak menarik perhatianku. Tempat yang biasanya tidak menarik mataku dan di mata lensa KITku. Namun sebuah lensa Fish Eye 8mm pinjaman dari mas Baktiar Sontani, berimajinasiku mengembara dan melihat tempat ini menjadi punya ‘sesuatu’ yang indah. Imajinasi itu kemudian menuntunku ke sini, bukit penambangan pasir. Letaknya tepat di pinggir jalan utama Aegela-Mbay.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WBB45NF1ef8/TreGQULW5rI/AAAAAAAAAJk/e_zK7o-RQRI/s1600/IMG_3314.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://1.bp.blogspot.com/-WBB45NF1ef8/TreGQULW5rI/AAAAAAAAAJk/e_zK7o-RQRI/s640/IMG_3314.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di sana mendung belum tentu disini juga, begitu pendapatku. Mulailah ku siapkan kamera kesayanganku untuk memotret. Langit tampak gelap di kejauhan. Gambaran hujan yang turun ke bumi yang semakin jelas dan pekat. Membentuk sebuah pemandangan yang memikat. Setelah beberapa jepretan, terasa titik-titik air hujan mulai membasahiku. Pemandangan yang indah 'menurut aku' membuatku nekad untuk sedikit lebih lama bertahan pada keadaan ini. Berpindah-pindah di sekeliling tempat penambangan pasir ini, mencari sudut-sudut yang indah. Satu menit kemudian tepat setelah shutter terakhirku di bukit itu, hujan deras menghampiriku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-TEpIo9H5deM/TreGQvivp8I/AAAAAAAAAJs/RqJySIDm_zw/s1600/IMG_3319.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="426" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672149877894653890" src="http://3.bp.blogspot.com/-TEpIo9H5deM/TreGQvivp8I/AAAAAAAAAJs/RqJySIDm_zw/s640/IMG_3319.jpg" style="display: block; margin-top: 0px; text-align: justify;" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jadi kalang-kabut, kabur menyelamatkan perlengkapanku. Kamera terpaksa segera kusembunyikan di dalam jaket. Tak ada waktu lagi untuk memasukannya ke dalam tas kameraku karena hujan sudah terlajur deras. Untungnya ada sebuah kios kecil di persimpangan jalan Mbay-Aeramo. Aku memilih untuk berteduh untuk menyelamatkan peralatan kameraku. Iseng, masih ada satu jepretan lagi di tempatku berteduh. ‘Gambaran’ persimpangan jalan ke Mbay dan ke Aeramo dalam guyuran hujan. Motorku jadi model dadakan...hehehehehe... Ngobrol sebentar dengan pemilik tempatku berteduh sementara menunggu hujan reda, sebelum aku kembali ke pondokku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="clear: right; float: right; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Thanks a lot buat mas Baktiar Sontani untuk pinjaman lensanya. Dari pada nganggur kan mas lensanya...hehehehehe..."pernyataan sepihak"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ku sajikan foto-fotoku sore ini dalam sedikit cerita...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Foto di tempat penambangan pasir daerah Penginanga...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Foto yang kubuat... Sebelum hujan menghampiriku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;---Mbay, 6 November 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-6595751406158343857?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://nagephotoclub.blogspot.com/2011/11/sesaat-sebelum-hujan-menghampiriku.html' title='Sesaat Sebelum Hujan Menghampiriku...'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;&amp;note_id=274614755911358' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/6595751406158343857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/11/sesaat-sebelum-hujan-menghampiriku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/6595751406158343857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/6595751406158343857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/11/sesaat-sebelum-hujan-menghampiriku.html' title='Sesaat Sebelum Hujan Menghampiriku...'/><author><name>Skrumpeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508143472404915087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-KaBGsE70axM/TplfCf-TljI/AAAAAAAAAAc/eTXLJ_x8Tvw/s220/propic01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-WYQM8JERmvk/TreGPuoFf3I/AAAAAAAAAJM/ZuzVHUnHkh4/s72-c/IMG_3310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-3848821575142884668</id><published>2011-10-24T16:56:00.002+08:00</published><updated>2011-12-09T12:34:01.762+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nagekeo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbay'/><title type='text'>(Melukis Keindahan Mbay Melalui Lensa I) - Bukit dan Pantai Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-m7nqqgIPta4/TqUquTtCcXI/AAAAAAAAAEU/emNvBGbPcMM/s1600/IMG_2254.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666982681167163762" src="http://3.bp.blogspot.com/-m7nqqgIPta4/TqUquTtCcXI/AAAAAAAAAEU/emNvBGbPcMM/s1600/IMG_2254.jpg" style="float: left; margin-bottom: 10px; margin-left: 0pt; margin-right: 10px; margin-top: 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebuah tulisan yang sedikit basi. Dalam arti beberapa visualisasi dalam tulisan ini sudah di buat pada beberapa waktu yang lalu. Beberapa bahkan sudah cukup lama. Hal yang memicu semangat saya untuk menuliskan narasi ini adalah karena saya merasa, saya berpikir dan saya kemudian berkesimpulan, bahwa saya harus membagi apa yang saya sendiri rasakan seakan tidak pernah puas-puasnya menatap keindahan tanah Mbay, Nagekeo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menurut saya ada dua hal yang paling menarik,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;pertama&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;adalah pemandangan bukit dan pantai. Menatap Mbay dari perbukitan daerah Penginanga saja saya tak pernah bosan. Hamparan sawah hujau, kuning dan coklat selalu membuat segar mata ini. Apalagi menikmati keindahan pesisir pantai di daerah Marapokot dan Nangadhero. Walaupun kurang tertata dan terawat dengan baik, guratan keindahannya tetap meneduhkan mata dan pikiranku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-J5L7XuAdoxQ/TqUtDLYXN7I/AAAAAAAAAEs/4f4a0sYOrF0/s1600/IMG_4420.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="213" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666985238733469618" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5L7XuAdoxQ/TqUtDLYXN7I/AAAAAAAAAEs/4f4a0sYOrF0/s320/IMG_4420.jpg" style="margin-top: 0pt;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bersapa dan bercanda dengan penduduk yang bermukim di daerah persawahan dan perkampungan nelayan senantiasa menjadi agenda rutin saat trekking dan hunting. Dan semuanya itu membuatku semakin tidak bosan untuk ‘menggauli’ keindahannya. Gambar dan cerita pada tulisan ini pun sebenarnya hanya sebagian kecil dari indahnya pengalamanku selama berada di Mbay ini. Masih ingin jalan-jalan mengelilingi seluruh tanah Mbay ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sudah 6 bulan saya tinggal di Mbay. Bersama teman-teman sesama pencinta fotografi dan indahnya pemandangan alam disini, kami bentuk Nagekeo Photographer Club (NPC). Guru yang selalu memberi masukan positif dalam hal fotografi, mas Baktiar Sontani tak henti-hentinya memberikan suntikan semangat bagi kami untuk terus  berkarya dan menceritakan keindahan Mbay lewat lensa kami. Pos Kupang pun turut mendukung kami atau bahasa kerennya turut mengapresiasi terhadap kegiatan kami dengan mengulas tentang keberadaan NPC ini di beberapa edisinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-pYQ9h5uTy7M/TqUyJo4mCwI/AAAAAAAAAGQ/j9WGmVGyc1w/s1600/IMG_2599.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="426" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666990847290641154" src="http://4.bp.blogspot.com/-pYQ9h5uTy7M/TqUyJo4mCwI/AAAAAAAAAGQ/j9WGmVGyc1w/s640/IMG_2599.jpg" style="display: block; margin-top: 0px; text-align: center;" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-H88cf8Krnjo/TqUyJkECrsI/AAAAAAAAAF8/aDiQ-M3iHbY/s1600/IMG_7693.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="426" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666990845996478146" src="http://4.bp.blogspot.com/-H88cf8Krnjo/TqUyJkECrsI/AAAAAAAAAF8/aDiQ-M3iHbY/s640/IMG_7693.jpg" style="display: block; margin-top: 0px; text-align: center;" width="640" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FSZSBB1FPuI/TqUyKV9A9wI/AAAAAAAAAGo/kmxhL2WlIaI/s1600/IMG_5507.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="426" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666990859388778242" src="http://1.bp.blogspot.com/-FSZSBB1FPuI/TqUyKV9A9wI/AAAAAAAAAGo/kmxhL2WlIaI/s640/IMG_5507.jpg" style="display: block; margin-top: 0px; text-align: center;" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-TMyHsbO1fKk/TqUsJzhggfI/AAAAAAAAAEg/Nvy2KwUAJNA/s1600/IMG_2622.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="288" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666984253076832754" src="http://3.bp.blogspot.com/-TMyHsbO1fKk/TqUsJzhggfI/AAAAAAAAAEg/Nvy2KwUAJNA/s400/IMG_2622.jpg" style="display: block; height: 195px; margin-top: 0px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kesibukan kadang menghalangi niat saya untuk mengabadikan keindahan Mbay ini. Tapi saya sadar, pekerjaan tetap yang utama sedangkan kegiatan ini selalu yang pertama hehehehehe... artinya sesibuk apapun kerjaan saya, trekking dan hunting tetap must go on, di sela-sela kesibukan tentu. Pandai-pandai membagi waktu serta mengikuti feel and sense.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FSZSBB1FPuI/TqUyKV9A9wI/AAAAAAAAAGo/kmxhL2WlIaI/s1600/IMG_5507.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9BTyDCg5GD8/TqUyJZTilUI/AAAAAAAAAF0/Luk8A_yb68Y/s1600/IMG_0412.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="157" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666990843108693314" src="http://3.bp.blogspot.com/-9BTyDCg5GD8/TqUyJZTilUI/AAAAAAAAAF0/Luk8A_yb68Y/s400/IMG_0412.jpg" style="display: block; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: center;" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Selain teman-teman dari NPC, mas Baktiar, mas Kadek, mas Nyoman, mas Koco, dan mas Arief Papat pernah bersama-sama dengan saya mengabadikan keindahan bukit dan pantai. Mas Baktiar sering pula menulis cerita menarik tentang Mbay ini, di blog Indonesia Sungguh Indah ini dan di Facebook di timpali dengan foto-fotonya yang joss gandossss. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ZXn-pZy4UAw/TqUyKE565DI/AAAAAAAAAGY/xwaD79qxyIw/s1600/%2540IMG_1739.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="426" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666990854812394546" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZXn-pZy4UAw/TqUyKE565DI/AAAAAAAAAGY/xwaD79qxyIw/s640/%2540IMG_1739.jpg" style="display: block; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: center;" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hal-hal baik dan buruk juga akrab menemani langkah saya saat mengelilingi bukit dan pantai di Mbay ini. Kamera kesayanganku pernah rusak terbentur permukaan tanah saat hunting ke Pantai Watundoan. Mungkin saya tidak ‘permisi’ dahulu sebelum memotret di sana. Kadang kita memang harus menghargai alam kita walau dengan ucapan permisi dalam hati kita. Manjadi doa bagi karya kita. Nyamuk sering menjadi sahabat dalam kegelapan saat pulang trekking dan huntingnya sudah cukup malam. Di gigit semut dan tabuhan juga mewarnai kegiatan trekking dan huntingku. Di suguhi minum dan makan dalam persinggahan perjalanan juga sering terjadi. Suatu tradisi keramahtamahan asli Indonesia. Mendapatkan cerita-certa dan ilmu kemasyarakatan jadi bagian pemanis dari trekking dan hunting. Membuka wawasan saya tentang Mbay dan adat istiadatnya, Mbay dan masyarakatnya, serta yang utama adalah Mbay dan keindahannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KdbxpC0Tbh8/TqUziqL815I/AAAAAAAAAHE/iyACMg9xO10/s1600/IMG_9478.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="426" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666992376648619922" src="http://2.bp.blogspot.com/-KdbxpC0Tbh8/TqUziqL815I/AAAAAAAAAHE/iyACMg9xO10/s640/IMG_9478.jpg" style="display: block; margin-top: 0px; text-align: center;" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bukit yang gersang ternyata bisa tampak indah di mata kamera. Walau sering menjadi keluhan saat panas menyengat. Komposisi awan dengan ROL-ROL cantik memberi warna. Pohon-pohon kering dan ilalang memberi kesan. Kontur tanah dan bentuk bebatuan hasil pahatan alam sangat berkarakter. Semuanya begitu indah. Sangat indah malah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pantai yang masih asri walau kurang terawat juga sering menjadi indah dan bernilai dalam mata kamera. Komposisi awan, pantulan cahaya, garis pantai yang luas dan panjang, batu-batu karang hitam, perahu, penduduk dan pemukimannya telah menjadi lukisan yang berkanvaskan kawasan pantai. Sunrise, sunset dan purnama menjanjikan kepuasan bathin untuk di nikmati dan diabadikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6Px-MQAc7DA/TqU4bfCNbmI/AAAAAAAAAHg/9yGYknVqH8M/s1600/IMG_5603a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666997750954028642" src="http://2.bp.blogspot.com/-6Px-MQAc7DA/TqU4bfCNbmI/AAAAAAAAAHg/9yGYknVqH8M/s1600/IMG_5603a.jpg" style="display: block; margin-top: 0px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Banyak tempat yang masih ingin saya datangi. Banyak kesempatan yang sering terlewatkan. Banyak keindahan yang belum tertangkap mata dan kameraku. Dan semuanya mematri kerinduan yang dalam untuk dapat mengabadikannya lewat kamera, mata dan hati ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bersama teman-teman NPC dan teman-teman fotografer dari luar daerah kerinduan saya akan selalu bisa di wujudkan. Tentu dengan semangat kebersamaan dan tulusnya niat untuk bercerita kepada dunia tentang Mbay yang indah ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Melihat Indonesia dari Timur. Harus dapat kita wujudkan bersama.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;NTT sungguh indah. Flores Nusa Bunga. Terima kasih Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6Px-MQAc7DA/TqU4bfCNbmI/AAAAAAAAAHg/9yGYknVqH8M/s1600/IMG_5603a.jpg"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;------&amp;gt;Mbay, 24 Oktober 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-3848821575142884668?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/3848821575142884668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/10/melukis-keindahan-mbay-melalui-lensa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/3848821575142884668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/3848821575142884668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/10/melukis-keindahan-mbay-melalui-lensa.html' title='(Melukis Keindahan Mbay Melalui Lensa I) - Bukit dan Pantai Kita'/><author><name>Skrumpeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508143472404915087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-KaBGsE70axM/TplfCf-TljI/AAAAAAAAAAc/eTXLJ_x8Tvw/s220/propic01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-m7nqqgIPta4/TqUquTtCcXI/AAAAAAAAAEU/emNvBGbPcMM/s72-c/IMG_2254.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-4832669329637819202</id><published>2011-10-17T08:06:00.000+08:00</published><updated>2011-11-24T20:29:18.075+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TTS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolbano'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Timor'/><title type='text'>Hamparan Batuan di Pantai Kolbano</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-FSexKQR-iV8/Tpt3sWXgoCI/AAAAAAAAAqI/Eny_3xvv2yg/s1600/_MG_3455.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="393" src="http://2.bp.blogspot.com/-FSexKQR-iV8/Tpt3sWXgoCI/AAAAAAAAAqI/Eny_3xvv2yg/s640/_MG_3455.jpg" width="640" title="Hamparan batuan warna-warni di pantai Kolbano" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Tempatnya mantap bro, gak menyesal lah sampai sana walau jaraknya jauh", &amp;nbsp;kata-kata yang memancing adrenalin itu muncul beberapa hari lalu. Sebenarnya aku sama seorang temen pernah kesana pakai, tapi tinggal tujuh km kita dipaksa mundur gara-gara lubang di jalan sebesar kubangan kerbau membuat beberapa kali bagian bawah mobil terhantam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pantai Kolbano, ya itu yang diceritakan beberapa teman yang sudah pernah singgah ke tempat ini. Jaraknya memang cukup jauh, dari titik percabangan di daerah Noelmina menuju arah Batu Putih masih harus ditempuh lebih dari 65 km lebih. Dari percabangan ke Kupang sendiri jaraknya juga sekitar 60 km lebih jadi kalau ditotal sekali jalan lebih dari 125 km.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3ME4duRxXh4/TpvaBjWWgZI/AAAAAAAAAqg/gQttLHnNmkg/s1600/_MG_3385.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/-3ME4duRxXh4/TpvaBjWWgZI/AAAAAAAAAqg/gQttLHnNmkg/s400/_MG_3385.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hari Minggu sebenarnya ada rencana mau ikut acara bersih-bersih pantai Kupang, tepatnya di kawasan Lai Lai Besi Kopan sekitar jam 3 sore. Karena mempertimbangkan bahwa aku jarang lama di Kupang juga karena adrenalin lagi naik, maka kuputuskan untuk berangkat hari ini. Dua orang teman yang rencana mau jalan juga ternyata batal, katanya sih yang satu kurang banyak orang (lagi mikir supaya lain kali kalo mengajak dia bawa rombongan pake truk saja) yang satu lagi katanya ada kegiatan (sebenarnya karena lagi malas tu).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ah, sebodo teuing.... The show must go on, perjalanan harus tetap terjadi. Jalan kaki saja kalau memang harus jalan ya jalan kok, apalagi ini bisa pakai motor, tidak ada yang bisa menghalangi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebotol air minum, sebuah senter (kalau kemalaman), pisau lipat (siapa tahu dapat buah gratis) dan yang lain nanti bisa cari di jalan. Kalau peralatan fotografi: kamera dan sebangsanya jangan ditanya, udah nangkring duluan sebelum yang lain disiapkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jam satu siang persis aku jalan. Aku belum tahu persis berapa lama perjalanan kesana, daripada salah set waktu dan cuma dapat malam lebih baik aku berangkat lebih awal. Kalau sampai lebih cepat ya berarti bonus bisa jalan-jalan lebih lama. Namun dengan kendaraan roda dua yang perhitunganku masih bisa mengatasi kondisi jalan, setidaknya dalam waktu tiga jam lebih-lebih sedikit bisa sampai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-e4tIoO7-QnU/TpvaAvv4yfI/AAAAAAAAAqY/kIODwgZ2bfI/s1600/_MG_3382.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="251" src="http://3.bp.blogspot.com/-e4tIoO7-QnU/TpvaAvv4yfI/AAAAAAAAAqY/kIODwgZ2bfI/s400/_MG_3382.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku melarikan kendaraan melalui jalur lingkar luar Kupang, perhitunganku melalui jalan ini lebih cepat juga aku bisa melaju lebih enak karena jalurnya terpisah. Tapi sedikit meleset karena ternyata sisi jalan balik sedang dalam pembangunan sehingga sekarang satu jalur arah keluar menjadi jalan dua arah. Kurang lebih sepuluh menit kemudian aku berhasil sampai di percabangan Manikin dan langsung kuarahkan motor ke Timur arah ke SoE.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perjalanan sempat tegang karena sebelum memasuki Camplong, penunjuk bensin sudah ke tanda merah. Motor matic macam Vario memang boros bensin tambah lagi tempat bensin kecil lagi. Tapi karena lagi kumat adrenalinnya bukannya cari bensin nekat saja menerobos hutan, untung-untungan saja kalau tidak sampai ya tinggal dorong motor hahaha.....&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tapi mungkin sugesti, kadang-kadang kendaraan seperti ada yang tidak beres walau ternyata sukses juga sampai diturunan menuju ke Takari. Kali ini aku tidak berani nekad, akhirnya ada juga penjual bensin eceran yang mendapatkan anugerah aku beli. Tapi acara bensin jadi lebih lama gara-gara yang jual bensin gak punya kembalian uang 50 ribu yang aku kasih. Kalau ada jerigen aja sepertinya aku milih uang kembalian ditukar sama bensin semua saking lamanya. Akhirnya lega setelah seorang anak kecil lari-lari dari warung di bawah bawa uang kembalian. Ternyata pepatah sedia receh sebelum ngoceh berlaku juga (pepatah karangan sendiri hahaha).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jalan Takari lumayan enak buat menarik gas kendaraan lebih kencang karena kontur jalan yang lumayan tidak banyak tikungan tajam. Hanya di dekat tikungan sungai besar yang harus ekstra hati-hati karena memang daerah itu daerah yang sering longsor dengan tikungan yang tajam. Satu jam lewat sedikit akhirnya aku berhasil memasuki jembatan Noelmina, jembatan terpanjang di pulau Timor yang menyeberangi sungai Noelmina. Sungai ini yang menjadi pembatas antara SoE dan Kupang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-r60kdMabWZc/TpvaCwe0z5I/AAAAAAAAAqo/l4K5PS8R9fA/s1600/_MG_3388.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/-r60kdMabWZc/TpvaCwe0z5I/AAAAAAAAAqo/l4K5PS8R9fA/s400/_MG_3388.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Persis setelah lewat jembatan Noelmina terdapat percabangan ke kanan ke arah Batu Putih. Aku mampir sebentar ke warung untuk membeli sebotol minuman dan sebungkus kue kering. Dari cabang sampai beberapa kilometer di depan ternyata sedang ada kegiatan pelebaran dan perbaikan jalan sehingga jalan menjadi sangat berdebu. Sialnya di depan ada truk yang dengan seenaknya melaju meninggalkan debu-debu berterbangan untuk kuhirup. Aku sedikit menjaga jarak dari truk tapi juga tidak bisa jauh karena dibelakang juga ada truk, siapa mau dapat debu dua kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Untunglah selepas jembatan truk berbelok kek kiri sehingga aku terlepas dari debu-debu yang membuat jaketku yang berwarna hitam jadi putih dipenuhi debu. Selepas debu sekarang aku harus menghadapi jalan berkelok-kelok naik turun. Perjalanan terasa lancar, beberapa kendaraan yang ada justru arah balik. Selepas Kualin yang merupakan percabangan berikutnya, motorku bisa melaju di jalan yang lurus dan panjang. Aku sempat berhenti di kawasan persawahan yang kering karena tertarik gumpalan-gumpalan awan yang bergerak cepat ke Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Lewat dari satu jam belum ada tanda-tanda sampai, ketegangan melewati jembatan kayu yang membuat motor harus jalan di atas tiga balok kayu sempat membuat perasaan putus asa. Aku sempat berpikir jangan-jangan perjalanan masih jauh dan baru bisa sampai setelah sore lewat. Ngomong jembatan kayu, pengalaman lewat dengan mobil di jembatan ini membuat aku menahan napas. Jembatan kayu disini bukan gelagarnya yang melintang dibawah justru gelagarnya yang melintang di atas, jadi roda kendaraan harus lewat tepat di atas gelagar melintang di sisi kiri-kanan dengan ukuran sekitar 40 cm dan jangan sampai geser dari posisi itu karena dijamin mobil langsung akan terperosok. Sekalinya terperosok akan sulit naik karena kayu-kayu balok akan menghalangi. Dan untuk sampai ke Kolbano harus melewati dua jembatan kayu seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Y5RxYrqdhw8/TpvaD4IZetI/AAAAAAAAAqw/dgzl6xhSweY/s1600/_MG_3404.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="248" src="http://2.bp.blogspot.com/-Y5RxYrqdhw8/TpvaD4IZetI/AAAAAAAAAqw/dgzl6xhSweY/s400/_MG_3404.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekitar tujuh km menuju ke Kolbano, kendaraanku melewati jalan menyusuri pantai selatan. Sepanjang jalur jalan menuju pantai tampak tumpukan-tumpukan batu bulat yang dikumpulkan penduduk Kolbano. Sebagian penduduk Kolbano memang saat ini punya mata pencaharian sampingan mengumpulkan batu-batu laut yang berbagai warna ini untuk dijual ke pengumpul-pengumpul batu. Kegiatan ini cukup membantu membuat dapur penduduk Kolbano terus mengepul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sesampainya di kawasan wisata pantai Kolbano, kesan pertama yang aku tangkap adalah pantai yang indah dan punya ciri-ciri unik untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata yang bagus. Hamparan batu-batu bulat pipih yang berwarna warni namun sebagian besar putih menghampar memenuhi seluruh &amp;nbsp;kawasan pantai yang memanjang menghadap langsung pantai selatan. Samudera Hindia yang membentang di depan sepertinya memuntahkan butiran-butiran baru pipih ini sehingga tidak pernah habis walau puluhan truk tiap minggu singgah disini untuk mengambil batu-batu yang dikumpulkan penduduk. Salah satu pengumpul batu-batu ini adalah kedua orang tua Jefrit. Jefrit adalah seorang anak yang membantu membawa peralatanku saat aku memotret. Tubuhmu yang kecil dengan rambut warna merah keriting ini tampak kontras saat mengangkut tripodku yang ukurannya cukup besar. Kata Jefrit, mata pencaharian orang tuanya adalah petani, saat ini ladangnya sedang ditanami jagung. Sebagai petani yang mengandalkan curah hujan untuk bercocok tanam, pekerjaan mengumpulkan batu menjadi berkah tersendiri. Mereka sendiri bangga bahwa batu-batu dari daerah mereka telah diekspor sampai ke Jepang. Hihihi batunya sudah sampai terlebih dahulu sebelum orangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jefrit kecil ini dengan setia membawa peralatanku berjalan-jalan seperti kebiasaanku kalau mengunjungi daerah baru. Dari dia aku juga tahu kalau pengunjung ramai biasanya hari Minggu namun mereka datang pagi hari dan sudah pulang saat siang hari. Sebagian besar pengunjung adalah wisatawan lokal, walaupun pantai indah dengan hamparan batu-batu pipih bulat ini telah banyak disampaikan namun rupanya jarak yang jauh dan akses lokasi yang tidak mudah menjadi halangan utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sayangnya pengunjung lokal sering bersikap kurang baik. Kemauan mereka untuk menjaga tempat wisata sangat kurang. Lihat saja sampah plastik bekas minum dan makan yang berserakan di depan tempat parkir kendaraan, banyak sekali. Belum lagi aku juga banyak menemukan bekas sampah potongan kayu bakar dan buah kelapa, walaupun sampah-sampah ini bersifat organik namun sangat tidak bijak membiarkan tergeletak begitu saja tanpa membersihkannya. Waktu aku menunjuk beberapa grafiti dengan cat berwarna hitam dan hijau yang terpampang besar di batuan bukit yang menjorok ke daratan lagi-lagi Jefrit menunjuk para pengunjung lokal. Sangat menyedihkan, kreatifitas yang tidak pada tempatnya yang justru menunjukkan kerendahan etika mereka dalam berkunjung, bukannya bersikap santun justru mengumbar diri dan menunjukkan kehebatan yang tidak semestinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KgqbbpLZqH8/TpvaE2HgihI/AAAAAAAAAq4/9Wy-Pgx_lVU/s1600/_MG_3438.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="http://1.bp.blogspot.com/-KgqbbpLZqH8/TpvaE2HgihI/AAAAAAAAAq4/9Wy-Pgx_lVU/s400/_MG_3438.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Cerita tentang sebuah bukit tegak yang berdiri menjulang menjorok ke pantai, itu salah satu obyek menarik yang ada di sini. Itulah obyek besar satu-satunya yang jadi tampak menonjol sendiri. Bukit yang berdiri itu membuat tempat ini makin indah walau dirusak oleh guratan-guratan grafiti dari tangan-tangan yang tidak bertanggun jawab. Tamparan ombak demi ombak dari laut berwana biru muda menghempas ke pasir membawa bebatuan. Karena keberadaannya yang langsung berhadapan dengan Samuderan Hindia memang membuat laut &amp;nbsp;Kolbano ini berombak keras sehingga kegiatan orang nelayan tidak bisa dilakukan saban waktu namun menunggu saat ombak tidak keras seperti saat ini. Orang tua dan kakak Jos, seorang anak kecil berumur empat tahun dengan hiasan ingus kering dibawah hidungnya, membawa sebuah jala tangkap segi empat menggunakan bambu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-lp1Jn-3Vh8g/TpvaGN3H3lI/AAAAAAAAArA/tidqdBwIu1k/s1600/_MG_3447.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="251" src="http://3.bp.blogspot.com/-lp1Jn-3Vh8g/TpvaGN3H3lI/AAAAAAAAArA/tidqdBwIu1k/s400/_MG_3447.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku juga sempat berkenalan dengan mas Ihsan dan rombongannya. Bedanya kalau aku sendiri melakukan perjalanan kesini, mereka datang berombongan menggunakan pickup. Katanya sehabis melakukan pekerjaan pemasangan spanduk iklan di kota SoE pulangnya mereka mampir kesini. Jadi satu mobil ini semuanya adalah karyawan mas Ihsan yang kantornya ternyata dekat dengan kantorku di Kupang. Karena rombongan ini semuanya karyawan, mas Ihsan menyebut acara hari ini sebagai "Employee Weekend". Lumayan juga hasil perkenalannya, aku jadi bisa numpang makan saat malam. Dengan membawa sebuah kompor kecil, mas Ihsan memasak ayam goreng. Lumayan lezat, malam-malam di pantai dalam kondisi lapar mendapatkan menu makanan hangat ayam goreng, tak ada piring maka selembar daun pisang sangat memadai untuk menggantikannya. Hanya yang lucu saat berikutnya mau memasak air panas untuk membuat kopi ternyata gasnya habis, rupanya gasnya memang tinggal sedikit sehingga dan tidak disiapkan cadangannya. Wal hasil, kopi panas nihil dari daftar. Mas Ihsan ini ternyata penyuka fotografi yang jauh lebih lama, perkenalanku dengannya juga dimulai saat dia hendak meminjam lensa wide untuk memotret ramai-ramai karena kebetulan dia salah membawa lensa. Kalau tidak salah lensa yang dia bawa Canon EF 50mm f/1.8 yang memang lebih tepat untuk memotret model, sepertinya itu juga tujuan dia makanya ada dua mahluk wanita dirombongannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Karena ingin menikmati malam sendiri aku menolak ikut rombongan sehingga aku mendahului rombongan setelah terlebih dahulu mengantar Jefrit pulang ke rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Diantara perjalanan pulang aku menyempatkan diri berhenti di daerah yang memiliki jalan lurus dan kosong. Dengan keadaan yang gelap gulita aku duduk menikmati jutaaan titik-titik cahaya di langit yang berada simponi jagat raya luar biasa, jutaan bintang itu begitu cemerlang berada di kawasan galaksi Bima Sakti yang malam ini terasa sangat terang menunjukkan kegagahannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perjalanan pulang sendiri melewati perbukitan yang gelap dan berkelak-kelok terasa menyenangkan, ternyata disepanjang jalan aku banyak bertemu orang-orang kampung yang berjalan-jalan seperti biasa. Mata yang biasa di kampung ternyata lebih tajam sehingga santai saja berjalan malam di tempat yang gelap seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-4832669329637819202?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/4832669329637819202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/10/pantai-kolbano.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/4832669329637819202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/4832669329637819202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/10/pantai-kolbano.html' title='Hamparan Batuan di Pantai Kolbano'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FSexKQR-iV8/Tpt3sWXgoCI/AAAAAAAAAqI/Eny_3xvv2yg/s72-c/_MG_3455.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-1321101213188384586</id><published>2011-10-09T14:43:00.000+08:00</published><updated>2011-10-20T13:00:11.879+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilalang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nagekeo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbay'/><title type='text'>Ilalang Semusim</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-zR-s36mkMgk/Tpfqd6oij8I/AAAAAAAAAk4/r_iNDXk7Pgc/s1600/Bukit+di+Nagekeo+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="441" src="http://4.bp.blogspot.com/-zR-s36mkMgk/Tpfqd6oij8I/AAAAAAAAAk4/r_iNDXk7Pgc/s640/Bukit+di+Nagekeo+2.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Langit begitu biru dan matahari&amp;nbsp;masih garang menyala-nyala walau bayangan telah lebih panjang dari badan. Angin menerabas di sela-sela ilalang yang telah kuning mengering. Sekarang udara panas mulai menerjang, hamparan sabana yang biasanya hijau membentang kini dipenuhi onggokan-onggokan ilalang yang mengering. Sebagian batang ilalang saling berpilin kala ujung-ujung batangnya yang berbulu dan dipenuhi bulir-bulir saling melekat satu sama lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-PQYGpWK_MOQ/TpfmicyZ0kI/AAAAAAAAAkk/hmPL8Y3gDZE/s1600/nagekeo+014-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-PQYGpWK_MOQ/TpfmicyZ0kI/AAAAAAAAAkk/hmPL8Y3gDZE/s400/nagekeo+014-2.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bukit-bukit yang biasanya menghijau telah bermetamorfosis setelah melewati satu musim menjadi padang batu dengan warna kecoklatan yang mendominasi. Ilalang sedang tertidur sekarang. Di beberapa titik bukit tampak warna kehitaman pertanda sabana-sabana itu telah habis dibakar. Masih ada satu dua bukit yang berwarna kuning karena ilalang belum sepenuhnya mengering tapi itu pun tidak akan lama, paling lama dua minggu aku akan pastikan bukit-bukit itupun akan berwarna sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Harusnya aku di rumah, panas seperti tak terkira di bulan begini. Bahkan sekalipun aku sekarang berteduh di bawah pohon akasia yang masih menyisakan daun-daunnya yang terus gugur. Aku berharap hari ini awan akan datang, dan sore disini menjadi sedikit teduh&amp;nbsp;namun panas rupanya masih belum mau berkompromi. Tapi aku menikmati duduk disini di sebuah bangku kayu panjang yang tersusun dari batang-batang kayu kecil. Sepertinya bangku ini dibuat oleh penggembala-penggembala yang suka menggembalakan ternaknya disini, karena selain bangku ini aku juga melihat sebuah rumah gubuk kayu kecil beratap&amp;nbsp;daun lontar&amp;nbsp;yang dibangun di cerukan bukit tak jauh dari bangku ini. Jika kamu ada pada saat itu, maka diwaktu sore menjelang ternak dibawa pulang akan terdengar lenguhan-lenguhan sapi yang berjalan rombongan dengan satu atau dua orang penggembala dibelakangnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PVRfmUUtOv8/TpfpjkK78qI/AAAAAAAAAkw/PIVQTuK_DPk/s1600/DSCF4085.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-PVRfmUUtOv8/TpfpjkK78qI/AAAAAAAAAkw/PIVQTuK_DPk/s400/DSCF4085.jpg" width="290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Aku suka dengan simponi senja hari di atas bukit ini, menikmati suara-suara ternak yang melenguh dan teriakan-teriakan penggembala yang menggiring ternaknya. Rombongan burung-burung kecil yang berkicau ramai mencari tempat bermalam, kadang singgah satu pohon ke pohon lain sampai menemukan tempat yang pas untuk beristirahat malam. Kadang-kadang aku juga masih mendapati bunyi pokok-pokok pohon ditebang berdentang-dentang disusul bunyi kerosak saat sebuah pohon tumbang. Tapi yang sering kulihat ditebang disini adalah pohon lontar, mungkin karena sudah tua dan tidak produktif. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sebenarnya dari sini tak lebih dari 5 rumah yang tampak, namun karena sepi sehingga bunyi-bunyi kecil itu terdengar riuh rendah memenuhi udara. Anak-anak yang berlari-lari pulang mandi, ibu-ibu yang sibuk di belakang rumah berkelontangan dengan alat-alat dapurnya dan suara grak-grok babi yang dikandangkan terpisah tak jauh dari rumah. Sekali dua tokek juga ikut menambah simponi senja hari disini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tapi sepertinya saat-saat seperti ini tak akan lama. Di balik beberapa bukit di seberang mata sudah banyak rumah yang dibangun. Jalan aspal sebentar lagi juga akan melewati sisi bagian bawah bukit ini, artinya akan semakin mudah orang-orang membangun disini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bahkan bukit-bukit yang pada musim hujan hanya tampak hijau sekarang terdapat jajaran pokok kayu kecil yang menjadi pagar pembatas kepemilikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-n3wZQmK14JY/Tpfq-qZrTdI/AAAAAAAAAlI/tfrJwpPxVp4/s1600/mbay+016.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-n3wZQmK14JY/Tpfq-qZrTdI/AAAAAAAAAlI/tfrJwpPxVp4/s400/mbay+016.jpg" width="268" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Aku tahu, suatu ketika nanti aku akan rindu simponi ini. Rindu yang tak tahu kapan akan kembali saat tanah-tanah di bukit ini terjamah diaroma kota. Rindu ini seperti rinduku padamu di kala ilalang menghilang seperti ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Aku masih mengingat dengan jelas&amp;nbsp;denting-denting nada yang keluar dari senar gitarmu. Ada kalanya engkau bersenandung mengiringi nada lagu&amp;nbsp;itu namun lebih sering kau biarkan denting-denting itu menyanyikan syairnya sendiri. Engkau mengajak nada-nada itu menggembara sendiri melintasi sabana-sabana layaknya angin yang menyisir celah-celah rerumputan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tapi ada satu yang pasti, kau akan menghentikan denting itu kala senja mulai mengarak awan-awan di langit. Dan itulah saatnya kita diam dan menjadi pendengar dan pengamat alam yang sedang melakukan simponi dengan pencahayaan luar biasa di langit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kini, saat rinduku padamu mulai mendekat pasti justru aku seperti dibayangi kehilangan segala bukit sabana yang ilalangnya hanya semusim ini. Jika aku pergi besok, entah apakah saat aku kembali masih akan kutemui segala simponi alam ini ataukah aku harus menjenguknya di tempat lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tiba-tiba aku menjadi ragu, rindu ini terlalu besar untuk kubayangkan. Baiklah ia kulepaskan hingga tak menjadi beban perjalanan. Dan aku juga menjadi ragu padamu, apakah denting-denting itu masih kau simpan bersamamu ataukah mengering seperti ilalang semusim ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Nagekeo - September 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-1321101213188384586?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/1321101213188384586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/10/ilalang-semusim.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/1321101213188384586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/1321101213188384586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/10/ilalang-semusim.html' title='Ilalang Semusim'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-zR-s36mkMgk/Tpfqd6oij8I/AAAAAAAAAk4/r_iNDXk7Pgc/s72-c/Bukit+di+Nagekeo+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-7486073275223912471</id><published>2011-10-05T01:53:00.002+08:00</published><updated>2011-10-23T08:38:40.142+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiang Bendera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rote Ndao'/><title type='text'>Rote Ndao - Tiang Bendera (Bagian 3)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-LwbV-wSnbgA/TotEsIffkqI/AAAAAAAAAkU/kmyanCwTUvE/s1600/_MG_3287.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://3.bp.blogspot.com/-LwbV-wSnbgA/TotEsIffkqI/AAAAAAAAAkU/kmyanCwTUvE/s640/_MG_3287.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Rencana perjalanan ke Batu Termanu masih belum berhasil, dan ternyata aku justru berhenti di Tulandale seperti yang kuceritakan pada catatan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pagi hari aku naik ke lantai paling atas hotel, aku berniat mau melihat posisi Batu Termanu. Ternyata justru malah tidak terlihat, setahuku kalo di Pelabuhan Ba'a posisi dari Batu Termanu terlihat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tapi saat perhatianku kuarahkan ke barat aku justru melihat view lain di ujung yang biasanya dari sini aku bisa menyaksikan matahari tenggelam. Di ujung barat tampak deretan warna putih dan beberapa batu karang &amp;nbsp;terjal di laut serta adanya beberapa bangunan kecil berbentuk kerucut. Dugaanku kerucut ini seperti lopo-lopo yang biasanya digunakan orang untuk duduk. Apakah itu tempat wisata atau tempat pribadi, entahlah. Tapi rasanya aku belum pernah mendapatkan informasi ada tempat wisata disana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-X4k2UsEEkkg/TotEa8R33QI/AAAAAAAAAkE/mWostn8EQ6k/s1600/_MG_3235.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; display: inline !important; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="261" src="http://4.bp.blogspot.com/-X4k2UsEEkkg/TotEa8R33QI/AAAAAAAAAkE/mWostn8EQ6k/s400/_MG_3235.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4gZR9FzJhHE/TotEVqCRk_I/AAAAAAAAAkA/I2r_Wv5GdVY/s1600/_MG_3196.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://1.bp.blogspot.com/-4gZR9FzJhHE/TotEVqCRk_I/AAAAAAAAAkA/I2r_Wv5GdVY/s400/_MG_3196.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Siang hari aku menunda perjalanan ke Batu Termanu dan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;memutuskan untuk mencoba ke tempat itu walaupun aku tidak tahu persis seberapa jauh sebenarnya. Pokoknya asal masih bisa dilihat mata berarti masih bisa dijangkau, itu prinsipku. Kecuali lihat bulan lho, hehehe.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jam setengah tiga aku mulai berjalan ke arah dermaga namun tidak turun di dermaga karena setauku di sana terhalangi dengan kawasan bakau yang lebat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari pinggir pantai, aku menemukan ternyata kawasan di balik dermaga view pantai yang menarik. Dengan kondisi pantai yang rata-rata berpasir putih, kawasan di Rote Ndao memang cukup bagus. Rata-rata nyiur tumbuh di sepanjang alur pantai kecuali untuk daerah-daerah yang terdapat hutan bakau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-wggBW-mofH4/TotEfM4dIfI/AAAAAAAAAkI/nytW0XSRSRQ/s1600/_MG_3236.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="263" src="http://1.bp.blogspot.com/-wggBW-mofH4/TotEfM4dIfI/AAAAAAAAAkI/nytW0XSRSRQ/s400/_MG_3236.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sepuluh menit kemudian aku sampai ke Mokdale. Beberapa anak kecil yang sebagian bertelanjang dada asyik bermain bola. Sekali lagi aku menemukan daerah dengan nyiur berderet yang membuat kawasan pantai tetep enak untuk bermain biar pun siang hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku duduk mengamati mereka bermain bola, melihat aku duduk dengan kamera yang siap sedia tampaknya membuat mereka makin semangat. Kiper kecil berambut jigrak itu menunjukkan atraksi menangkap bola beberapa kali. Seorang nona manis yang berdiri tampak malu-malu menyemangati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Yang juga menarik ternyata ada juga seorang anak perempuan kecil yang juga bertelanjang dada ikut bermain. Tapi karena badannya yang paling kecil anak perempuan ini kebagian menjadi kiper di bagian seberangku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari Mokdale aku menelusuri kawasan hutan bakau yang masih asri hingga memasuki kawasan perbukitan yang agak kering. Setelah melewati dua hutan bakau aku terjebak dengan batu karang yang menjulang tegak lurus dengan karang-karang yang sangat tajam. Sekarang aku punya pilihan apakah mau tetep maju atau mundur, perjalanan masih setengah jalan. Akhirnya dengan merayap dan berpegangan akar-akar pohon yang tumbuh di sepanjang karang aku merangkak naik, untungnya aku sudah mengemasi dulu peralatan kamera. Batu-batu yang nyaris tegak 90 derajat ini untungnya karang terjal jadi banyak pegangan walau kadang terasa sakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Q048L6ProPE/TotEjbXs32I/AAAAAAAAAkM/FC9KcdfEet8/s1600/_MG_3274.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="263" src="http://2.bp.blogspot.com/-Q048L6ProPE/TotEjbXs32I/AAAAAAAAAkM/FC9KcdfEet8/s400/_MG_3274.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku melewati celah yang telah ditutup, tampaknya celah ini ditutup untuk menghindari binatang lewat sini karena rawan terperosok. Sekalinya terperosok dipastikan akan ditangkap oleh jajaran karang terjal di bawah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari atas bukit karang aku menelusuri jejak jalan yang pernah digunakan orang. Beberapa kali burung-burung sebesar burung dara berwarna hijau dan jenis lain yang tidak kukenal. Semoga disini masyarakat tidak punya hobi berburu burung sehingga burung disini tidak akan bernasib sebagaimana burung Kakatua Jambul Putih asli Sumba yang sekarang justru sudah tidak ditemukan lagi di Sumba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Melewati dua bukit terjal keringat mulai bercucuran, minuman yang aku bawa tinggal separuh. Untungnya di turunan berikutnya aku menemukan daerah pantai landai, beberapa burung laut berdiri di tepi pantai dan segera terbang menjauh saat aku menuju ke sana. Di bawah aku menemukan rumput laut berwarna hijau yang terhempas ke pinggir pantai. Aku mengambil yang masih segar dan setelah kucuci kumakan. Rasanya enak khas rumput laut cuma agak asin karena aku mencucinya pakai air laut, tapi lumayan membantu aku mengisi perut yang jadi lapar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari sini aku kembali harus naik bukit karang yang lebih terjal, aku sempat kehilangan &amp;nbsp;jejak namun untungnya kebiasaan mengenali medan ini membuat aku kembali menemukan jalan setapak. Namun kali ini aku harus lebih hati-hati karena jalan dibawah sepenuhnya karang terjal. Untungnya tak jauh kemudian aku sudah sampai di tempat itu. Wah lokasinya memang menarik sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QLwZmUUFNt8/TotEnUTy1WI/AAAAAAAAAkQ/7raSRyhZP0o/s1600/_MG_3279.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://4.bp.blogspot.com/-QLwZmUUFNt8/TotEnUTy1WI/AAAAAAAAAkQ/7raSRyhZP0o/s400/_MG_3279.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Lokasi ini ternyata memang ternyata telah dibangun menjadi lokasi wisata, tampak dari lopo-lopo yang masih baru. Pantai berpasir putih dengan beberapa gugusan karang yang beberapa tumbuh terpisah sungguh sebuah lokasi yang pas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari tempat ini kita bisa melihat matahari terbit maupun matahari terbenam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Beberapa lama setelah aku sendiri mengitari daerah ini datang rombongan sekitar 5 motor yang rupanya anak-anak Malang yang sedang PKN di Kabupaten Rote Ndao. Dari salah satu rombongan ini aku mendapatkan informasi kalau daerah wisata baru ini dikenal sebagai Tiang Bendera. Asal usulnya berasal dari sebuah bangunan seperti kerucut panjang yang atasnya terpenggal di salah gugusan karang sisi barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku masih menunggu senja habis untuk mendapatkan foto-foto slowspeed. Saat mulai gelap aku berkemas kembali.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku memutuskan menggunakan jalan karena menurut informasi salah satu rombongan tadi kalau menggunakan motor sekitar 15 menit. Dari sini perjalanan langsung menanjak dan dari atas ternyata ada beberapa spot lain yang mirip. Ternyata jalur jalan yang baru dibangun dari tanah putih tidak ada penerangan sama sekali sepanjang hampir dua kilometer, deretan pohon besar dan karang-karang besar mengapit sepanjang jalan, untung bulan setengah muncul tidak tertutup awan. Cahaya bulan dan jalan tanah berwarna putih cukup membantuku berjalan sampai aku menemukan rumah pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-AgAvqyTFsf8/TotHDtyJunI/AAAAAAAAAkc/44B6870HuIY/s1600/_MG_3330.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="248" src="http://3.bp.blogspot.com/-AgAvqyTFsf8/TotHDtyJunI/AAAAAAAAAkc/44B6870HuIY/s400/_MG_3330.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari rumah pertama ini aku menemukan informasi arah menuju kembali ke Ba'a. Tiba di bukit atas aku baru mengetahui jika lewat jalan jauhnya lebih jauh dua kali lipat dibanding menelusuri pantai. Untungnya rumah-rumah yang walaupun jaraknya berjauhan satu sama lain namun sudah berpenerangan listrik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di pertengahan jalan aku ditawari untuk naik ojek, hanya karena sudah setengah jalan aku memilih meneruskan dengan tetap berjalan kaki. Aku harus beberapa kali bertanya kepada setiap penduduk yang aku termui di jalan karena banyaknya percabangan di daerah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku sampai di Ba'a sekitar jam 7.30 malam. Perjalanan hari ini walaupun capek tapi sangat menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-7486073275223912471?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/7486073275223912471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/10/rote-ndao-tiang-bendera-bagian-3.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/7486073275223912471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/7486073275223912471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/10/rote-ndao-tiang-bendera-bagian-3.html' title='Rote Ndao - Tiang Bendera (Bagian 3)'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-LwbV-wSnbgA/TotEsIffkqI/AAAAAAAAAkU/kmyanCwTUvE/s72-c/_MG_3287.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-7509554579447583803</id><published>2011-10-03T00:24:00.003+08:00</published><updated>2011-10-18T15:47:25.014+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rote'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulandale'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Rote Ndao - Pantai Tulandale (Bagian 2)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-f4NiidTdaWQ/ToiPbGQ6J7I/AAAAAAAAAj0/HpdS8KJi70k/s1600/_MG_3154.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="384" src="http://3.bp.blogspot.com/-f4NiidTdaWQ/ToiPbGQ6J7I/AAAAAAAAAj0/HpdS8KJi70k/s640/_MG_3154.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Gawat, kameraku tampaknya error. Layar display dan viewfinder pada saat kutekan remote shutter setengah menunjukkan indikator speed shutter yang berbeda. Dan seperti dugaanku, beberapa hasil foto menjadi gelap. Kupegang body kamera yang ternyata terasa panas. Duh pantas saja ini terjadi, kenekatanku memotret siang hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku segera meringkasi peralatan foto dan berjalan cepat menuju ke belakang hotel. Sambil duduk di lantai tiga aku merasa keningku yang terasa perih, tampaknya jidatku terbakar lagi. Inilah akibat aku tidak segera mencari topi pengganti, untung aku sudah terbiasa begini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ma1dD5gdXKY/ToiPHEsursI/AAAAAAAAAjk/3DEp-8_Vjwc/s1600/_MG_2998.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://1.bp.blogspot.com/-ma1dD5gdXKY/ToiPHEsursI/AAAAAAAAAjk/3DEp-8_Vjwc/s320/_MG_2998.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Beberapa malam ini aku juga punya kebiasaan naik ke lantai paling atas yang terbuka. Suasananya yang gelap pas sekali untuk melihat bintang. Beruntung beberapa hari ini baru saja memasuki bulan baru sehingga tak ada gangguan sinar bulan, begitu jam sembilan tampak sebuah kabut memanjang melintang miring dari utara ke selatan yang biasa dikenal orang sebagai galaksi Bima Sakti (Milky Way)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hari Minggu pagi aku tidak merencanakan apapun karena rencana hari ini mau jalan ke Nemberala. Pagi-pagi aku hanya turun sebentar mengikuti seorang bapak tua yang menggendong keranjang mencari ikan dengan jala jika laut surut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Namun rencana yang gagal kembali terjadi, pemilik kendaraan tidak datang sesuai janjinya. Entahlah kali ini apa lagi alasannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-x2zEh_IReAw/ToiPSOSLGTI/AAAAAAAAAjs/7-l4LP18cwM/s1600/_MG_3095.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://2.bp.blogspot.com/-x2zEh_IReAw/ToiPSOSLGTI/AAAAAAAAAjs/7-l4LP18cwM/s320/_MG_3095.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Untungnya sewaktu mengikuti bapak tua penjala aku jadi melihat sebuah tanjung karang yang kutahu kemudian namanya Tulandale.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jam empat sore aku mempersiapkan sesuatunya, aku memutuskan untuk jalan kaki menyusuri pantai untuk sampai ke Tulandale. Aku tidak tahu persis jarak dari Ba'a ke Tulandale tapi untuk amannya aku membawa dua botol minuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IM-jZuBTCaY/ToiPLil6c4I/AAAAAAAAAjo/3wRIVOBVCiM/s1600/_MG_3086.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://1.bp.blogspot.com/-IM-jZuBTCaY/ToiPLil6c4I/AAAAAAAAAjo/3wRIVOBVCiM/s320/_MG_3086.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kawasan pantai sepanjang perjalanan cukup menarik, pasir putih kekuningan membentang sepanjang pinggir pantai. Beberapa anak yang bertemu denganku menyapa, beberapa memancing perhatianku dengan tingkahnya. Tapi ada juga yang justru diam dengan tatapan heran melihatku walaupun aku sudah memamerkan gigiku, mungkin penampilanku dengan segala bawaan membuat mereka merasa aneh hehehe.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Begitu sampai ke tanjung karang itu baru aku tahu kalau di sana telah dibangun menjadi PPI (Pelabuhan Pendaratan Ikan).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Break water (pemecah gelombang) yang dibangun tampaknya akan sampai disini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dermaga PPI tampak kesibukan perahu-perahu nelayan dan lalu lintas beberapa motor yang membawa keranjang-keranjang untuk memuat ikan. Ada tiga perahu ikan yang datang dan segera menurunkan ikan-ikan hasil tangkapan. Aku sempat melihat transaksi ini, melihat ikan-ikan yang dijual ingin beli juga sayang pasti tidak ada yang memasakkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-o8cnNHluvBs/ToiPWpveHII/AAAAAAAAAjw/Mvb3xvM-IjU/s1600/_MG_3132.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="191" src="http://4.bp.blogspot.com/-o8cnNHluvBs/ToiPWpveHII/AAAAAAAAAjw/Mvb3xvM-IjU/s320/_MG_3132.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Matahari sudah mendekati cakrawala, cahaya sudah berubah menjadi kuning keemasan. Aku segera berjalan menuju mendekat ke arah tanjung karang itu. Ternyata dua tanjung karang ini mengapit sebuah cerukan. Di bagian atas aku melihat beberapa perahu yang rusak dan sudah lama tidak dipakai. Besar dugaanku tempat ini dulu digunakan para nelayan untuk menyimpan perahu saat gelombang besar sebelum dermaga PPI ini dibangun. Bentuknya yang ceruk cukup membantu menghalau gelombang yang pada bulan-bulan tertentu bisa sangat kencang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tempatnya menarik walau airnya agak berlumpur. Tonjolan karang-karang yang khas menarik perhatianku. Tempat ini punya potensi untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata apalagi kontur tanah bagian atasnya yang juga datar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Karena sudah terlalu sore hanya beberapa jepretan yang bisa aku hasilkan, cahaya kuning dalam waktu tak lama berubah menjadi merah pusat keunguan dan tak lama kemudian langit sudah menjadi biru gelap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8qedBZBmTxE/ToiPgF3BY-I/AAAAAAAAAj4/isyhAKDtnFk/s1600/_MG_3165.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://3.bp.blogspot.com/-8qedBZBmTxE/ToiPgF3BY-I/AAAAAAAAAj4/isyhAKDtnFk/s640/_MG_3165.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah menghabiskan satu botol minuman aku mengemas kembali peralatan fotoku. Kali ini aku memutuskan berjalan kaki lewat jalan karena malam agak sulit untuk jalan melalui pantai. Tadi sore aku menandai beberapa tempat yang berbatu dan licin yang agak sulit untuk jalan jika malam hari, aku tak mau bertaruh kehilangan kamera karena terjatuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perjalanan pulang jadi sedikit lebih jauh karena kontur jalan yang lebih naik turun tapi perjalanan pulang lebih cepat, hanya sekitar setengah jam aku sudah sampai Ba'a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;(bersambung .................)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-7509554579447583803?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/7509554579447583803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/10/rote-ndao-pantai-tulandale-bagian-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/7509554579447583803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/7509554579447583803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/10/rote-ndao-pantai-tulandale-bagian-2.html' title='Rote Ndao - Pantai Tulandale (Bagian 2)'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-f4NiidTdaWQ/ToiPbGQ6J7I/AAAAAAAAAj0/HpdS8KJi70k/s72-c/_MG_3154.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Tulandale, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.70433990349231 123.06273221969604</georss:point><georss:box>-10.706290403492309 123.06026471969605 -10.70238940349231 123.06519971969604</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-1172041406520423649</id><published>2011-10-01T23:40:00.000+08:00</published><updated>2011-10-23T08:43:14.872+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ba&apos;a'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rote Ndao'/><title type='text'>Menikmati Rote Ndao (Bagian 1)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0cD-6-i7tG0/Toco-pSne5I/AAAAAAAAAjE/YOaPMbYbprE/s1600/Rotendao+Senjahari.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="326" src="http://3.bp.blogspot.com/-0cD-6-i7tG0/Toco-pSne5I/AAAAAAAAAjE/YOaPMbYbprE/s640/Rotendao+Senjahari.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tarian awan senja hari berlatar Pelabuhan Ba'a&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Masih terlalu untuk Pelabuhan Tenau, gerbang masuk penumpang masih terkunci saat mobil Avanza yang aku tumpangi masuk ke Pelabuhan. Untung 15 menit kemudian seorang petugas pintu masuk dan petugas karcis membuka gerbang masuk. Setelah mendapatkan tiket kapal feri cepat Kupan-Ba'a aku masuk ke ruang tunggu dengan beberapa penumpang yang juga datang awal pagi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-WTF28P1b2Sc/Tocr6HdzQYI/AAAAAAAAAjM/g7kvrpwQLCg/s1600/Rotendao+011.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; display: inline !important; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="http://2.bp.blogspot.com/-WTF28P1b2Sc/Tocr6HdzQYI/AAAAAAAAAjM/g7kvrpwQLCg/s320/Rotendao+011.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;View pantai dari lantai atas hotel Grace&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kurang dari jam 9 aku sudah masuk ke dalam feri setelah menunggu orang-orang yang berdesakan masuk feri mereda. Setelah mendapatkan tempat duduk dan menaruk tas-tas di belakang aku berniat untuk menikmati perjalanan ini di luar sehingga kuputuskan kembali ke bagian belakang. Di belakang aku menemui sedikit keributan karena feri agak terlambat berangkat, ternyata ada masalah dengan sebuah motor yang dinaikkan ke dalam feri namun belum selesai diurus surat ijinnya. Untunglah insiden itu tidak berlangsung lama, jam 9 lewat sedikit feri sudah menarik sauhnya. Sebelum kapal feri aku tersenyum menikmati obrolan beberapa pedagang yang keluar dari kapal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-LWQXM2sVltM/Tocr9Gd4kAI/AAAAAAAAAjQ/zeELbq6BUTM/s1600/Rotendao+066.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-LWQXM2sVltM/Tocr9Gd4kAI/AAAAAAAAAjQ/zeELbq6BUTM/s320/Rotendao+066.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Anak-anak bermain-main berlatar senja&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Beberapa saat aku menikmati laut di buritan kapal kuputuskan masuk saja kembali ke dalam karena angin kali ini terasa sangat keras, dalam beberapa saat saja mukaku terasa menebal. Di samping itu buritan juga menjadi tempat orang-orang merokok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mendekati jam 12 feri mendarat di Pelabuhan Ba'a. Pelabuhan ini pendek karena sisi kanan dermaga telah hancur tinggal menyisakan tiang-tiang saja, beberapa tahun yang laut ombak yang besar tidak sanggup ditahan beton-beton ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-PLbHD4yfJiQ/Tocr_BIYvXI/AAAAAAAAAjU/r0E-yo9rDr8/s1600/Rotendao+108.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-PLbHD4yfJiQ/Tocr_BIYvXI/AAAAAAAAAjU/r0E-yo9rDr8/s320/Rotendao+108.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pagi hari di Pelabuhan Ba'a&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Panas menyengat langsung menyergapku begitu keluar dari feri. Ini adalah kali ketiga aku mengunjungi Ba'a, ibukota Kabupaten Rote Ndao, semuanya dalam rangka tugas. Aku langsung meminta sopir mengantar ke hotel Grace yang terletak di pinggir pantai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku sengaja memilih tempat ini, karena dari hotel ini aku bisa menikmati senja berlatar Pelabuhan Ba'a walaupun tentu saja lebih nikmat jika menikmati langsung dari pinggir pantai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saat ini di sepanjang pantai baru ada pekerjaan pemasangan beton-beton pemecah gelombang juga tembok penahan gelombang karena memang pada bulan-bulan tertentu ombak di pantai ini bisa sedemikian kerasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-AlYJStHeiHU/TocuZORihEI/AAAAAAAAAjc/5NXi_cusfAc/s1600/_MG_3008.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-AlYJStHeiHU/TocuZORihEI/AAAAAAAAAjc/5NXi_cusfAc/s320/_MG_3008.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Beton-beton pemecah gelombang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Beberapa kendaraan macam excavator dan dump truk beberapa hari ini terdengar meraung-meraung menumpahkan dan meratakan batu pasir di saat laut sedang surut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kebetulan pula posisi bulan sedang bulan baru sehingga pagi dan sore hari pasti laut surut, jadi walaupun agak terganggu dengan suara berisik besi-besi bermesin itu aku masih sempatkan turun ke bawah menikmati suasana senja yang sering ramai dengan anak-anak yang bermain atau orang-orang yang mencari kerang dan ikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;(bersambung .......................)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-1172041406520423649?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/1172041406520423649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/10/menikmati-rote-ndao-bagian-1.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/1172041406520423649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/1172041406520423649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/10/menikmati-rote-ndao-bagian-1.html' title='Menikmati Rote Ndao (Bagian 1)'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-0cD-6-i7tG0/Toco-pSne5I/AAAAAAAAAjE/YOaPMbYbprE/s72-c/Rotendao+Senjahari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-2070848818868791641</id><published>2011-09-27T01:31:00.000+08:00</published><updated>2011-10-18T15:14:23.851+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta'/><title type='text'>Catatan Jakarta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nn-KdUvXUE8/ToCn2UzpKgI/AAAAAAAAAio/w5pDqD2_biU/s1600/_MG_2902.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="401" src="http://2.bp.blogspot.com/-nn-KdUvXUE8/ToCn2UzpKgI/AAAAAAAAAio/w5pDqD2_biU/s640/_MG_2902.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Gelap merambat, bundaran Hotel Indonesia selain tampak lenggang, hanya beberapa orang yang tampak bergerombol sambil duduk main gitar. Mungkin saja mereka anak-anak muda yang lagi istirahat setelah lelah mengamen. Air mancur yang biasanya menampilkan atraksi meliuk-liuk mengikuti irama musik dan cahaya warna-warni juga tidak ada, sekarang pertunjukan air mancur hanya ada saat malam minggu saja. Tapi di jalan seperti biasa masih disesaki kendaraan, gambaran Jakarta yang tak pernah mati hanya sedikit masih lebih lega dibanding sebelum ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qZGsZyOyMk8/ToCoKuxhtQI/AAAAAAAAAiw/d0tGQy4L_7E/s1600/_MG_2921.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-qZGsZyOyMk8/ToCoKuxhtQI/AAAAAAAAAiw/d0tGQy4L_7E/s320/_MG_2921.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Cahaya terang benderang dan hiruk pikuk juga masih mewarnai gedung-gedung di seberang walaupun sudah jauh berkurang, hanya pecinta malam yang masih sanggup bertahan meski jam telah menunjukkan waktu di atas jam 11 malam. Satu-satunya yang masih bertahan bekerja dengan urutan yang tidak berubah dan bergeser adalah beberapa pasang lampu lalu lintas merah-kuning-hijau. Jika di kota-kota kecil macam kotaku lampu-lampu ini telah berganti warna kuning tapi disini warna hijau dan merah tetap dipaksa melek bekerja tanpa henti, atau akan muncul kesemrawutan yang lebih bikin mereka stress. Tapi rupanya kelenggangan tidak beranjak lama, beberapa pasang muda mudi mulai datang memenuhi tempat ini. Ada yang sedang memotret, mungkin mereka dari luar kota yang ingin menjadikan foto kenangan. Wanita-wanita dengan baju bertali tanpa lengan seperti menantang dingin duduk bercengkerama dengan taburan asap-asap disela kata-kata yang mereka keluarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iPCLaJ-zZu8/ToCyKWbUrZI/AAAAAAAAAi8/5LSM62QxNxY/s1600/_MG_2852.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/-iPCLaJ-zZu8/ToCyKWbUrZI/AAAAAAAAAi8/5LSM62QxNxY/s400/_MG_2852.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jakarta memang bersolek luar biasa, rasanya tak cukup gedung hari ini, besok lusa ada saja gedung yang berdiri. Bahkan berapapun watt listrik ditambah tak pernah cukup memuaskan kemegahan Jakarta. Dan seperti sebuah cahaya bagi kunang-kunang, Jakarta telah menjadi magnet bagi banyak orang untuk mengadu nasib di kota yang katanya sangat keras ini. Yang menang dan maka akan tersedia kubus-kubus terang bercahaya warna-warni. Yang kalah? entah kalah ataukah baru memulai, tapi bisa kau layangkan pandangan di pinggir-pinggir jembatan, seperti ada refleksi berkebalikan yang sempurna.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku teringat pemain Gambang Kromong yang beberapa hari ini beraksi di lobby hotel bintang empat di kawasan Kebon Sirih yang aku tempati beberapa hari ini. Memainkan musik pengiring lalu lalangnya orang keluar masuk. Mata-mata tua yang bermain musik ini, apakah dibenaknya dengan semua tempat ini? Para penghibur ini hanya mengais sedikit dari yang dapat mereka ambil. Aku tak tahu dimana dia tinggal, mungkin masih di sini atau bisa juga sudah di pinggiran kota.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5tdO5VPDLXs/ToCoAFhXo8I/AAAAAAAAAis/p2-6Dh6g0Hk/s1600/_MG_2873.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="425" src="http://2.bp.blogspot.com/-5tdO5VPDLXs/ToCoAFhXo8I/AAAAAAAAAis/p2-6Dh6g0Hk/s640/_MG_2873.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mengaca pada lantai pualam dan dinding-dinding kaca&lt;br /&gt;aku terpatri pada kemegahan dan gemerlap cahaya ribuan watt&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; aku menatapmu dari balik kaca stasiun busway yang sesak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotak-kotak kaca saling bertumpuk laksana kubus dan semuanya cepat&lt;br /&gt;saling berderap, saling menderu, saling berpacu serba bergairah untuk&lt;br /&gt;yang bernama uang dan sedikit kesenangan&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; aku berdiri memunggungimu sembari meremas uang seribu yang telah lecek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8LOOvHzT1f4/ToCx_580n9I/AAAAAAAAAi4/juBGNP5ptKY/s1600/_MG_2838.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-8LOOvHzT1f4/ToCx_580n9I/AAAAAAAAAi4/juBGNP5ptKY/s320/_MG_2838.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ratusan menu terhidang harum tersebar, membakar selera siapa saya yang lapar&lt;br /&gt;dahaga pun tersiap puluhan minuman serba warna, semuanya ada di tempat sama: hotel dan restoran&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;aku masih menikmati nasi uduk teh Neni waktu semua itu menyapaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat kolong jembatan dan pencakar langit, aku melihat kursi-kursi di etalase dan di pinggir jembatan&lt;br /&gt;aku melihat yang membuang makanan lezat dan yang mengais sampah makanan basi&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; refleksimu sungguh membuatku ragu, inikah atau itukah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak hendak mengerti dirimu, tidak sama sekali... karena aku hanya singgah disini&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;aku bisa mencintai siapa saja tapi bukan dirimu yang sungguh tak kumengerti&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;engkau adalah pergulatan zaman yang terburuk namun diperebutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka biarkan aku menyingkir, dan melihatmu hanya sesekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Djakarta, September 21, 2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-2070848818868791641?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/2070848818868791641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/09/catatan-jakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/2070848818868791641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/2070848818868791641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/09/catatan-jakarta.html' title='Catatan Jakarta'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nn-KdUvXUE8/ToCn2UzpKgI/AAAAAAAAAio/w5pDqD2_biU/s72-c/_MG_2902.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-49672545118291739</id><published>2011-09-18T11:15:00.000+08:00</published><updated>2011-10-18T15:16:26.866+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TTU'/><title type='text'>Tanjung Bastian, Menyusuri Laut Utara Timor</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zdULlrqc6x0/TnVe_TTtGjI/AAAAAAAAAiY/n8ow5NbPhQY/s1600/_MG_2821.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="396" src="http://2.bp.blogspot.com/-zdULlrqc6x0/TnVe_TTtGjI/AAAAAAAAAiY/n8ow5NbPhQY/s640/_MG_2821.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tanjung Bastian sesaat setelah matahari terbenam berlatar perbukitan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Berada di pantai utara pulau Timor, Tanjung Bastian yang masuk dalam wilayah Wini merupakan salah satu tempat wisata yang mulai dikembangkan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara. Tak banyak tempat wisata yang diandalkan bagi daerah ini, maka melihat lokasinya Tanjung Bastian ini memang punya kans yang lebih besar bagi daerah ini bagi pemasukan kas daerah sekaligus mengembangkan potensi wisatanya. Dari kota kecamatan Wini, lokasi Tanjung Bastian ini berjarak sekitar 5 kilometer ke arah Timur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-0Q20oozjxZQ/TnVdtTosQZI/AAAAAAAAAiQ/UDPww0oX1qE/s1600/kefa01+044.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-0Q20oozjxZQ/TnVdtTosQZI/AAAAAAAAAiQ/UDPww0oX1qE/s400/kefa01+044.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto bersama tentara perbatasn di areal perbatasan TTU - Oecussi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekedar informasi bagi yang belum familiar, Wini ini adalah kecamatan dari Kabupaten Timor Tengah Utara yang berbatasan langsung dengan distrik Oecussi yang merupakan daerah kantung yang menjadi salah satu provinsi negara Timor Leste. Keberadaan distrik Oecussi yang terpisah dari daerah Timor Leste lain jelas merupakan keuntungan tersendiri bagi Wini yang menjadi tempat keluar masuknya arus lalu lintas orang dan barang dari dan ke Oecussi.Beberapa kali sebenarnya aku pernah di tugaskan ke Timor Tengah Utara ini, hanya baru sekitar setahun lalu aku sempat singgah melihat Tanjung Bastian. Itupun sebenarnya hanya singgah sementara di antara waktu tugas sehingga hanya sempat duduk untuk makan siang. Baru pada kesempatan kedua minggu lalu aku bersama seorang teman sempat mengunjungi secara khusus Tanjung Bastian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-smxrsfdeO5M/TnVh41yxzMI/AAAAAAAAAig/C5jrSIpYUW0/s1600/kefa01+054.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="http://3.bp.blogspot.com/-smxrsfdeO5M/TnVh41yxzMI/AAAAAAAAAig/C5jrSIpYUW0/s400/kefa01+054.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Perbukitan di daerah Wini&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dengan menggunakan sebuah motor, kami berangkat dari Kefamenanu sekitar jam tiga sore dengan perkiraan jalan yang kami tempuh akan memakan waktu satu jam untuk sampai ke Tanjung Bastian sesuai dengan informasi yang kami terima dari orang-orang yang pernah kesini.Namun ternyata jauhnya perjalanan tidak seperti yang kami harapkan, lokasi jalan yang melewati banyak perbukitan sehingga jalan banyak berlika-liku dan ruas jalan yang tergolong sempit mengakibatkan kami tak bisa melajukan motor apalagi jika berpapasan dengan kendaraan roda empat.Perjalanan kami juga kadang terganggu oleh asap-asap yang bertiup ke arah kami dari perbukitan-perbukitan yang mulai dibakar warga. Bulan-bulan kering begini memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat membakar lahan-lahan. Sebagai masyarakat yang banyak mengandalkan dari peternakan, pembakaran lahan ini dimaksudkan agar rumput-rumput kering bersih sehingga nanti waktu musim hujan akan menumbuhkan lebih cepat rumput-rumput baru yang hijau. Awalnya aku pikir pembakaran lahan ini seperti di daerah Jawa atau Sumatera yang biasanya untuk kebutuhan pembukaan lahan baru (berladang).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-u9bn5tSJLlk/TnVVz3l9vHI/AAAAAAAAAh4/JJ_o_zvzGqM/s1600/_MG_2792.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="387" src="http://4.bp.blogspot.com/-u9bn5tSJLlk/TnVVz3l9vHI/AAAAAAAAAh4/JJ_o_zvzGqM/s640/_MG_2792.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="640" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Lahan perbukitan yang dibakar warga&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Walaupun entah disadari atau tidak pembakaran lahan yang sudah menjadi kebiasaan ini mengakibatkan perbukitan tidak pernah menjadi hijau sehingga tanah kurang dapat menahan air hujan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kondisi yang nyaris sama ditemui dibanyak tempat di pulau Timor ini menguatkan stereotif daerah Timor sebagai daerah yang sulit air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di daerah mulai mendekat ke Wini, kami melihat daerah perbukitan berbatu yang terjal yang mengapit jalan dan perkampungan kami melintas. Menurut penduduk, perbukitan sisi barat berbatasan dengan Timor Leste. Perbukitan-perbukitan yang menjulang di sepanjang jalan ini memberi hiburan setelah kami berpanas-panas di perbukitan yang kering dan terbakar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ternyata aku mulai memasuki daerah Wini lebih kurang satu setengah jam, cukup terlambat namun tidak cukup terlambat untuk mendapatkan matahari terbenam dari Tanjung Bastian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iCKkCkZX8lw/TnVacgCHKOI/AAAAAAAAAiA/llx77uKYja4/s1600/_MG_2806.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; display: inline !important; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/-iCKkCkZX8lw/TnVacgCHKOI/AAAAAAAAAiA/llx77uKYja4/s400/_MG_2806.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xFSz1xcWQew/TnVbv9haGMI/AAAAAAAAAiI/kxXJ7UmXWIc/s1600/_MG_2809.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; display: inline !important; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="268" src="http://2.bp.blogspot.com/-xFSz1xcWQew/TnVbv9haGMI/AAAAAAAAAiI/kxXJ7UmXWIc/s400/_MG_2809.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Lokasi pacuan kuda Tanjung Bastian&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dengan keberadaanya sebagai tanjung, matahari terbenam dan metahari terbenam bisa dilihat langsung dari tempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Memasuki pintu masuk Tanjung Bastian yang sepi kami melihat sebuah lintasan besar melingkar yang dipagari kayu bercat putih. Di sebelah selatan pacuan terdapat sebuah panggung untuk penonton. Lintasan ini adalah arena pacuan kuda (&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 22px;"&gt;&lt;span style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tanjung Bastian Horse Racing Track)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', helvetica, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;yang telah rutin digunakan sebagai lokasi kejuaraan pacuan kuda. Setidaknya setahun ada tiga sampai empat lomba pacuan kuda yang diadakan di tempat ini. Dari informasi staf daerah, pacuan kuda terakhir yang diadakan sekitas bulan Juli kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sayang aku datang tidak tepat saat pacuan kuda berlangsung.&amp;nbsp;Lintasan pacuan kuda yang sepi ini sekarang hanya dihuni beberapa ekor sapi warga yang merumput.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Pantai yang berpasir putih kekuningan ini banyak ditumbuhi tanaman perdu berduri dan pohon asam. Tampatnya cukup rindang karena pohon peneduh ini tumbuh cukup banyak. Beberapa bangunan semacam cottage telah dibangun di sepanjang jalur pantai, walaupun lebih sering terisi saat ada acara semacam lomba pacuan kuda saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari Tanjung Bastian kontur perbukitan yang kami temui dari perjalanan itu tampak dari sini, sebuah gabungan pemandangan yang cukup menarik mata.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Disepanjang tanjung pantai ini banyak tumbuh pohon bakau. Berlatar senja, puluhan bangau putih tampak turun memenuhi karang-karang sepanjang bakau.&amp;nbsp;Sore itu laut sedang surut, aku baru menyad&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;ari saat melihat sesaat setelah matahari terbenam, bulan yang nyaris bulat juga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;muncul dari ufuk timur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-49672545118291739?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/49672545118291739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/09/tanjung-bastian-menyusuri-laut-utara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/49672545118291739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/49672545118291739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/09/tanjung-bastian-menyusuri-laut-utara.html' title='Tanjung Bastian, Menyusuri Laut Utara Timor'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-zdULlrqc6x0/TnVe_TTtGjI/AAAAAAAAAiY/n8ow5NbPhQY/s72-c/_MG_2821.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Tanjung Bastian, Wini, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-9.177346719192307 124.53758239746094</georss:point><georss:box>-9.208697219192308 124.49810039746093 -9.145996219192307 124.57706439746094</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-5217513193848317208</id><published>2011-08-29T11:17:00.116+08:00</published><updated>2011-10-18T15:19:26.354+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Menjejakkan Kaki di Riung</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9Qhk_vSXUuY/TlsbLq4XlpI/AAAAAAAAAhQ/V9SmRgs1Jc8/s1600/riung-02.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="297" src="http://1.bp.blogspot.com/-9Qhk_vSXUuY/TlsbLq4XlpI/AAAAAAAAAhQ/V9SmRgs1Jc8/s640/riung-02.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Gugusan karang dan hamparan pasir putih di Pulau Tiga&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menjejakkan kaki ke Riung ini seperti menjadi impian, karena semenjak aku tinggal di Kupang dan telah berkeliling ke seluruh pelosok Nusa Tenggara justru Riung yang belum aku jelajahi (pulau Komodo juga). Alasan utama karena walaupun bagian dari Kabupaten Ngada tapi dari Bajawa, ibukota Ngada ke Riung jarak yang ditempuh serta kondisi medannya jauh lebih sulit dibanding kalau kita ke Ende. Keinginan itu menguat aku mulai menyukai snorkling berawal dari pengalaman pertama snorkling di pulau Bidadari, Manggarai Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perjalanan dari Bajawa ke Riung seingatku sekitar empat setengah jam naik turun perbukitan dengan jalan seperti jalan ular, itu masih ditambah dengan ruas jalan yang sempit. Di beberapa ruas jalan sempit dan sisi sebelah menghadang jurang yang sangat dalam, sehingga saat berpapasan dengan kendaraan yang dari arah berlawanan maka salah satu kendaraan harus berhenti dulu. Jurang-jurang di sepanjang perjalanan Bajawa-Riung tampak menganga dalam siap menelan kendaraan yang tidak dikemudikan hati-hati. Aku memilih perjalanan dari Bajawa siang hari karena untuk ke tempat Taman Laut 17 Pulau sebaiknya di pagi hari dimana kondisi laut masih tenang, jika sudah menjelang sore maka air laut sudah bergelombang keras sehingga kegiatan menjadi kurang bisa dinikmati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_104649663"&gt;&lt;img border="0" height="219" src="http://static.panoramio.com/photos/original/58090999.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.panoramio.com/photo/58090999"&gt;Suasana perkampungan nelayan di Riung&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perjalanan kedua yang aku lakukan Februari kemarin lebih enak karena aku mengambil jalan dari Nagekeo yang lebih dekat jaraknya ke Riung. Yang menjadi masalah memang sekitar 5 km jalan ada yang kondisinya rusak lumayan parah, dan jalan parah ini bisa memakan setengah waktu sendiri, apalagi kalau sudah masuk musim hujan entah bisa dilewati atau tidak, kecuali anda menggunakan kendaraan four wheel drive dan beroda besar macam kendaraan yang didesain untuk off-road.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perkampungan di Riung banyak ditemukan home stay milik penduduk setempat, cocok untuk traveler yang ingin menghemat pengeluaran dan tidak mempermasalahkan kenyamanan. Tapi jika kenyamanan menjadi masalah maka bisa memilih beberapa hotel yang juga sudah berdiri di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku bersama teman-teman masuk ke Riung saat jam sudah menunjukkan pukul delapan, agak terlambat sebenarnya mengingat rencana kami bisa naik perahu pagi-pagi. Itupun masih terganjal masalah utama, perut kami tidak terisi dari pagi karena kami sejak subuh telah di atas kendaraan. Memang pilihan untuk menginap lebih bijaksana jika ingin benar-benar menikmati perjalanan di Riung. Setelah sempat berputar-putar mencari makan akhirnya ada sebuah toko yang pemiliknya bersedia memasakkan mi instan ke kami, lumayan untuk menjadi pengganjal perut. Seorang nelayan yang sudah setengah umur menawarkan perahu kepada kami, dengan harga lokal yang kami&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;sepakati&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;sebesar tiga ratus lima puluh ribu maka perahu yang bisa muat sampai delapan orang ini kami sewa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Sw0TlaCzsAE/TlsZPZkFLwI/AAAAAAAAAhI/R3wLcCHIRMQ/s1600/mbay002+019.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://2.bp.blogspot.com/-Sw0TlaCzsAE/TlsZPZkFLwI/AAAAAAAAAhI/R3wLcCHIRMQ/s400/mbay002+019.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ribuan kalong bergelantungan di pohon bakau di pulau Ontoloe&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jam setengah sembilan perahu kami mulai yang sudah bersandar dari pagi mulai melaju ke arah utara ke arah pulau Ontoloe, sebuah pulau yang banyak dihuni kelelawar, elang laut dan monyet. Keberadaan kelelawar pemakan buah ini sangat mencolok karena pada waktu begini mereka sedang tidur bergelantungan. Dari kejauhan pohon-pohon tampak bagai pohon kering kehitaman dan setelah dekat baru tampak bahwa ribuan kelelawar telah bergelantungan tidur di dahan-dahan pohon bakau yang telah habis daunnya. Di pinggir pulau pemilik perahu berteriak-teriak dengan suara memekik yang tidak bisa kami tirukan, kontan ribuan kelelawar berterbangan kesana kemari hiruk pikuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam catatanku ada beberapa pulau yang biasanya menjadi persinggahan wisatawan, seperti:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pulau Batang Kolong,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pulau Meja atau Pulau Tembaga,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pulau Sui,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bampa Timur atau Pulau Tiga,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pulau Ruton atau Tangil,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pulau Wire,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pulau Wongkoroe dan beberapa kawasan lain yang menjadi surga bawah laut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebenarnya sedikit lebih jauh dari pulau Ontoloe ada pulau terluar yang cukup bagus taman lautnya, yaitu pulau Ruton.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Namun karena sudah terlalu siang dan arus mulai naik, akhirnya kami langsung saja menuju ke pulau Tiga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6h5Rdn1ub90/TlsjXZUxIeI/AAAAAAAAAhY/OKv902cfPx4/s1600/mbay002+045.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-6h5Rdn1ub90/TlsjXZUxIeI/AAAAAAAAAhY/OKv902cfPx4/s400/mbay002+045.jpg" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kadek &amp;amp; Sukoco snorkling&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saat perahu sudah mulai mendekati pulau pada jarak beberapa ratus meter terhampar kawasan terumbu yang sayangnya telah yang banyak mati. Menurut pemilik perahu, kerusakan itu terjadi dulu akibat pengobaman maupun peracunan oleh nelayan-nelayan di sekitar sini sebelum Riung ditetapkan sebagai taman nasional. Sekarang setelah ditetapkan menjadi kawasan taman nasional masyarakat sudah tidak melakukan lagi illegal fishing di daerah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekitar setengah jam kami snorkling di daerah ini sambil melihat-lihat beberapa spot yang mulai tumbuh karang-karang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya sebuah hampara pasir putih yang membentang mengelilingi pulau ini menyambut kami. Beberapa lopo tampak berdiri namun sebagian besar telah rusak. Disini tampak ada 2 perahu yang telah datang mendahului kami dan semuanya perahu yang disewa oleh orang asing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Beberapa saat kami bermain kembali snorkling di daerah ini. Ternyata tingkat kerusakan di pulau ini cukup parah, namun pasir putih dan airnya yang sangat bening menghibur kami. Bintang laut dan duri laut adalah binatang yang paling banyak ditemui disini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekitar jam satu kami memutuskan kembali karena matahari sudah sedemikian terik, bahkan kulit kami juga sudah berubah warna menjadi gosong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Perlu beberapa kali kunjungan untuk mencoba keberadaan pulau-pulau lain di Riung karena kami memperoleh informasi bahwa ada beberapa spot yang menarik di tiap pulau dan tanjung. juga daerah barrier reef.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tulisan lain tentang tempat ini yaitu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; line-height: 24px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://www.oocities.org/kapetmbay/aktual_riung17.htm"&gt;Surga Bawah Laut di Timur Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-5217513193848317208?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/5217513193848317208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/08/riung.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/5217513193848317208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/5217513193848317208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/08/riung.html' title='Menjejakkan Kaki di Riung'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-9Qhk_vSXUuY/TlsbLq4XlpI/AAAAAAAAAhQ/V9SmRgs1Jc8/s72-c/riung-02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total><georss:featurename>Riung, Flores, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.41326185135003 121.02861009521484</georss:point><georss:box>-17.07591185135003 97.87491009521484 0.2493881486499685 144.18231009521486</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-6276220224121699749</id><published>2011-08-28T10:46:00.008+08:00</published><updated>2011-10-18T15:20:47.283+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kupang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Senja Hari di Pantai Nunsui</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.panoramio.com/photo/57988561"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://static.panoramio.com/photos/original/57988561.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.panoramio.com/photo/57988561"&gt;Senja di Pantai Nunsui berlatar pohon Bakau dan bebatuan&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Puasa kali ini nyaris tanpa kegiatan atau mungkin lebih tepatnya sangat sedikit kegiatan. Kegiatan jangan dibaca kerjaan ya, kegiatan itu bagiku acara jalan-jalan ke tempat-tempat yang baru atau sekedar ulangan. Untungnya pekerjaan yang lebih sering di luar kota membuat hiburan tersendiri setidaknya dari balik kaca kendaraan yang melintasi dari satu kabupaten ke kabupaten lain aku masih bisa melihat view laut dan gunung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Belakangan ini beberapa temen yang suka fotografi membicarakan pantai Nunsui yang katanya bagus untuk foto. Dan lokasi tempat ini juga diperkuat dengan foto-foto teman yang menunjukkan bagusnya lokasi ini untuk alternatif lain tempat wisata. Dengan informasi akhirnya dengan penjelasan teman yang pernah kesana dan Google Earth akhirnya aku bisa menemukan lokasi tepatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Lokasi pantai Nunsui ini bisa dicari via Google Maps dengan posisi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;-10.136589,123.656321&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;atau posisi dengan Google Earth pada&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666;"&gt;&lt;abbr class="latitude" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px;" title="-10.136936"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.panoramio.com/map/#lt=-10.136936&amp;amp;ln=123.656552&amp;amp;z=4&amp;amp;k=2" style="color: #666666; text-decoration: underline;" title="lihat area ini"&gt;10° 8' 12.97" S&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.panoramio.com/map/#lt=-10.136936&amp;amp;ln=123.656552&amp;amp;z=4&amp;amp;k=2" style="color: #666666; text-decoration: underline;" title="lihat area ini"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;abbr class="longitude" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px;" title="123.656552"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.panoramio.com/map/#lt=-10.136936&amp;amp;ln=123.656552&amp;amp;z=4&amp;amp;k=2" style="color: #666666; text-decoration: underline;" title="lihat area ini"&gt;123° 39' 23.59" E&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;. Pantai ini masih berdekatan dengan pantai Lasiana yang sudah di kelola lama sebagai tempat wisata oleh pemerintah daerah. Jadi pantai Nunsui dan pantai Manikin posisinya menjepit pantai Lasiana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah beberapa hari rencana mau ke pantai Nunsui batal karena berbentrokan dengan jadwal dan ketatnya deadline laporan akhirnya pada &amp;nbsp;Jum'at sore punya kesempatan untuk menuju ke tempat itu. Jam setengah lima persis setelah aku mempersiapkan kamera dan peralatan foto lainnya aku mulai jalan. Tentu saja aku tidak melupakan sebotol minuman dan kue, karena perhitunganku aku pasti akan berbuka puasa di sana. Perjalanan dari rumah sampai tempat ini sekitar 15 menit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-hYqre-KyWbo/Tl-ks_nItbI/AAAAAAAAAhg/B5gzf2wzuq8/s1600/_MG_2698.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="406" src="http://3.bp.blogspot.com/-hYqre-KyWbo/Tl-ks_nItbI/AAAAAAAAAhg/B5gzf2wzuq8/s640/_MG_2698.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Batu-batu berserakan di sepanjang pantai kala surut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menuju pinggir pantai di Nunsui aku menemukan beberapa tempat makan dan bersantai sudah didirikan di tempat ini dan untungnya mengambil jarak dari pantai. Dari jalan ke pantai terdapat ruang beberapa puluh meter yang berdiri pepohonan kelapa dan jenis pohon pantai lain yang cukup rindang milik warga sekitar pantai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di pantai ini memiliki ciri sama dengan beberapa pantai di sekitar Kupang termasuk pantai Lasiana yaitu sangat landai. Jadi pada saat surut jauhnya pantai bisa beberapa ratus meter, dan itulah yang terjadi saat aku kesini. Laut baru selesai di puncak surutnya sekitar jam 4 sore tadi sehingga saat aku sampai surutnya masih jauh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.panoramio.com/photo/57988603" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="207" src="http://static.panoramio.com/photos/original/57988603.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Anak-anak mencari ikan di pantai Nunsui saat laut surut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dengan pasirnya yang berwarna putih kekuningan yang sangat halus, saat surut pasir-pasir ini meninggalkan urat-urat gelombang. Pasirnya yang panjang sendiri bisa menawarkan alternatif tempat wisata, walau tidak menawarkan pemandangan yang lebih dibanding dengan tempat lain. Pasir yang benar-benar putih di Kupang ini dan punya potensi lebih menarik aku lebih memilih di &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://awalnya.blogspot.com/2010/05/pantai-tablolong-deep-inside.html"&gt;pantai Tablolong&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt; walaupun kekurangan tidak landai. Namun jika dikelola profesional tidak mustahil penataan dan pembersihan pantai bisa menghasilkan landscape pantai yang menarik wisatawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ada sebuah pohon Bakau dan itu satu-satunya yang tumbuh menyendiri di pantai Nunsui, itu menjadi salah satu penanda jika anda telah berada di lokasi yang tepat. Pohon bakau yang tumbuh sendiri ini adalah view favorit untuk pengambilan foto Nunsui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari pantai ini, mata bisa langsung melihat matahari tenggelam dengan bayangan bagan-bagan apung yang banyak tumbuh di sekitar pantai Kupang. Jika matahari telah tenggelam maka agak ke sebelah kiri akan bermunculan kerlip cahaya-cahaya malam yang berasal dari kota Kupang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di Kupang, lokasi-lokasi yang dulunya diabaikan telah menarik minat untuk dikembangkan sehingga tak heran di sepanjang jalur pantai sekarang tumbuh restoran-retoran atau tempat makan yang menawarkan suasana pantai. Celakanya pembangunan ini kadang tidak memandang ekosistem yang ada, beberapa tempat yang jelas-jelas dulu terpasang papan pengumuman sebagai jalur hijau yang artinya tidak boleh ada bangunan permanen faktanya sekarang subur rumah makan, restoran dan hotel. Bahkan jalur hijau yang lautnya kaya akan biota dan terumbu karang sekarang juga sudah akan dibangun kawasan perumahan mewah. Melihat hal ini, aku berharap semoga pembangunan ini tidak akan terjadi di pantai Nunsui atau pantai lain. Semoga pembangunan yang akan datang di pantai ini memperhatikan ekosistem serta keberadaan masyarakat pesisir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-6276220224121699749?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/6276220224121699749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/08/pantai-nunsui.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/6276220224121699749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/6276220224121699749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/08/pantai-nunsui.html' title='Senja Hari di Pantai Nunsui'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hYqre-KyWbo/Tl-ks_nItbI/AAAAAAAAAhg/B5gzf2wzuq8/s72-c/_MG_2698.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total><georss:featurename>Pantai Nunsui, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.136861550017237 123.65665287857064</georss:point><georss:box>-11.604099550017237 119.74408937857064 -8.669623550017237 127.56921637857064</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-6038807846661639261</id><published>2011-08-18T00:03:00.000+08:00</published><updated>2011-10-21T08:08:29.938+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ende'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Batu-Batu di Pantai Mbray</title><content type='html'>&lt;span style="color: black; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-CyLJzQ2s47Y/Tkvet6Sl1VI/AAAAAAAAAcM/iwcXAk9y5eU/s1600/_MG_2668.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="376px" qaa="true" src="http://4.bp.blogspot.com/-CyLJzQ2s47Y/Tkvet6Sl1VI/AAAAAAAAAcM/iwcXAk9y5eU/s640/_MG_2668.jpg" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;View pantai Mbray ke arah Timur berlatar perkampungan Mbray dan gunung Meja&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ ﻿ &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Seperti yang aku tuliskan sebelumnya di &lt;/span&gt;&lt;a href="http://awalnya.blogspot.com/2011/08/berbagi-langit-dan-laut-foto-di-antara.html"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Berbagi Langit dan Laut: Foto di Antara Ende - Mbay&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;, akhirnya aku punya kesempatan memotret pantai Mbray.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pantai Mbray ini terletak dipertengahan perlintasan antara Ende - Nangapanda. Kalau kita dari Ende ke pantai Mbray mungkin bisa ditempuh sekitar 15 menit itupun kita tidak perlu melarikan kendaraan terburu-buru.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-RTp6Va-NONo/TksTcqU6P6I/AAAAAAAAAcE/Vy0v917Q5Ls/s1600/_MG_2658.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400px" qaa="true" src="http://1.bp.blogspot.com/-RTp6Va-NONo/TksTcqU6P6I/AAAAAAAAAcE/Vy0v917Q5Ls/s400/_MG_2658.jpg" width="285px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jalur sepanjang arah perjalanan ke tempat ini&amp;nbsp; tergolong tidak lebar dengan beberapa tikungan yang banyak diantaranya sangat tajam. Aku pernah merasakan kendaraan yang kita pakai terserempet kendaraan gara-gara keteledoran sopir yang memaksa masuk melewati kendaraan kita tanpa pertimbangan yang matang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ada tanda yang khas yang menunjukkan lokasi&amp;nbsp;perkampungan Mbray, pertama adanya sebuah masjid yang berarsitektur Timur Tengah yang saat ini masih belum selesai dikerjakan. Yang kedua di ujung perkampungan yang berada di&amp;nbsp;ujung&amp;nbsp;perkampungan sisi pantai terdapat dua buah pohon kelapa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Gambar-gambar&amp;nbsp;ini aku ambil pada waktu perjalanan dari Mbay ke Ende. Waktu itu sekitar&amp;nbsp; pukul lima lewat sekitar sepuluh menit. Matahari sendiri masih bersinar cukup kuat sehingga untuk menghasilkan gambar ini harus menggunakan sebuah lensa filter penghalang yang cukup gelap. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ombak juga keras sehingga harus cukup hati-hati, karena beberapa kali tamparan&amp;nbsp;ombak menghantam karang menghasilkan cipratan air yang cukup keras dan tinggi. Tapi itu sepadan dengan view yang kita nikmati. Tonjolan batu-batu karang datar yang ditumbuhi semacam lumut berwana kuning dan sebagian lagi hijau menghasilkan warna yang menarik. Hempasan air yang menghantam batu-batu itu akan mengalir turun kembali membentuk aliran air seperti sebuah air terjun kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Letak batu-batu yang ceper sayang letaknya agak sedikit jauh dari perkampungan Mbray karena di perkampungan Mbray sendiri batu-batu karangnya kurang menarik berwarna hitam. Tapi di bagian batu-batu karang yang ceper ini ada beberapa jenis batu yang berwarna berbeda dan sebagian ditumbuhi lumut. Karakter pasirnya halus dan berwarna hitam pekat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5G9k1GccZ34/TksTMJ-YxsI/AAAAAAAAAb0/KX0mZajT62c/s1600/_MG_2666.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="199px" qaa="true" src="http://1.bp.blogspot.com/-5G9k1GccZ34/TksTMJ-YxsI/AAAAAAAAAb0/KX0mZajT62c/s320/_MG_2666.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Batu ceper berlumut hijau&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;/td&gt;&lt;td&gt;﻿﻿﻿﻿﻿ &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mYnzDaHdcws/TksTTf_tVMI/AAAAAAAAAb4/PXA7VTIIaaE/s1600/_MG_2654.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213px" qaa="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-mYnzDaHdcws/TksTTf_tVMI/AAAAAAAAAb4/PXA7VTIIaaE/s320/_MG_2654.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Batu kuning&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿﻿﻿﻿﻿ &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;﻿ &lt;br /&gt;﻿﻿ &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hkqRZBWbB-U/TksTV627JbI/AAAAAAAAAb8/eu-wPBPDEIw/s1600/_MG_2649.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="201px" qaa="true" src="http://4.bp.blogspot.com/-hkqRZBWbB-U/TksTV627JbI/AAAAAAAAAb8/eu-wPBPDEIw/s320/_MG_2649.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pecahan batu-batu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿﻿ ﻿&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-rSni3pjS4hE/TkvkI4UDdRI/AAAAAAAAAcU/dBnTe35uk10/s1600/_MG_2663.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213px" qaa="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-rSni3pjS4hE/TkvkI4UDdRI/AAAAAAAAAcU/dBnTe35uk10/s320/_MG_2663.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Batu berlumut kuning (tumbuhan laut)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sayangnya keinginanku untuk mengambil gambar lokasi ini waktu subuh belum tercapai, tampaknya harus direncakan lagi untuk bisa mengambil foto di lokasi ini pagi hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-6038807846661639261?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/6038807846661639261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/08/batu-batu-di-pantai-mbray.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/6038807846661639261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/6038807846661639261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/08/batu-batu-di-pantai-mbray.html' title='Batu-Batu di Pantai Mbray'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-CyLJzQ2s47Y/Tkvet6Sl1VI/AAAAAAAAAcM/iwcXAk9y5eU/s72-c/_MG_2668.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total><georss:featurename>Pantai Mbray, Ende, Nusa Tenggara Timur, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.81443584257694 121.59719739164734</georss:point><georss:box>-10.28167384257694 117.68463389164734 -7.347197842576939 125.50976089164735</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-603468666743705348</id><published>2011-08-15T16:52:00.001+08:00</published><updated>2011-10-21T08:09:37.052+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nagekeo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Share with Nagekeo Photographer Club (NPC)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-yxmvFy1bKK4/TkjZW4J3Z7I/AAAAAAAAAbk/FrKvH_ntY4g/s1600/_MG_2646.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="426px" naa="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-yxmvFy1bKK4/TkjZW4J3Z7I/AAAAAAAAAbk/FrKvH_ntY4g/s640/_MG_2646.jpg" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bulan purnama di atas laut Marapokot&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Penugasan keluar kota pada bulan puasa? hadeeh, bawaannya malas banget. Belum jalan saja sudah terbayang rasanya lapar dan haus di kota-kota kecil, repotnya cari makanan buat buka puasa apalagi keluar hotel untuk makan sahur. Tapi tugas tetaplah tugas, saat nama kita sudah tertera di surat tugas ya maka pantang kaki kita surut ke belakang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Untungnya penugasan di bulan puasa dapat tugasnya di Nagekeo, kota yang sudah sering aku singgahi dan disana ada temen mas &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000161970391"&gt;Eddy Due Woi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang sudah kenal lama dan sama-sama suka foto.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_2F70GB66FU/TkjZMt24KXI/AAAAAAAAAbc/opOw14hga3c/s1600/292360_272698412745556_100000161970391_1395550_5743805_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266px" naa="true" src="http://1.bp.blogspot.com/-_2F70GB66FU/TkjZMt24KXI/AAAAAAAAAbc/opOw14hga3c/s400/292360_272698412745556_100000161970391_1395550_5743805_n.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Rembulan perahu (difoto oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000161970391"&gt;Eddy Due Woi&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kurang enaknya, untuk ke Nagekeo aku harus terbang dari Kupang ke Ende dulu karena sampai saat ini Nagekeo belum memiliki bandara sendiri. Tapi rencana pembuatan bandara sendiri sih sudah ada dan di dokumen perencanaan sendiri disebut sebagai rencana pembangunan bandara "Surabaya II". Ada apa ya kok pakai nama Surabaya II, ternyata nama ini&amp;nbsp;berasal dari&amp;nbsp;sandi yang digunakan Jepang sebagai bandara darurat bila suatu ketika bandara Jepang di Surabaya terdesak oleh pasukan sekutu. Dan itu memang terjadi, pasca serangan sekutu ke Surabaya dan mendesak Jepang, banyak pesawat dan tank Jepang yang dilarikan ke daerah Nagekeo ini. Tapi cerita lebih lanjutnya seperti lain waktu saja kalau aku sudah memiliki data yang lengkap dan foto-foto pendukungnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jadilah hari-hari di Nagekeo kembali seperti tahun sebelumnya, tiap pagi gedor-gedor pintu rumah makan Tulungagung bangunin yang punya supaya bisa makan. Lumayan, rasa makanannya yang enak apalagi sambalnya membuat hari-hari sahur bisa dinikmati. Coba kalau pagi-pagi harus makan nasi dingin dan lauk tidak enak, pasti sahurnya rasanya asem terus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Joy_skBHRLA/TkjZSrGfsmI/AAAAAAAAAbg/-gHJUuIuZQc/s1600/_MG_2620.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266px" naa="true" src="http://4.bp.blogspot.com/-Joy_skBHRLA/TkjZSrGfsmI/AAAAAAAAAbg/-gHJUuIuZQc/s400/_MG_2620.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Refleksi langit senja di pantai Marapokot&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Hari Minggu sore, aku sepakat sama mas Eddy dan teman-teman dari &lt;a href="http://nagephotoclub.blogspot.com/"&gt;Nagekeo Photographer Club (NPC)&lt;/a&gt; sepakat hunting foto ke daerah Marapokot, daerah pantai yang hanya berjarak sekitar 13 km dari kota Mbay. Sebenarnya sempat direncanakan pergi ke Nangateke tapi karena masalah mobil yang tiba-tiba mogok jadilah rencana ke Nangateke dibatalkan karena medan kesana memang kurang nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Senang sekali aku bisa mengenal teman-teman Nagekeo yang semangat membuat kelompok pecinta foto, dan mereka pun orang-orang yang suka trekking, sebuah paduan yang pas untuk membagi keindahan alam Flores yang luar biasa. Sepertinya suatu ketika aku harus ikut trekking bersama mereka, rugi kalau di Flores tidak menjelahi keindahan alamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sengaja aku berangkat jam 4 sore supaya bisa sekalian ngabuburit di sana. Pantai Marapokot yang menghadap ke timut laut sebenarnya kurang tepat untuk memotret senja hari karena matahari tenggelam di sisi sebaliknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-qkn4e-uSvsE/TkjbRjBG9pI/AAAAAAAAAbs/giiP5JI0t6o/s1600/292149_272688646079866_100000161970391_1395486_1199748_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266px" naa="true" src="http://3.bp.blogspot.com/-qkn4e-uSvsE/TkjbRjBG9pI/AAAAAAAAAbs/giiP5JI0t6o/s400/292149_272688646079866_100000161970391_1395486_1199748_n.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Temen-temen yang ikut hunting (&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000560380436"&gt;Didimoesh&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/ariffauzy"&gt;Arief 'Papat'&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Untuk beberapa saat masing-masing asyik dengan obyek bidikannya. Ada yang suka jongkok untuk mengambil pemndangan dengan komposisi di pasir, ada yang melototi anak-anak yang bermain bola, ada juga yang menunggu dengan posisi siap tembak ke arah anak-anak yang bermain air laut. Sedangkan aku justru berjalan terus ke arah tenggara karena berpikir ada sebuah pokok pohon di ujung muara, ternyata otakku mengalami tumpukan memori karena sebenarnya tidak ada pokok di pinggir laut di sini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Saat maghrib menjelang aku mulai mengemasi peralatan foto dan mampir ke warung yang kebetulan buka. Segelas teh panas yang tidak terlalu manis dan sepiring gado-gado menjadi menu pembuka yang pas, dan tidak lama kemudian sudah berpindah semuanya ke perutku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tiba-tiba seorang teman menunjuk ke arah timur, dan saat aku mengikuti arah pandang mereka: waduh, aku lupa sama sekali kalau bulan saat ini masih masuk dalam fase purnama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Buru-buru kami berlarian kembali ke pantai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ah sebuah pemandangan malam hari yang sangat cerah dan bulan berwarna kuning di atas ufuk membentuk garis-garis kuning di air laut. Pemandangan yang romantis kata salah seorang teman, ah ha pikiran bujang rupanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dengan sigap, aku dan teman-teman dari NPC mengeluarkan peralatan kamera dan membidikkan ke arah bulan. Bulan dan perahu menjadi bahan sharing kami, aksesories-aksesories kecil yang sering absen waktu hunting tiba-tiba menjadi barang penting.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bahkan sebuah diffuser biru dan kuning yang biasanya tak tahu harus kami gunakan untuk apa menjadi alat yang menarik untuk menghasilkan tonal yang tidak biasa. Semuanya menjadi begitu saling melengkapi bahkan sebuah cahaya petromaks seorang nelayan yang sedang bersiap-siap hendak melaut menjadi tambahan cahaya yang berguna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Awal persahabatan yang menarik bersama-sama teman NPC, semoga bisa hunting lagi yang lebih seru di tanah Flores ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: x-small;"&gt;Thanks buat teman-teman yang udah hunting bareng, semoga bisa terulang di lain kesempatan:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000161970391"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Eddy Due Woi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;: NPC crew&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000560380436"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Didimoezh Aha Ozora&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;:&amp;nbsp;NPC crew&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/ariffauzy"&gt;Arif 'Papat' Fauzi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/selvianto.manatappi"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selvianto Manatappi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;: NPC crew&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/smammilianus"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Servatinus Mammilianus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;: NPC crew&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-603468666743705348?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/603468666743705348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/08/share-with-nagekeo-photographer-club.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/603468666743705348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/603468666743705348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/08/share-with-nagekeo-photographer-club.html' title='Share with Nagekeo Photographer Club (NPC)'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-yxmvFy1bKK4/TkjZW4J3Z7I/AAAAAAAAAbk/FrKvH_ntY4g/s72-c/_MG_2646.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-8385016770517920495</id><published>2011-08-06T21:37:00.002+08:00</published><updated>2011-10-27T16:25:44.831+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ende'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbray'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Berbagi Langit dan Laut: Foto di Antara Ende - Mbay</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-F5N8oXGUe4E/Tj1BPzxUqRI/AAAAAAAAAbI/_lMea-U5xVM/s1600/kupang-mbay02+014-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&amp;nbsp;&lt;img border="0" height="480px" src="http://2.bp.blogspot.com/-F5N8oXGUe4E/Tj1BPzxUqRI/AAAAAAAAAbI/_lMea-U5xVM/s640/kupang-mbay02+014-2.jpg" t$="true" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Langit biru di atas&amp;nbsp;laut Flores&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tak ada cerita khusus dan tak ada perjalanan khusus, ini hanyalah gambar-gambar yang tiba-tiba hadir di depan mataku di dalam&amp;nbsp;perjalanan Ende-Mbay yang membelah tanah Flores dari Selatan ke Utara. Saat gambar itu muncul mau tak mau memaksa saya meminta sopir menghentikan lajunya bila sedang tak berkendara dengan kencang sebab ruas jalan berliuk-liuk ini bisa tak memberi ampun siapapun yang berkendara dengan sembrono.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hkT9TeRXSEU/Tj1BZiin5wI/AAAAAAAAAbM/i_Osfj4EUck/s1600/kupang-mbay02+013.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320px" src="http://2.bp.blogspot.com/-hkT9TeRXSEU/Tj1BZiin5wI/AAAAAAAAAbM/i_Osfj4EUck/s320/kupang-mbay02+013.jpg" t$="true" width="240px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Untungnya perjalanan Ende-Nagekeo lebih sering kulakukan bukan dengan kendaraan umum sehingga aku lebih leluasa mengatur jadwal dan tak perlu berpanik-panik dengan jam sopir yang entah santai atau tidak kadang memacu kendaraan dalam&amp;nbsp;kecepatan yang berkejar-kejaran dengan detak jantung yang dipicu adrenalin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tak usah risau kecuali rumah keong telingamu bermasalah, sepertinya sopir-sopir travel dan angkutan antar kota ini sangat mahir kecuali kemalasannya menginjak rem. Bahkan walau mereka habis meminum 2 sampai 3 sloki Moke, minuman sangat keras dari sulingan air nira pohon lontar. Aku cuma tidak menyukai melihat muka mereka menjadi memerah kadang mata juga menjadi begitu, membuatku berfikir kalau mereka seperti tampak habis dari bangun tidur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tengokkan kepalamu keluar jendela karena sepanjang jalan tak ada yang bisa menduga apa yang kamu lihat, tapi biarkan telingamu mendengar musik-musik country atau reggae mengalun dari dalam kendaraan. Mungkin sedikit awal yang aneh jika mereka sering juga menyetel lagu-lagu khas Flores atau lagu-lagu pop Ambon, tapi ada beberapa lagu yang ternyata enak juga didengarkan untuk menemani perjalanan. Tahukah kamu, lagu apa yang kuingat judulnya sampai sekarang? Setidaknya ada dua lagu: Jamila Wa Jawa dan Iki Mea hehehe.................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-G0iGuAWQfTc/Tj1BdcKQHaI/AAAAAAAAAbQ/wXZDJbPbDu0/s1600/ende+064.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="480px" src="http://2.bp.blogspot.com/-G0iGuAWQfTc/Tj1BdcKQHaI/AAAAAAAAAbQ/wXZDJbPbDu0/s640/ende+064.jpg" t$="true" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Suasana laut senja di salah satu pantai Nangapenda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;﻿Ya, ada satu tempat yang menarik diantara perjalanan antara Ende-Mbay. Tempat itu dekat dari Ende dan memang masih masuk wilayah Ende. Aku taksir dari Ende dengan kendaraan motor atau mobil sekitar 15 menit. Di pinggir laut Mbray yang ombaknya lumayan besar terdapat batu-batu yang berbentuk kepingan-kepingan besar yang datar dengan view sebuah perkampungan nelayan dengan hiasan sebuah masjid berkubah ala Timur Tengah yang belum rampung. Seperti apa sesungguhnya view Mbray? Semoga perjalanan singgah berikutnya aku bisa sampai ke tempat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-8385016770517920495?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/8385016770517920495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/08/berbagi-langit-dan-laut-foto-di-antara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/8385016770517920495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/8385016770517920495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/08/berbagi-langit-dan-laut-foto-di-antara.html' title='Berbagi Langit dan Laut: Foto di Antara Ende - Mbay'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-F5N8oXGUe4E/Tj1BPzxUqRI/AAAAAAAAAbI/_lMea-U5xVM/s72-c/kupang-mbay02+014-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-2896246992944029553</id><published>2011-08-01T12:36:00.002+08:00</published><updated>2011-10-21T17:16:14.090+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nangasesa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ende'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Meja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbuu'/><title type='text'>Batu-Batu Berlumut: Melihat Gunung Meja dari Mbuu</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DPmyeEpehAk/TjYo56iHz3I/AAAAAAAAAZA/tZiQLkUyEK4/s1600/_MG_2552.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="426px" src="http://1.bp.blogspot.com/-DPmyeEpehAk/TjYo56iHz3I/AAAAAAAAAZA/tZiQLkUyEK4/s640/_MG_2552.jpg" t$="true" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Suasana senja hari di Pantai Mbuu berlatar gunung Meja&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Orang setempat mengenalnya Pantai Nangasesa karena memang ini Kelurahan Nangasesa, tapi aku lebih suka menyebut daerah ini Pantai Mbuu karena itulah yang tertulis di gerbang masuknya. Oh ya, ini pantai berada di Kabupaten Ende. Pantai ini pasti dengan mudah terlihat saat kita mau melongokkan kepala keluar saat pesawat mau landing atau sesaat setelah take-off. Dari jendela pesawat yang mau landing, posisi Pantai Mbuu ini ada di sebelah kanan yang ditandai adanya muara sungai dan beberapa&amp;nbsp;dua rawa yang agak besar, jadi memang letaknya masih dekat dari Ende.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Jgnk-BN4lGM/TjYo8jWVM7I/AAAAAAAAAZE/wSLAgRsCL8U/s1600/_MG_2548.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640px" src="http://3.bp.blogspot.com/-Jgnk-BN4lGM/TjYo8jWVM7I/AAAAAAAAAZE/wSLAgRsCL8U/s640/_MG_2548.jpg" t$="true" width="425px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ke Pantai Mbuu sebenarnya sudah sering kulakukan, jika terlalu sibuk dengan pekerjaan maka sekedar singgah kesini tidak terlalu makan waktu dibanding harus jalan ke Kelimutu misalnya. Bukan tempat andalan bagi orang Ende untuk dikunjungi sebenarnya tapi aku suka saja ke tempat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari tempat aku menginap di hotel Satarmese, perjalanan ke sana menggunakan motor sekitar 10 menit. Mengarah ke jalan menuju Maumere nanti di sebuah pertigaan yang ada patung (aku lupa patung apa itu) masuk ke dalam sekitar 2 km mengikuti jalan yang bersejajar dengan sungai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jika biasanya aku dari pintu gerbang suka berjalan-jalan ke arah barat, maka kali ini aku mengarahkan kaki ke arah timur. Disana tampak sebuah bukit yang bagian atasnya sedikit terpangkas, bukit yang nampak jika pesawat take-off, di samping bukit itu dulu ada namanya jalan setapak yang disebut tangga alam yang membelah bukit. Namun sekarang tangga alam itu tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sebelum sampai ke bukit ada sebuah kolam kecil berair tawar, menurut cerita di kolam kecil ini suka ada buayanya walaupun seharian disini belum pernah ada buaya muncul disitu. Sedikit bergeser ke timur lagi maka aku menemukan daerah bebatuan. Dari kawasana Pantai Mbuu ini, dibagian sini yang terdapat batu-batuan besar. Dan uniknya di bebatuan ini yang paling barat terdapat kawasan batuan yang seluruhnya dipenuhi lumut. Batuan berlumut ini hanya ada dibagian itu dan tidak aku temuan dibagian lain. Bahkan beberapa tempat lain di sepanjang jalur pantai selatan yang merupakan batas selatan Ende ini, baru di tempat itu kutemukan batu-batu gunung yang dipenuhi lumut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0YmkqVH3rPQ/TjYpFUt-sbI/AAAAAAAAAZI/1jRQgltWqOE/s1600/Ende+0029.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400px" src="http://2.bp.blogspot.com/-0YmkqVH3rPQ/TjYpFUt-sbI/AAAAAAAAAZI/1jRQgltWqOE/s400/Ende+0029.jpg" t$="true" width="300px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari tempat ini kita bisa melihat sunset. Walaupun kawasan ini berpasir hitam tapi sunset tidak kurang asyiknya dinikmati di tempat ini. Sebuah batu besar semacam bukit kecil yang dikenal orang sebagai pecahan atau bagian puncak gunung Meja (bukit dibagian ujung ende yang bagian atasnya tampak datar di kejauhan) menjadi tambahan pemandangan. Batuan itu melengkapi view senja yang belatar gunung Meja. Tapi jangan iseng ya, aku dengar daerah ini juga dikenal angker sehingga kalau sudah sore tampak sepi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Disini adalah&amp;nbsp;tempat kecil dari banyak tempat di Ende yang sebenarnya memiliki view&amp;nbsp;indah. Daerah Kelimutu adalah salah satunya, tapi jika punya semangat berpetualang pasti akan menemukan beberapa daerah yang punya potensi wisata dan landskap yang indah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Cerita lain tentang pantai Mbuu ini aku sudah tuliskan sebelumnya di blog ini berjudul:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://awalnya.blogspot.com/2009/12/pantai-mbuu-scenery-ende-ada-disini.html"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pantai Mbuu: Scenery Ende Ada Disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-2896246992944029553?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/2896246992944029553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/08/batu-batu-berlumut-melihat-gunung-meja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/2896246992944029553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/2896246992944029553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/08/batu-batu-berlumut-melihat-gunung-meja.html' title='Batu-Batu Berlumut: Melihat Gunung Meja dari Mbuu'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DPmyeEpehAk/TjYo56iHz3I/AAAAAAAAAZA/tZiQLkUyEK4/s72-c/_MG_2552.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pantai Mbuu, Ende, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.84669342507738 121.68445539608763</georss:point><georss:box>-17.50934342507738 98.53075539608763 -0.18404342507738036 144.83815539608764</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-4916077776290568820</id><published>2011-07-26T17:29:00.012+08:00</published><updated>2011-10-21T08:10:51.462+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ende'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelimutu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Kelimutu: Tak Sekedar Danau</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-IasV5xI-6Hw/Ti6F26OHYRI/AAAAAAAAAYg/UfradLq_DQM/s1600/_MG_2316.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="426px" src="http://3.bp.blogspot.com/-IasV5xI-6Hw/Ti6F26OHYRI/AAAAAAAAAYg/UfradLq_DQM/s640/_MG_2316.jpg" t$="true" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Teman&amp;nbsp;berlatar Tiwu Koo Fai Nua Muri dan Tiwu Ata Polo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kami bangun terlambat pagi ini, karena berpikir sudah tidak bisa mengejar matahari pagi dipuncak Kelimutu maka sekalian kami berangkat setelah sholat subuh. Akhirnya kami jalan dari hotel setengah lima pagi menuju ke arah Timur. Kelimutu yang berada di Kecamatan Wolowaru yang tepatnya di desa Koanara memang berada di jalur trans Ende-Maumere.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Perjalanan pagi begitu lengang sehingga nyaris kami merasakan seperti berkendara sendiri, melintasi bukit-bukit terjal dengan jalan-jalan berliuk-liuk laksana ular berbadan panjang. Untunglah jalur menuju Kelimutu sekarang dalam kondisi baik meskipun di beberapa ruas terdapat pekerjaan perbaikan jalan dan pemotongan sisi samping bukit untuk memperlebar bahu jalan. Aku melajukan kendaraan sedang saja, kami tak ingin celaka karena ini pengalaman pertama naik kendaraan sendiri dengan jalur seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dengan kecepatan kami seperti ini kami kira kami akan sampai dalam waktu sedikitnya&amp;nbsp;tiga jam lebih.&amp;nbsp;Ternyata dugaan kami keliru, dalam waktu&amp;nbsp;dua jam kami sudah memasuki daerah Detusoko yang terkenal dengan daerah penghasil sayur-sayuran yang mensuplai kota Ende dan sekitarnya. Berarti tidak lama lagi kami akan masuk ke Moni.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;﻿&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-jFPgquiL7zA/Ti698Hg0HII/AAAAAAAAAYw/-xsfZASCzfw/s1600/_MG_2405.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="252px" src="http://4.bp.blogspot.com/-jFPgquiL7zA/Ti698Hg0HII/AAAAAAAAAYw/-xsfZASCzfw/s400/_MG_2405.jpg" t$="true" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Suasana di jalur tracking hutan (arboretum)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Persis sebelum menuju ke tikungan Moni yang banyak villa dan restoran di situ, terdapat pertigaan dengan sebuah gerbang yang tertulis kalimat selamat datang di Danau Kelimutu. Jika sebelumnya perjalanan dari Ende meliuk-liuk namun dengan ruas jalan besar, sekarang kami berjalan menanjak dengan ruas jalan yang sempit dan lebih berkelok-kelok. Di pertengahan jalan kami berhenti untuk lapor dan membayar tiket masuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sambil menunggu teman melapor ke petugas Kehutanan, kami duduk-duduk di depan warung-warung kecil menikmati jagung panas yang baru selesai dimasak dan secangkir kopi panas. Lumayan untuk mengisi perut yang masih kosong sama sekali dari pagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya sampai juga di Danau Triwarna Kelimutu di Minggu pagi ini. Agak terlambat karena sudah pasti acara melihat matahari terbit dari puncak Kelimutu terlewatkan. Tapi mujur juga karena dari penjelasan jaga wana yang kami panggil Roberth ternyata dari jam 3 dini hari sampai jam 6 pagi ini gerimis terus menerus dan baru saja berhenti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-7olZ09ENNK8/TjHmMi8OG5I/AAAAAAAAAY0/Ir0jVjsBCRI/_MG_2362.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="235px" src="https://lh6.googleusercontent.com/-7olZ09ENNK8/TjHmMi8OG5I/AAAAAAAAAY0/Ir0jVjsBCRI/_MG_2362.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tiwu Ata Mbupu airnya masih berwarna hitam kecoklatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Begitu mobil kami memasuki&amp;nbsp;area parkir, kami diserbu rentetan cahaya matahari di sela-sela pepohonan yang muncul dari balik kabut yang mulai menipis. Udara dingin yang telah menyergap kami tadi pagi makin terasa. Tapi keributan baru di area perparkiran membuat kami tak bisa menikmati sinaran cahaya&amp;nbsp;pagi yang cantik itu dalam bingkai kamera, kami terpaksa mengundurkan kendaraan karena sebagian kendaraan yang telah ada dari pagi akan kembali. Bulan-bulan begini memang ramai kunjungan turis dan mereka cenderung berangkat di pagi buta berkejaran untuk mendapatkan momen matahari terbit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Selesai masalah parkir selesai pula cahaya matahari, kabut kembali menebal tapi masih cukup tinggi tidak menutupi daerah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NqNTqhlsL4s/Ti6F-R_WUjI/AAAAAAAAAYo/X8nDRVIGvXc/s1600/_MG_2365.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="426px" src="http://2.bp.blogspot.com/-NqNTqhlsL4s/Ti6F-R_WUjI/AAAAAAAAAYo/X8nDRVIGvXc/s640/_MG_2365.jpg" t$="true" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tangga menuju puncak Kelimutu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah yakin tidak ada yang tertinggal, kami mulai menapaki tangga. Di papan penunjuk jelas terbaca arah jalan dan apa saja yang dapat disinggahi di danau Kelimutu ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Menurut kepercayaan masyarakat di sekitar danau Kelimutu, arwah/roh akan datang ke Kelimutu jika sudah meninggal dunia. Jiwanya atau MaE akan meninggalkan kampung dan tinggal selama-lamanya. Sebelum masuk ke salah satu danau, para arwah harus menghadap&amp;nbsp; Ratu Konde yang merupakan penjaga pintu masuk Perekonde. Arwah itu masuk ke dalam salah satu danau yang ada tergantung dari usia dan perbuatannya. Tulisan diukir sebongkah batu marmer itulah yang terbaca jika sudah sampai di puncak Kelimutu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sekitar satu kilometer kami menaiki tangga ke atas untuk melihat dua danau yang letaknya saling berdekatan. Danau pertama yang tampak dari bawah adalah dua danau yang menurut masyarakat Kelimutu adalah persemayaman roh-roh orang muda (Tiwu Koo Fai Nua Muri ) dan persemayaman roh-roh orang yang jahat (berilmu hitam) yang biasa disebut suanggi (Tiwu Ata Polo).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kali ini "Tiwu Ata Polo" dan "Tiwu Koo Fai Nua Muri" yang letaknya berdekatan makin terasa berdekatan karena mulai menunjukkan warna yang sama. Jika yang "Tiwu Ata Polo" berwarna hijau&amp;nbsp;cenderung toska maka&amp;nbsp;"Tiwu Koo Fai Nua Muri" cenderung berwarna hijau dengan tepian berwarna kuning hijau, warna khas dari belerang. Dan sekarang pemisah antara kedua danau itu makin tipis setelah pernah berulah pada tahun 2009 lalu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-oxBNIgcUkNw/Ti6F71SOOiI/AAAAAAAAAYk/FZH3PXQeVSE/s1600/_MG_2317.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400px" src="http://2.bp.blogspot.com/-oxBNIgcUkNw/Ti6F71SOOiI/AAAAAAAAAYk/FZH3PXQeVSE/s400/_MG_2317.jpg" t$="true" width="273px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pohon endemik Turuwara berlatar Tiwu Ata Polo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tanaman endemik Kelimutu yang dikenal dengan nama Turuwara (&lt;i&gt;Rhododendron renschianum&lt;/i&gt;) yang paling menarik perhatianku. Tanaman ini tampak sebagai sebuah bonsai yang dibentuk oleh alam, berdaun kecil dan tebal dengan buah-buah yang jika matang berwarna hitam dengan rasa manis asam. Tanaman ini juga aku temui di gunung Inerie cuma bentuknya lebih menarik disini. Tanaman Turuwara ini batangnya yang besar tampak hitam berlubang seperti gosong. Rasanya aku ingin mengoleksinya kalau tidak ingat bahwa perbuatanku hanya akan merusak alam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dan kami melanjutkan menaiki tangga yang makin menanjak, tangga menuju singgasana dewa. Kaki-kaki terasa berat melangkah mencapai separuh jarak dan hawa dingin terasa menggigit tulang. Cuma rasa terbakar panas tubuh karena berjalan ini yang membuat rasa dingin tidak terasakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Setelah sampai di puncak dimana terdapat tugu barulah kami bisa melihat ketiga danau. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Tiwu Ata Mbupu"&lt;i&gt; &lt;/i&gt;berada sendirian di ujung lain yang terpisah dari keduanya. Sebagai tempat bagi bersemayamnya jiwa-jiwa orang tua dan orang-orang yang bijaksana yang telah meninggal tampak dari warnanya yang hitam tenang dan berjarak dari dua yang lainnya. Untuk bisa melihat ketiganya memang harus menuju ke puncak gunung Kelimutu yang berada tepat di atas Danau orang-orang tua dan bijak ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Perjalanan turun kami disambut rombongan monyet yang tampaknya bergembira menikmati kue kering yang kami lemparkan kepada mereka. Selain burung yang menjadi binatang endemik Kelimutu yang bahkan diantaranya tergolong langka, maka beberapa binatang endemik lain juga bisa ditemui disini, salah satu yang mudah ya monyet ekor panjang ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;﻿﻿﻿&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8Hip5bdQIOI/Ti6Hil9H5KI/AAAAAAAAAYs/Ivnx9ejh4Gw/s1600/_MG_2413.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="242px" src="http://4.bp.blogspot.com/-8Hip5bdQIOI/Ti6Hil9H5KI/AAAAAAAAAYs/Ivnx9ejh4Gw/s400/_MG_2413.jpg" t$="true" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Suasan jalan menuju ke lokasi danau Kelimutu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;﻿﻿﻿&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kembali ke areal parkir kami mampir ke warung-warung kecil. Di areal parkir ini selain terdapat warung-warung kecil yang menjajakan makanan juga penjual kain tenun ikat khas Kelimutu. Jika ingin sekalian melihat bagaimana pembuatan kain ini bisa turun langsung ke kampung setempat di bawah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿&lt;/div&gt;﻿&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Setelah istirahat sejenak untuk minum dan makan, kami memutuskan untuk melakukan tracking ke area arboretum (hutan). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tracking di area yang tidak terlalu luas ini cukup menyenangkan terutama karena jenis-jenis pepohonan telah diberikan papan nama pengenal sehingga kami bisa tahu nama-nama pohon yang ada di Kelimutu. Disekitar jalur tracking terdapat bangku-bangku dari semen untuk istirahat, satu yang kurang aku sukai. Lebih menarik sebenarnya jika bangku-bangku ini dibuat dari batang pohon yang sudah mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tulisan lain yang bisa anda jadikan referensi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kelimutu"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kelimutu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://tamannasional.wordpress.com/taman-nasional/taman-nasional-kelimutu/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;http://tamannasional.wordpress.com/taman-nasional/taman-nasional-kelimutu/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indonesiaarchipelago.com/kelimutu-the-mysterious-tricolored-lakes.jsp"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;http://indonesiaarchipelago.com/kelimutu-the-mysterious-tricolored-lakes.jsp&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-4916077776290568820?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/07/kelimutu-tak-sekedar-danau.html' title='Kelimutu: Tak Sekedar Danau'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/4916077776290568820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/07/kelimutu-tak-sekedar-danau.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/4916077776290568820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/4916077776290568820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/07/kelimutu-tak-sekedar-danau.html' title='Kelimutu: Tak Sekedar Danau'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-IasV5xI-6Hw/Ti6F26OHYRI/AAAAAAAAAYg/UfradLq_DQM/s72-c/_MG_2316.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total><georss:featurename>Kelimutu, Ende, Nusa Tenggara Timur, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.76348392078326 121.81015901411138</georss:point><georss:box>-10.23072192078326 117.89759551411137 -7.29624592078326 125.72272251411138</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-5232920405672289616</id><published>2011-07-18T10:26:00.002+08:00</published><updated>2011-10-21T08:11:57.704+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sikka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nusa tenggara timur'/><title type='text'>Pantai Sa'O (Waiara Beach)</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-DM9g9KT8DgU/TiOYmEQNTRI/AAAAAAAAAYU/3VsKk7qag-w/s1600/_MG_2225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="426px" src="http://3.bp.blogspot.com/-DM9g9KT8DgU/TiOYmEQNTRI/AAAAAAAAAYU/3VsKk7qag-w/s640/_MG_2225.jpg" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Dermaga kecil yang berdiri di Pantai Waiara, Sa'O&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hari Minggu menjadi pilihan terakhir setelah bingung menentukan waktu yang tepat kapan akan jalan-jalan. Alasan utama tentu saja kesibukan yang nyaris sulit dihentikan sesaat, tapi sesuai dengan moto "Hard work, hard play" maka disepakati sore hari kita meluangkan waktu untuk mengunjungi pulau Pangabatang untuk melakukan snorkling.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-pVXEWcDBEus/TiOYsL8fcdI/AAAAAAAAAYc/L6v8FgDOi1U/s1600/_MG_2204.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="640px" src="http://1.bp.blogspot.com/-pVXEWcDBEus/TiOYsL8fcdI/AAAAAAAAAYc/L6v8FgDOi1U/s640/_MG_2204.jpg" width="425px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jajaran pohon kelapa dan suasana Pantai Waiara&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jam setengah tiga dengan naik ojek dan pinjaman satu motor, kami menuju ke arah timur dengan tujuan ke Waiara. Waiara yang berjarak kurang lebih 10 km dari kota Maumere kami tempuh selama 15 menit karena kami sendiri tidak terburu-buru. Pantai Waiara ini juga biasa disebut penduduk setempat dengan nama Pantai Sa'O.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dengan berempat, kami turun di Sea Dive Beach Hotel (aku agak lupa nama tempat itu) karena terakhir kali aku kesini di hotel itu yang memiliki peralatan menyelam lengkap beserta perahu dengan lantai kaca untuk melihat pemandangan bawah laut Maumere yang terkenal indah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sayang, rencana ternyata tak berjalan sebagaimana mestinya. Pemandu lokasi penyelaman ternyata baru kembali dari penyelaman sementara menurut penjelasan mereka, kalo sudah sore begini sudah kurang bagus untuk melakukan penyelaman apalagi snorkling. Kalo berminat mereka menganjurkan untuk berangkat pagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Untuk mengurangi kekecewaan akhirnya kami snorkling di pantai Sa'O ini. Walaupun berpasir hitam ternyata di beberapa spot masih dijumpai kawasan terumbu karang dengan berbagai macam jenis ikan yang lumayan banyak. Memang tak sebanding dengan kawasan perairan di daerah kepulauan macam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pulau Babi/Bater, Pangabatang, Kambing, Pemana Besar, Damhila, Permaan, Besar, Palue. Pulau-pulau di Kabupaten Sikka ini rata-rata berpasir putih landai yang memiliki kawasan terumbu karang yang indah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Di Pantai Sa'O sendiri ternyata telah dibangun deretan villa-villa kecil dan hotel baik milik dari Hotel Sea Dive maupun milik dari Hotel Sa'O Wisata. Bahkan di sebelah kiri berdiri bangunan besar dengan penataan yang menarik dengan jajaran pohon kelapa yang dimiliki oleh orang asing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Walaupun telah berdiri villa-villa kecil tapi kawasan di Pantai Sa'O ini masih terasa tenang. Senja hari masih dinikmati tanpa banyak terganggu oleh suara-suara sekitar. Burung elang laut yang memekik sambil terbang berputar-putar dan nelayan-nelayan yang mulai mengayunkan sauhnya saling bertemu dalam suasana remang senja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6Z0G1U6x4MY/TiOYpGCa6vI/AAAAAAAAAYY/t_tnuvM72UA/s1600/_MG_2245.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="386px" src="http://2.bp.blogspot.com/-6Z0G1U6x4MY/TiOYpGCa6vI/AAAAAAAAAYY/t_tnuvM72UA/s640/_MG_2245.jpg" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Nikmatnya menikmati senja dari tempat yang begitu tenang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya kami duduk-duduk di sebuah dermaga kayu kecil yang berdiri memanjang di sebelah kiri hotel. Sepertinya masih ada hutang yang harus kami bayar untuk menikmati senja dari pulau Pangabatang yang tampak di seberang mata kami. Ah, hari ini kami hanya menikmati senja dikejauhan dari pulau tapi kami akan kembali dan benar-benar menikmati senja di pulau itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tak terasa hampir jam tujuh saat sisa sinar matahari telah melewatkan warna keemasannya dan berganti warna biru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-5232920405672289616?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/5232920405672289616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/07/pantai-sao-waiara-beach.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/5232920405672289616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/5232920405672289616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/07/pantai-sao-waiara-beach.html' title='Pantai Sa&apos;O (Waiara Beach)'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-DM9g9KT8DgU/TiOYmEQNTRI/AAAAAAAAAYU/3VsKk7qag-w/s72-c/_MG_2225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.604549343457474 122.43841589062504</georss:point><georss:box>-17.267199343457474 99.28471589062504 0.05810065654252483 145.59211589062505</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-2371596559292231848</id><published>2011-06-16T23:11:00.003+08:00</published><updated>2011-10-23T08:46:29.249+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Namosain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kupang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tablolong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manikin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Senja-Senja di Pesisir Pantai (Kupang)</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-1zMqwSeSjbw/TfoZtrIeDGI/AAAAAAAAAXg/Ra2vPmXysIw/s1600/_MG_1328.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="409px" src="http://2.bp.blogspot.com/-1zMqwSeSjbw/TfoZtrIeDGI/AAAAAAAAAXg/Ra2vPmXysIw/s640/_MG_1328.jpg" t8="true" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pemandangan senja di pantai Pasir Panjang, Kupang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Bw7ksMUgaSk/TfoaPNBo8hI/AAAAAAAAAXs/aWgFsWIrIaw/s1600/_MG_1730.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400px" src="http://1.bp.blogspot.com/-Bw7ksMUgaSk/TfoaPNBo8hI/AAAAAAAAAXs/aWgFsWIrIaw/s400/_MG_1730.jpg" t8="true" width="297px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menjelang malam di pantai Namosain&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Langit di ufuk barat mulai memerah, menghapus jejak kuning yang semula begitu terang. Selapis awan tipis yang awalnya tampak menyala kuning garang mulai menghitam. Aku berdiri berjingkat untuk melihat bayangan warna air yang memerah di laut disamping kakakku yang seperti tak acuh. Bapakku duduk di pinggir tembok pembatas laut sambil menahan satu tangan di punggungku, tangan yang begitu besar sebesar pemilik tangan ini membuatku tidak takut menatap ombak yang berulang kali menampar tepian tembok pembatas ini. Sementara ibu yang sedang menggendong adikku yang masih berumur&amp;nbsp;dua setengah tahun berdiri senja tanpa sepatah kata terucap dari mulutnya. Hanya sekali kulihat sebaris senyuman saat pertama kali sampai di tempat ini. Semua tenggelam dalam angan dan harap masing-masing sementara pertunjukan langit justru sedang memamerkan adegan terakhir sebelum menutupnya dengan tirai biru gelap malam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Itulah pertama kalinya keluargaku berlibur berangkat dari janji seorang bapak kala seorang anaknya (aku) sakit keras yang bisa saja membunuhku. Meskipun keluargaku sering kekurangan dan hampir tak pernah merasakan berlibur bersama, namun entah kenapa mengatakan sebuah janji untuk mengajakku berlibur jika aku sembuh. Dan setelah sembuh sesuai janji bapak mengajakku ke pantai Kartini yang ada di Rembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FHLzP-quFGo/TfoaB6iNPHI/AAAAAAAAAXk/xFgfPlt8Pio/s1600/_MG_1326.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="261px" src="http://1.bp.blogspot.com/-FHLzP-quFGo/TfoaB6iNPHI/AAAAAAAAAXk/xFgfPlt8Pio/s400/_MG_1326.jpg" t8="true" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pertunjukan langit yang saling berharmonisasi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Itu adalah senja pertama yang kulihat dan sekali-kalinya yang kemudian tak pernah kulihat lagi sampai aku beranjak dewasa. Dan kutahu kemudian bahwa itu adalah kenangan liburan indah bagi ibu karena bisa bersama keluarga menikmati laut, hal yang dulu di masa kecilnya sering dilakukan karena dulu ibu tinggal di Pati yang memang berada di pesisir pantai utara Jawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kini saat aku tinggal di Kupang selama lebih dari sepuluh tahun, sudah ratusan kali aku duduk menikmati pertunjukan warna langit yang Tuhan pertontonkan di tiap sore. Meskipun sering kali kulewati hari menikmati senja tak secuilpun ada rasa bosan karena sepertinya Tuhan begitu cekatan meramu pertunjukan senja dengan cerita tak pernah sama. Kadang ada kerlip kemilau kecil kadang menyusup di celah mataku saat-saat seperti ini teringat kembali kenangan kecil yang tak mungkin terulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿﻿﻿ &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="240px" src="http://2.bp.blogspot.com/-D4VvA4dI_rQ/TfoZj8KtQeI/AAAAAAAAAXc/kisMOk5E1PU/s400/_MG_0923.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" t8="true" width="400px" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Senja di daerah Tenau&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿﻿﻿ &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pantai dan senja pernah memerangkapku dalam deru rindu saat pertama kali aku singgah di kota Kupang ini. Menjejakkan kaki di tanah rantau dalam masa yang tanpa pengalaman hidup sementara sudah di taruh rindu di seberang tanah bernama Jawa dan janji untuk kembali. Kulewati waktu duduk di karang-karang yang menjulang di pantai yang dikenal orang bernama Ketapang Satu yang terletak persis berhadapan dengan Kantor Cabang Bank BNI Kupang. Pantai yang dipenuhi batu-batu putih dan berpasir putih ini adalah pantai pertama yang kukenal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pantai Kupang yang berada di terminal kota bawah adalah tempat yang kusinggahi kedua. Menikmati senja dari sebuah jembatan dari gelagar kayu sungguh begitu menggoda. Sayang sekarang gelagar kayu itu sudah tidak ada digantikan dengan jembatan beton. Pasangan-pasangan duduk dan berdiri memadu kasih, seolah senja menciptakan romansa. Pias-pias cahaya senja di wajah para nona seolah menyihir&amp;nbsp;nyong Kupang dan memberikan energi mengucapkan janji-janji, begitu indah, begitu menggetarkan dan begitu meluluhkan jiwa-jiwa yang sedang mencari pegangan cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-m-FqwmQjOYo/Tfoc2ePXcSI/AAAAAAAAAXw/_TeSK2DwzLQ/s1600/kupang04+087.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300px" src="http://2.bp.blogspot.com/-m-FqwmQjOYo/Tfoc2ePXcSI/AAAAAAAAAXw/_TeSK2DwzLQ/s400/kupang04+087.jpg" t8="true" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Senja di Pelabuhan Tenau, Kupang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Walaupun di tempat yang sama nantinya kutemui cerita luka dari janji-janji yang terlalu tinggi, wajah-wajah cantik namun menatap senja dengan mata yang terluka seolah menuntut senja dari janji yang akhirnya tak pernah ditepati. Aku jadi ingat pengalaman saat kulihat seorang gadis yang tiba-tiba berjalan sendiri masuk ke laut tanpa disadari oleh orang-orang disekitarnya dan tiba-tiba dihebohkan dengan teriakan seseorang yang melihat orang mengambang di laut. Ternyata gadis yang berjalan ke laut itu berniat bunuh diri, luka hati hubungan dari seorang polisi yang tidak mau menikahinya saat tubuhnya menjadi berbadan dua (cerita yang aku ketahui kemudian setelah membantu polisi mencari tahu tentang gadis ini dan kutemukan surat dan foto-foto di tas putihnya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Semenjak itu, senja menjadi bagian yang begitu sayang kulewatkan. Kulangkahkan kakiku kemana ada senja bisa dihampiri. Dan Kupang sendiri menjanjikan surga senja untuk dinikmati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pantai berpasir putih di Tablolong sampai pantai Manikin menawarkan senja yang damai. Di tempat-tempat ini, pertunjukan senja malah sering hanya diwarnai bunyi burung-burung laut yang pulang ke sarang. Maka di pantai ini akan terangkai jalinan cerita senja yang syahdu, menukikkan jiwa yang merindu pada kekasihnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-qT5X_Xgbsbc/TfoaIQ6waKI/AAAAAAAAAXo/a7K-ILSSKlk/s1600/kupang+034.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300px" src="http://3.bp.blogspot.com/-qT5X_Xgbsbc/TfoaIQ6waKI/AAAAAAAAAXo/a7K-ILSSKlk/s400/kupang+034.jpg" t8="true" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Anak-anak bermain di pantai Pasir Panjang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Senja yang riuh dapat ditemui di pantai Namosain atau di pantai Pasir Panjang. Jamak sekali melihat anak-anak bermain bola di waktu senja begitu riang begitu riang. Teriakan-teriakan 'oper' atau sekali-kali 'goal' membawa aura gembira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Siluet-siluet hitam berlarian mengajar bola ditinkah dengan siluet sepasang muda-mudi bergandengan tangan berpadu dengan warna langit yang menguning begitu harmoni melingkupi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ah, senja selalu punya cara merekam setiap jejak manusia dan pergumulannya, menyimpannya dan untuk kemudian menyampaikannya kembali di lain waktu sebagai kenangan yang tidak pernah terlupakan. Pada senja kutemukan derai tawa, pada senja pula ketemukan air mata. Sungguh senja adalah harmoni hidup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-2371596559292231848?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/2371596559292231848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/06/senja-senja-di-pesisir-pantai.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/2371596559292231848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/2371596559292231848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/06/senja-senja-di-pesisir-pantai.html' title='Senja-Senja di Pesisir Pantai (Kupang)'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-1zMqwSeSjbw/TfoZtrIeDGI/AAAAAAAAAXg/Ra2vPmXysIw/s72-c/_MG_1328.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total><georss:featurename>Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.14662183395962 123.6121037683838</georss:point><georss:box>-18.80927183395962 100.4584037683838 -1.48397183395962 146.76580376838382</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-1118327059508400298</id><published>2011-06-14T13:25:00.003+08:00</published><updated>2011-10-23T08:47:21.563+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kupang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Geliat Malam Kupang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Masih ingat aku saat pertama kali menginjakkan kaki di tanah Timor awal tahun 1999 paska kejadian berdarah bangsa ini. Kejadian kelam di negeri Indonesia tahun 1998 yang katanya bangsa cinta damai dan murah senyum ini seperti menghempaskan negeri beribu-ribu pulau ini dalam keterpurukan yang cukup dalam, meninggalkan bekas luka, rasa pahit&amp;nbsp;dan goresan perih.&lt;br /&gt;Saat itu Kupang yang&amp;nbsp;adalah sebuah&amp;nbsp;ibukota dari Provinsi Nusa Tenggara Timur tak lebih ramai dari sebuah kecamatan di Jawa. Awal tahun itu keramaian lebih berpusat di dua titik yaitu kawasan kota lama&amp;nbsp; yang terbentang di sepanjang jalur Siliwangi yang biasa disebut sopir-sopir daerah LLBK (Lai Lai Besi Kopan) dan satu lagi adalah jalur Kuanino.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi keramaian Kupang di dua tempat ini pun hanya terjadi dari pagi sampai sore hari, begitu menjelang malam maka aktivitas menurun drastis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Jam 6 sore saat itu batas terakhir angkutan kota membawa penumpang, jika ada satu dua angkutan yang masih jalan membawa penumpang biasanya sambil menuju arah balik kandang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Harga-harga jangan ditanya, Kupang yang memang dari awalnya memiliki biaya hidup yang sudah mahal makin bertambah mahal. Bahkan beberapa komoditas yang biasanya melimpah tersedia di Kupang seperti ikan juga menjadi mahal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Yang paling menyedihkan bagi pendatang adalah sulitnya mencari tempat makan. Saat itu tempat makan yang ada bisa ditunjuk dengan jari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-iR6IphhpZpg/Tfbt32mt27I/AAAAAAAAAXE/62jBHFjvIlA/s1600/_MG_0802.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="255px" src="http://2.bp.blogspot.com/-iR6IphhpZpg/Tfbt32mt27I/AAAAAAAAAXE/62jBHFjvIlA/s400/_MG_0802.jpg" t8="true" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Suasana malam Pujasera di Kampung Solor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Perubahan mulai terasa dari 3 tahun belakangan ini, bahkan perubahan ini sangat terasa dibanding pertama kali kedatanganku kembali pertengah tahun 2003.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Aku sendiri kurang tahu dari mana titik ini bermula namun seperti ada benang penyambung sehingga roda kemajuan bergerak saling mengangkat namun juga dibeberapa titik saling menyikut dan membenamkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Bicara tentang kemajuan sebuah kota, maka dua kata pertama yang terpikirkan adalah: &lt;b&gt;Kuliner&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Hiburan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Dan itulah geliat yang terasakan di Kupang sekarang ini. Sekarang dengan mudah dapat ditemui tempat-tempat makan yang tersebar seantero Kupang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur kawasan Siliwangi yang berada sepanjang pantai Kupang dan berisi pertokoan lama masih tetap ramai walau sedikit berubah. Kawasan ini masih menjadi sentral pemberhentian angkutan kota dari seluruh arah walaupun terminal yang ada telah ditutup oleh pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Namun keberadaan kawasan pantai Kupang masih terbantu oleh penataan pantai di sekitar kawasan yang dikenal sebagai daerah Tedy's. Karena di tempat itu berdiri sebuah kafe dan tempat karaoke bernama Tedy's yang berdiri cukup lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9_b4995RdvQ/Tfbt6v-bbXI/AAAAAAAAAXI/7hCSdyERC74/s1600/_MG_1838.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266px" src="http://3.bp.blogspot.com/-9_b4995RdvQ/Tfbt6v-bbXI/AAAAAAAAAXI/7hCSdyERC74/s400/_MG_1838.jpg" t8="true" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;View jalan dari atas Gedung Bank NTT Pusat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Ada ide lain yang terealisasikan dan menjadi sarana yang cukup ampuh memancing orang-orang melongokkan kepala dari rumah:&amp;nbsp;Pujasera Solor. Kawasan yang baru dikembangkan&amp;nbsp;3 tahun ini merupakan gagasan yang cukup apik, sebuah kawasan sebagai pusat jajanan dan makanan yang memanfaatkan jalan sebagi tempat berjualan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Konsekuensinya setelah jam 5 sore maka jalan ini tertutup untuk umum, dan berubah menjadi pujasera. Berbagai jenis makanan ditawarkan disana dari hanya makanan-makanan khas pedagang keliling sampe menu ikan bakar dan makanan laut lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Dengan harga yang cukup bersahabat, kuliner di kawasan ini bahkan menarik minat sebagian pelancong asing untuk sekedar singgah mencicipi kuliner Kupang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Dan yang lebih mengasyikkan, kawasan ini masih ramai hingga jam 12 malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Kawasan Kuanino sendiri tetap menjadi kawasan yang paling ramai karena disinilah berdiri banyak toko-toko besar yang sedari awal menjadi sentra orang-orang Kupang berbelanja. Namun untuk kuliner sendiri geliat dari kawasan ini belum terlalu kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Zly0AyGXY3Y/TfbwSqTPycI/AAAAAAAAAXM/FZcsTZVklHc/s1600/_MG_1832.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="253px" src="http://3.bp.blogspot.com/-Zly0AyGXY3Y/TfbwSqTPycI/AAAAAAAAAXM/FZcsTZVklHc/s400/_MG_1832.jpg" t8="true" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Suasana malam jalan di kawasan Mal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Yang juga cukup menarik adalah kawasan Mal Flobamora. Mal satu-satunya di kota Kupang ini menggeliatkan rasa haus masyarakat akan tempat belanja yang lebih representatif mewakili Kupang sebagai sebuah provinsi. Keberadaan Mal yang berdiri di kawasan sepi ini akhirnya mendorong pertumbuhan di sekitarnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Mal sendiri memiliki beberapa tempat kuliner yang lebih banyak merupakan waralaba seperti misalnya KFC atau Bakso Lapangan Tembak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Ada satu blok kawasan yang berkembang menjadi pusat makanan yaitu di depan Gedung Bank NTT. Persis di seberang jalan gedung 7 lantai yang merupakan satu dari dua gedung tertinggi di Kupang ini berdiri ruko yang lebih banyak untuk menjual makanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Deretan tempat makan di sepanjang jalur Pantai Pasir Panjang juga tidak mau kalah, menu-menu ikan akan dengan segera dapat ditemui di jalur ramai sampai malam ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;;"&gt;Hiburan malam pun menjadi hal yang lumrah ditemui, beberapa cafe yang tempat karaoke mudah ditemui di kota Kupang walau tak sebanyak di kota-kota besar di Jawa. Tapi setidaknya ini seolah menunjukkan kepada orang yang datang ke Kupang untuk tidak memicingkan mata di tanah Timor ini. Kata pepatah Kupang "Bae Sonde Bae Tana Timor Lebe Bae" dan semoga geliat ini bisa menunjukkan bahwa Kupang terus tumbuh menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-1118327059508400298?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/1118327059508400298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/06/geliat-malam-kupang.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/1118327059508400298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/1118327059508400298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/06/geliat-malam-kupang.html' title='Geliat Malam Kupang'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-iR6IphhpZpg/Tfbt32mt27I/AAAAAAAAAXE/62jBHFjvIlA/s72-c/_MG_0802.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total><georss:featurename>Nusa Tenggara Timur, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1728121378192 123.61092359641725</georss:point><georss:box>-11.6400501378192 119.69836009641725 -8.7055741378192 127.52348709641726</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-3208658753028297320</id><published>2011-06-03T21:21:00.005+08:00</published><updated>2011-10-23T08:50:28.474+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='larantuka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Flores Timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hading'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kawaliwu'/><title type='text'>Nyiur dan Senja</title><content type='html'>﻿﻿﻿ &lt;br /&gt;﻿ &lt;br /&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="640px" src="http://2.bp.blogspot.com/-V5K8jXaDeak/TejLrwPDkVI/AAAAAAAAAWE/TXLhF-d1-Vs/s640/nyiur_L.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" t8="true" width="426px" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Nyiur di pantai Hading, Kawaliwu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ ﻿ &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KZU-wl-Zt5E/TejL6BkqXWI/AAAAAAAAAWI/vqnqlTQlyrs/s1600/_MG_1181.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400px" src="http://2.bp.blogspot.com/-KZU-wl-Zt5E/TejL6BkqXWI/AAAAAAAAAWI/vqnqlTQlyrs/s400/_MG_1181.jpg" t8="true" width="265px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Perbukitan dan nyiur di senpanjang Hading&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ ﻿﻿&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Angin berhembus lemah, nyiur-nyiur tinggi yang dahannya sebagian baru berganti enggan menggoyangkan daunnya. Langit begitu cerah dan dengan elok mematutkan bayangannya ke air laut yang tenang. Air laut hanya beriak-riak tak hendak ingin menghempaskan sebagian airnya ke batu-batu hitam yang sebagian menjulang besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ketenangan kali ini begitu tampak sempurna, sebuah sambutan kalimat pengganti selamat datang yang menyenangkan. Batu-batu kecil yang berserakan di sepanjang pasir hitam hanya sesekali direndam&amp;nbsp;buih-buih tipis&amp;nbsp;air laut yang menaikinya. &lt;br /&gt;Beberapa pokok nyiur tumbang melintang di sepanjang garis pantai berbatu-batu. Bulan kemarin langit memuntahkan murkanya dengan hujan lebat, deru angin yang begitu kencang dan air pasang yang tinggi. Hempasan-hempasan keras semalaman itulah yang menciptakan pokok-pokok nyiur ini. Seingatku, bulan kemarin memang kondisi bulan berada di titik terdekat dengan bumi yang biasa disebut dengan "&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Supermoon"&gt;Supermoon&lt;/a&gt;" dan memancing air laut pasang lebih tinggi dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kondisi seperti ini kadang mengingatkanku tentang rindu yang kadang mencekam, memenjarakan ke dalam kegelapan yang begitu pekat tak teraba namun kadang hilang begitu saja tak terasakan seolah mengingat perasaan saat itupun menjadi begitu sulit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;﻿﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-aq7USYl3Vr8/Tejbk84HZsI/AAAAAAAAAWM/GSsRiySe5UI/s1600/_MG_1203.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265px" src="http://3.bp.blogspot.com/-aq7USYl3Vr8/Tejbk84HZsI/AAAAAAAAAWM/GSsRiySe5UI/s400/_MG_1203.jpg" t8="true" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Senja berlatar bebatuan di pantai Hading&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pasir di pantai Hading ini memang tak putih, itu lah mengapa tak terlalu menarik orang untuk datang dibanding tempat-tempat berpasir putih yang begitu berpadu dengan air laut sering memunculkan warna turquoise yang menggoda mata. Tetap tidak banyak menarik perhatian orang walaupun dari tempat ini matahari tenggelam kadang hadir begitu memukau, nyiurnya yang tinggi tumbuh di sepanjang garis-garis pantainya.&lt;br /&gt;Seorang anak kecil berdiri di pinggir sumur menatapku. Mungkin kehadiranku sedikit banyak menarik perhatiannya karena mungkin tak banyak orang luar yang datang ke tempat ini. Mata kecilnya mengikuti gerakanku yang berpindah-pindah tempat mencari angle foto. Saat hendak kudekati entah kenapa dia berlari menjauh, pada saat itulah aku tahu bahwa tangannya cacat.&lt;br /&gt;Lalu beberapa orang anak datang kembali membawa tempat-tempat air ke sumur itu. Seperti pernah aku tulis sebelumnya, di pantai Hading ini disepanjang pantainya banyak sumur-sumur dan airnya tawar bukan payau atau asin. Sumur-sumur ini tidak dalam malah beberapa kedalamannya tak lebih dari 1,5 meter, rupanya sumur-sumur ini digunakan untuk menangkap mata air bahkan kadang-kadang mata air yang keluar adalah air yang panas.&lt;br /&gt;Tak ingin membuat penduduk sekitar yang mulai datang ke tempat ini untuk mandi aku melanjutkan perjalananku ke arah utara karena mataku tertarik dengan gugusan batuan dan ceruk dalam yang tampak di kejauhan. Aku sempat melihatnya sepertinya tempat menarik untuk didatangi. Setelah melewati garis pantai berpasir hitam aku mulai menaiki bebatuan yang berukuran besar. Namun sayangnya saat ini pantai sedang pasang sehingga langkahku terhenti beberapa puluh meter kemudian karena jalan di depanku hanya menyisakan batu-batu yang semakin terjal, sepertinya untuk menuju kesana aku harus menunggu saat laut benar-benar surut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ZzLUxHdgRNg/TejbqI6GrNI/AAAAAAAAAWQ/_ACk4US5fKg/s1600/_MG_1206.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="236px" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZzLUxHdgRNg/TejbqI6GrNI/AAAAAAAAAWQ/_ACk4US5fKg/s400/_MG_1206.jpg" t8="true" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Nelayan yang pulang melaut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Beberapa nelayan melintas dekat kami sepertinya mereka hendak pulang. Mungkin mereka mencari ikan di bagian ceruk-ceruk dalam itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Akhirnya aku menikmati turunnya matahari dari tempat ini. Menikmati warna kuning yang pelahan berubah menjadi merah dan menyisakan warna kuning di garis-garis awan tipis yang berlarik-larik. Senja seperti membawa cerita sendiri, seperti menelan kisah-kisah manusia yang menceritakan pergumulan pahit-manis kehidupannya kepada matahari senja dan memuntahkan kembali kepada manusia lainnya yang datang mendengarkan alur senja. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dan kisah senja tak pernah usai untuk dilihat dan didengarkan, karena selalu ada cerita bahagia dan nestapa yang dituturkan orang-orang yang datang menghampiri senja, dimana tempat lain sepertinya tak ada yang sanggup menampungnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Untuk yang ingin tahu lokasi tepatnya menuju ke tempat ini bisa melihat kembali di tulisan sebelumnya: &lt;a href="http://awalnya.blogspot.com/2010/03/senja-di-kawaliwu-sunset-on-kawaliwu.html"&gt;Senja di Kawaliwu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-3208658753028297320?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/3208658753028297320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/06/nyiur-dan-senja.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/3208658753028297320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/3208658753028297320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/06/nyiur-dan-senja.html' title='Nyiur dan Senja'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-V5K8jXaDeak/TejLrwPDkVI/AAAAAAAAAWE/TXLhF-d1-Vs/s72-c/nyiur_L.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-2664549265915949695</id><published>2011-05-22T15:15:00.005+08:00</published><updated>2011-10-21T08:14:51.793+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TTS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Masih Banyak Asa di Ujung Mata</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-YS1opQDfnRQ/Tdi05kAkJnI/AAAAAAAAAVs/jqnrfO4qj4c/s1600/back_home.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="369px" j8="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-YS1opQDfnRQ/Tdi05kAkJnI/AAAAAAAAAVs/jqnrfO4qj4c/s640/back_home.jpg" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Baju yang lusuh, kaki-kakinya pun dipenuhi dengan tanah berkapur. Tapi&amp;nbsp;kami bertiga tertawa riang saling bercanda di tepi danau kecil. Lebih tepat disebut rawa sebenarnya.&lt;br /&gt;Semalaman hujan deras turun, dan pagi ini jalanan di beberapa ruas menuju kampung&amp;nbsp;kami menjadi kubangan. Jalan terbaik yang pernah&amp;nbsp;kami orang kampung&amp;nbsp;banggakan 4 tahun yang lalu setelah ada pekerjaan perkerasan jalan dengan pemasangan batu-batu yang dilakukan oleh orang-orang tua kami. Sekarang jalan terbaik buat kerbau-kerbau kami.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TBXoHr6iPO8/Tdi3eOOzbiI/AAAAAAAAAV4/Zj12w1gHEC0/s1600/_MG_1062.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266px" j8="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-TBXoHr6iPO8/Tdi3eOOzbiI/AAAAAAAAAV4/Zj12w1gHEC0/s400/_MG_1062.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sekarang jalan ini seperti jalan untuk &lt;em&gt;off-road&lt;/em&gt; kalau kata orang Jakarta. Seorang dokter perempuan yang pernah singgah sebentar ke kampung kami yang mengatakan begitu, kami memanggilnya dokter Ana. Ah, kata-katanya yang khas orang Jakarta begitu menarik kami untuk menirukan. Cantik sekali, sepertinya nanti kalau aku besar aku ingin&amp;nbsp;menikah dengan perempuan seperti ibu Dokter itu. Ha ha ha, aku tahu siapa yang paling tertawa kencang jika Marthin bilang angan-angan begitu. Mulut Edo memang kurang ajar sekali, dia sering mengatai aku "hitam dadole' kariting" macam dia juga ada bersih macam kapur yang biasa mama makan sama pinang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kata dadole' entah kenapa masih sering membuat aku&amp;nbsp;tersenyum geli&amp;nbsp;apalagi kalau diucapkan spontan seperti saat ini misalnya. Istilah ini untuk menunjuk kata kotor yang kumuh/lusuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Aku tertawa mendengar candaan mereka, candaan khas anak laki-laki. Jika Franky yang bertubuh paling kecil ini lebih suka mendengar kedua temannya bercerita dan tergelak-gelak jika merasa lucu dengan tingkah mereka, maka Edo yang fisiknya seukuran dengan Marthin adalah tokoh antagonis dari Marthin yang memang kerjanya meledek dan mencemooh setiap cerita Marthin.&lt;br /&gt;Akibatnya bisa diduga, pasti ada saja hal fisik yang terjadi antara mereka dalam bentuk canda tentunya. Dan bila ini terjadi pasti aku akan sering melihat ke Franky yang pasti tergelak-gelak sendirian menonton dua temannya saling kejar-kejaran atau saling lempar tanah/kerikil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Walau Edo sering meneriaki Marthin suka omong kosong, tapi Marthin sepertinya tidak pernah sakit hati. Semangatnya bercerita tetap tinggi, kadang mata dan gerak&amp;nbsp;tangannya yang berusaha meyakinkanku kalau ceritanya benar bikin yang lain ingin tertawa saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kami bertiga bersekolah yang sama di SD negeri yang jauhnya sekitar 3 km dari sini atau sekitar 5 km kalau dihitung dari rumah kami. Kadang kami bawa jerigen air ke sekolah jadi sepulang kami bisa mampir di&amp;nbsp;danau ini untuk ambil air. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-VKEYC7SbC0w/Tdi2H1-X_VI/AAAAAAAAAV0/OmxqG7b4P8U/s1600/_MG_1066.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266px" j8="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-VKEYC7SbC0w/Tdi2H1-X_VI/AAAAAAAAAV0/OmxqG7b4P8U/s400/_MG_1066.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jangan bayangkan 3 km seperti jarak sesungguhnya, mereka menyebut kilometer seperti menyebut seberapa jauh kaki bisa melangkah. Bisa jadi 3 km menurut kami lebih jauh dari jarak sesungguhnya, tapi kami sudah terbiasa menyebutnya begitu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Disini banyak air tapi kami tidak bisa membangun sumur karena tanahnya terlalu banyak batu. Kata dokter Ana, disini bukan tanah yang berbatu tapi batu yang bertanah.&lt;br /&gt;Aku tersenyum jika dia mulai mengucapkan dokter Ana, rautnya seperti orang yang baru berdoa memohon Tuhan agar dokter itu kembali kesini. Edo seperti terkena sihir yang sama jika Marthin mulai mengucapkan kata dokter Ana, tentu saja sepanjang Marthin tidak mengumbar mimpi lagi seperti tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ah, kakak belum bertemu dia. Andai saja bertemu dia, pasti kakak akan jatuh cinta. Bahkan kalau punya tunangan pasti kakak bisa melupakannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kalimat Marthin diucapkan&amp;nbsp;berapi-api dengan mata agak mendelik saat aku mencoba meragukan kalau dokter Ana secantik seperti kata mereka. Kalau sudah seperti ini, jangan lihat Edo saat dia mulai menggumam: "Ah, cantiknya dokter Ana".. pasti kalian&amp;nbsp;ingin tertawa melihat Edo seperti pujangga kehabisan kata dan melihat mata polosnya seolah menerawang jauh ke tempat dokter Ana sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sambil bercerita Marthin membuka kaleng minuman yang aku sodorkan. Kulihat Edo dan Franky sudah lebih dulu minum, rasa soda yang mengelitik kerongkongan mereka seperti membuat mereka mengerenyit. "Ah, sedap", aku tersenyum saat Edo dengan gaya koboy bersandar disebatang pohon putih mengusap minuman yang meleleh di lehernya mengucapkan kata itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZJe-v97X9xw/Tdi2F69RACI/AAAAAAAAAVw/hRCZR-ECqF4/s1600/_MG_1064.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="204px" j8="true" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZJe-v97X9xw/Tdi2F69RACI/AAAAAAAAAVw/hRCZR-ECqF4/s320/_MG_1064.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Nanti sebentar lagi kami akan ke hutan di depan mencari kayu bakar. Kami bawa ranting kayu apa saja,&amp;nbsp;lebih sering&amp;nbsp;kami bawa kayu ampupu atau liuboko karena itu pohon yang paling banyak di hutan ini, tapi hanya mengambil kayu-kayu yang kecil saja. Kecuali kalau kayu-kayu yang roboh karena hujan atau angin yang kencang yang bisa terjadi disini, maka kami bisa mendapatkan kayu-kayu yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kami harus sudah pulang sebelum matahari hilang, karena kalau malam disini masih gelap. Di dusun kami tidak semua rumah memiliki listrik. Rumah-rumah yang memiliki penerangan listrik itu dari berasal dari bantuan tenaga surya dulu dari program pemerintah. Tapi sayangnya sekarang sudah banyak yang rusak, dan kami tidak tahu bagaimana memperbaikinya.&lt;br /&gt;Marthin menunjuk si tubuh kecil Franky yang rumahnya sudah tidak memakai listrik lagi. Franky tertawa lebar mengiyakan tapi tak ada raut beban dengan kondisinya toh ada listrik atau tidak mereka masih bisa melihat televisi dari tetangga. Bukan tetangga rumah tapi tetangga kampung yang jaraknya mungkin 10 km dari kampung kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yah, kami juga kadang pulang&amp;nbsp;lebih larut kalau sudah keasyikan melihat televisi. Tapi itu biasanya berani kami lakukan kalau kami tahu bulan ada terang, jadi kalau kembali pulang tidak terlalu gelap, timpal si Franky.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sambil mendengarkan cerita Marthin, Franky mengambil sebuah batang kayu kecil dan mengorek-korek lumpur-lumpur&amp;nbsp;yang mengering&amp;nbsp;di kakinya. Rasanya asyik melihat dia mencongkel-congkel lumpur besar yang telah kering seperti menggaruk luka yang sudah kering sambil matanya sesekali melihat Marthin yang tetap berceloteh penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Melihat Franky bukannya mencuci kaki malah mengorek-korek seperti itu tiba-tiba timbul keisengan Marthin. Dengan kuat, didorongnya Franky ke danau. Kontan saja si Franky terlontar ke danau, tapi dengan sigap tangan Franky menyaut baju Marthin.&lt;br /&gt;Terdengarlah bunyi byur keras saat dua tubuh anak ini tercebur ke danau. Edo tertawa kencang melihat adegan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Air danau ini cukup dingin, tapi udara yang cukup dingin disini membuat air ini tidak terasa dingin di tanganku. Ajakan Marthin, Franky dan Edo untuk ikut berenang disini tidak kuiyakan. Ah, mereka anak alam yang tentu kuat bertahan dengan air sedingin itu disini. Tapi aku yang terlalu lama dengan udara kota tentu harus berpikir berulang kali kalau ikut berenang bersama mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ah, dunia anak-anak di kampung. Tidak ada di mata mereka kesulitan hidup, semuanya seperti harus terjalani semestinya. Aku masih banyak menangkap asa di mata mereka, seperti asa yang kuat di mata mereka mendengar nama dokter Ana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-2664549265915949695?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/2664549265915949695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/05/masih-banyak-asa-di-ujung-mata.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/2664549265915949695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/2664549265915949695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/05/masih-banyak-asa-di-ujung-mata.html' title='Masih Banyak Asa di Ujung Mata'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-YS1opQDfnRQ/Tdi05kAkJnI/AAAAAAAAAVs/jqnrfO4qj4c/s72-c/back_home.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-8934102342372225004</id><published>2011-05-17T22:19:00.002+08:00</published><updated>2011-10-27T15:44:21.322+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kupang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TTS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='oenesu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oehala'/><title type='text'>Re-visit: Oenesu dan Oehala</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-PutmA5_FwPU/TdKC63N9ASI/AAAAAAAAAVo/ntrPHorFUl4/s1600/_MG_0977-crop.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="428px" j8="true" src="http://1.bp.blogspot.com/-PutmA5_FwPU/TdKC63N9ASI/AAAAAAAAAVo/ntrPHorFUl4/s640/_MG_0977-crop.jpg" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tiga tingkat air terjun Oehala yang terletak sekitar 15 km dari kota Soe.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kunjungan kembali, itulah yang kujalani. Belakangan ini jadi setengah guide yang kerjanya menemani temen-temen yang mau jalan ke tempat-tempat wisata tapi belum pernah sebelumnya. &lt;br /&gt;Kali ini cerita kunjungan kembali-nya di dua tempat lama tapi sudah ada perbaikan fasilitas. Kedua tempat ini adalah air terjun di daratan Timor tapi di tempat dengan ketinggian yang berbeda: air terjun Oenesu yang terletak di dataran rendah (Kabupaten Kupang) dan air terjun Oehala yang terletak di dataran tinggi (Kabupaten Timor Tengah Selatan).&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Air Terjun Oenesu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-VOlg25Vkcd0/TdJ_G3xhhdI/AAAAAAAAAVU/mrw7Lz_onLY/s1600/_MG_0551-x.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="271px" j8="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-VOlg25Vkcd0/TdJ_G3xhhdI/AAAAAAAAAVU/mrw7Lz_onLY/s400/_MG_0551-x.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Suasana air terjun Oenesu dari bagian bawah (tingkat keempat)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Beberapa waktu ini aku baru saja mendengar kabar tentang meninggalnya seorang anak SMA di air terjun ini. Agak terlambat mendengar berita ini karena pada waktu kejadian ini sedang ada penugasan di luar kota. Jika ingin membaca lebih lengkap cerita dan kronologis kejadian ini bisa berkunjung ke &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2011/05/09/brk,20110509-333139,id.html"&gt;tempointeraktif.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;atau di beberapa media lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Terus terang kejadian ini mau tidak mau akan mempengaruhi kunjungan ke tempat wisata air terjun satu-satunya di Kupang ini. Padahal pada saat ini air terjun Oenesu debit airnya lebih besar dan lebih jernih sehingga beberapa daerah yang dulu kering sekarang terkena luapan airnya.&lt;br /&gt;Foto-foto di air terjun ini aku ambil sebelum ada kejadian di atas mungkin hanya berselang satu minggu sebelum ada kejadian naas itu. Rencana untuk foto model dengan konsep yang sudah dirancang jauh hari sebelumnya sekalian melakukan kunjungan kembali untuk melihat kondisi air terjun belakangan ini. Karena memang biasanya di musim-musim begini debit air terjun meningkat sehingga lebih enak dinikmati walau kadang sering naiknya debit air mengakibatkan air yang mengalir menjadi keruh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-cePVO_gfIH8/TdJ_QQ6R30I/AAAAAAAAAVY/-bLLfiBye44/s1600/_MG_0563.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266px" j8="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-cePVO_gfIH8/TdJ_QQ6R30I/AAAAAAAAAVY/-bLLfiBye44/s400/_MG_0563.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Desi berpose di air terjun Oenesu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Untungnya justru saat datang, debit air justru meningkat lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya dan tidak keruh. Sepertinya ada upaya pendalaman dan pembersihan di bagian atas dari sumber air terjun ini.&lt;br /&gt;Lokasinya pun sudah banyak mengalami perbaikan, tempat parkir tersedia, rumah-rumah lopo dibangun, toilet pun juga sudah tersedia walaupun tampaknya petugas di sini belum bertugas optimal dan hanya bertugas kadang-kadang pada hari libur/kunjungan saja.&lt;br /&gt;Dengan kondisi sekarang, tempat ini jauh lebih layak dikunjungi dibanding beberapa tahun lalu. Walaupun sebagian besar penikmat wisata air terjun ini sebagian besar warga lokal karena memang untuk wilayah-wilayah Timur Indonesia, wisata yang bisa mengundang wisatawan asing adalah wisata bahari dan wisata budaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Air Terjun Oehala&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-AOkDlgue-Ac/TdJ_qfXbJII/AAAAAAAAAm4/qx2_USbDPSM/s800/_MG_0991.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="245px" j8="true" src="https://lh3.googleusercontent.com/-AOkDlgue-Ac/TdJ_qfXbJII/AAAAAAAAAm4/qx2_USbDPSM/s640/_MG_0991.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Dua teman duduk di atas batu di tingkat ketiga air terjun Oehala&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Re-visiting ke tempat ini diantara kesibukan tugas di tempat ini. Kondisi kabupaten Timor Tengah Selatan yang beribukota di SoE pada bulan-bulan begini memang kurang bersahabat bagi orang yang biasa tinggal di daerah panas. Sepanjang bulan Mei sampai dengan Juli hawa di kota ini begitu menusuk tulang, di samping karena berada di dataran tinggi juga karena pengaruh angin Australia yang sekarang sedang musim dingin.&lt;br /&gt;Kabut tebal dan basah nyaris menjadi pemandangan sehari-hari. Kebetulan aku dan rekan kerja kesini menggunakan sepeda motor karena berharap lebih praktis dan mudah kalo mau kemana-mana dibanding kalau membawa mobil. Walhasil, begitu sampai di hotel, aku harus merasakan persediaan tangan ngilu semua gara-gara dipertengahan jalan kabut basah turun. Masih untung hari itu tidak ada hujan turun.&lt;br /&gt;Perjalanan kembali ke air terjun Oehala kali ini aku lakukan bersama dua teman lain yang kebetulan belum pernah kesana sebelumnya. Rencana awal beberapa orang namun karena berbenturan jadwal sehingga hanya kita bertiga yang bisa kesana.&lt;br /&gt;Perjalanan awalnya agak setengah hati karena menjelang keberangkatan tiba-tiba kabut basah turun. Akibat setengah hati ini pula makanya tripod yang sudah aku persiapkan malah tertinggal. Suhu udara turun drastis, tapi dengan pertimbangan sedikit tanpa akal sehat alias berharap kebetulan maka perjalanan dengan menggunakan dua motor kami lanjutkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-PFRPEoiEAvA/TdJ_VdDwBgI/AAAAAAAAAVc/WL47N3FMpx0/s1600/_MG_0980-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="227px" j8="true" src="http://2.bp.blogspot.com/-PFRPEoiEAvA/TdJ_VdDwBgI/AAAAAAAAAVc/WL47N3FMpx0/s400/_MG_0980-2.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;View air terjun Oehala dari sisi seberang (view lopo untuk istirahat)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;﻿ &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Untungnya sampai disana justru cuaca membaik. Kabut tidak ada sama sekali di lokasi ini, padahal aku berharap ada kabut tipis disini.&lt;br /&gt;Lokasi ini ternyata juga sudah dilakukan renovasi walaupun masih sebatas pemberian pagar pembatas di beberapa lokasi yang rawan orang tergelincir dan penambahan lopo-lopo untuk orang beristirahat. Kamar kecil juga telah disediakan walaupun belum pernah dicoba.&lt;br /&gt;Air terjun Oehala masih bening seperti biasanya namun yang agak mengherankan debit airnya jauh berkurang padahal biasanya pada bulan-bulan begini debit air masih tinggi.&lt;br /&gt;Yang juga mengherankan airnya tidak terasa dingin di kaki kami, entah memang airnya yang berubah ataukah memang cuacanya yang dingin sehingga air menjadi tidak terasa dingin.&lt;br /&gt;Oehala juga masih sama, selalu sepi begitu menjelang senja entah kenapa padahal di luar bulan-bulan berkabut seperti ini mengambil gambar air terjun Oehala agak sulit karena sinar matahari yang masih menerobos ke air sehingga foto air jadi kurang pas. Hanya pada bulan begini kita aman untuk mengambil foto-foto disini karena sinar matahari nyaris tidak mampu memamerkan panasnya api miliknya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dua air terjun ini seperti menggambarkan bahwa daratan Timor bukanlah&amp;nbsp;tanah gersang yang dipenuhi batu karang dan keberadaan air yang langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda mengunjungi ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur, mungkin bisa sekali waktu mengunjungi air terjun Oenesu. Tempat yang bisa membilas aroma matahari yang teriknya serasa membakar ubun-ubun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-8934102342372225004?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/8934102342372225004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/05/tiga-tingkat-air-terjun-oehala-yang.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/8934102342372225004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/8934102342372225004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/05/tiga-tingkat-air-terjun-oehala-yang.html' title='Re-visit: Oenesu dan Oehala'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-PutmA5_FwPU/TdKC63N9ASI/AAAAAAAAAVo/ntrPHorFUl4/s72-c/_MG_0977-crop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-7747063060734464965</id><published>2011-05-03T12:11:00.001+08:00</published><updated>2011-10-23T09:02:14.801+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kupang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><title type='text'>Penfui: Menikmati Romantisme ala Kupang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5Iwus4ThvVg/Tb93bL6xJOI/AAAAAAAAAVE/x8cF6nH4_gk/s1600/kupang+this+morning-s.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="375px" j8="true" src="http://3.bp.blogspot.com/-5Iwus4ThvVg/Tb93bL6xJOI/AAAAAAAAAVE/x8cF6nH4_gk/s640/kupang+this+morning-s.jpg" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sepuluh tahun tinggal di Kupang, aku merasakan banyak perubahan dari ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini. Kota yang panas, yang jika sedang dalam puncak teriknya terasa membakar kepala. Selain itu Kupang juga dikenal sebagai kota karang, karena memang sebagian daratannya banyak terdiri dari karang yang makin menambah panas kota Kupang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xJaj2oNj7dw/Tb93ZcOXv-I/AAAAAAAAAVA/a8uQdg9Covs/s1600/kupang-this+morning2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="271px" j8="true" src="http://4.bp.blogspot.com/-xJaj2oNj7dw/Tb93ZcOXv-I/AAAAAAAAAVA/a8uQdg9Covs/s400/kupang-this+morning2.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mungkin baru disini, aku mengenal namanya sekolah diliburkan antara beberapa hari sampai 2 minggu saat cuaca panas sedang di puncak-puncaknya. Mirip di luar negeri saja, ada liburan musim panas :)&lt;br /&gt;Jika mendekati puncak musim panas maka wajah Kupang jika diperhatikan dari jendela pesawat tampak menghitam dan coklat karena disana sini yang terlihat adalah batu karang dan sisa-sisa rumput yang telah mengering. Bahkan asap dari pembakaran dapat mudah ditemui di tengah hari karena sisa-sisa ilalang yang terbakar ataupun dibakar oleh masyarakat. Sebagian besar pohon-pohon di Kupang pun tinggal ranting karena pohon endemik yang tumbuh di Kupang memang pohon-pohon yang akan meranggas di musim kering untuk mengurangi penguapan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PhP1COpvOIA/Tb95IrMRpLI/AAAAAAAAAVM/YQ_NhsX-C0Y/s1600/Picture+027.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="276px" j8="true" src="http://3.bp.blogspot.com/-PhP1COpvOIA/Tb95IrMRpLI/AAAAAAAAAVM/YQ_NhsX-C0Y/s400/Picture+027.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi suasana akan terasa kontras di musim hujan. Tiba-tiba saja seperti sebuah paduan suara yang sangat kompak, rumput-rumput segera memenuhi tanah-tanah di seluruh penjuru Kupang. Hijau seperti menutupi setiap jengkal tanah di Kupang, kadang jadi lupa panasnya Kupang.&lt;br /&gt;Dan disaat seperti ini, ada satu tempat yang beberapa tahun lalu menarik perhatianku.&lt;br /&gt;Bermula dari ketertarikanku pada pohon Gamal (latin: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gamal"&gt;Gliricidia sepium&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;) yang bunganya suka muncul saat mendekati musim kering. Bunga pohon Gamal ini bunganya mirip bunga Sakura yang tumbuh bukan di pucuk pohon tapi di batang pohon. Jika masih muda, tanaman yang&amp;nbsp;masuk tumbuhan&amp;nbsp;perdu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt; dari kerabat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;polong-polongan ini bunganya di batang banyak memenuhi seluruh batang.&lt;br /&gt;Di daerah sekitar bundaran Penfui arah menuju bandara ternyata banyak tumbuh pohon ini. Namun sayang karena umurnya yang sudah tua sehingga jumlah bunganya sudah jauh lebih sedikit. Namun yang menarik di daerah ini bukan bunganya&amp;nbsp; tapi pepohonan yang berdiri disepanjang jalan yang membentuk kanopi hidup.&lt;br /&gt;Dengan bentuk yang seperti ini, jalan di sini seperti membentangkan romantisme bagi pasangan yang berjalan-jalan disini.&lt;br /&gt;Walaupun ada upaya pemerintah memulai gerakan penanaman untuk penghijauan kota Kupang, namun rasanya ruas jalan ini akan tetap punya kenangan tersendiri bagi insan-insan muda ataupun tua yang pernah menikmati suasana di sini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-4ZPvEqOFWdE/Tb95AOX4ucI/AAAAAAAAAVI/Ze3kh8wvwsQ/s1600/_MG_0532-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266px" j8="true" src="http://4.bp.blogspot.com/-4ZPvEqOFWdE/Tb95AOX4ucI/AAAAAAAAAVI/Ze3kh8wvwsQ/s400/_MG_0532-2.jpg" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Beberapa fotografer juga ada yang menggunakan lokasi ini untuk pemotretan, mungkin karena terinspirasi suasana romantis tempat ini. &lt;br /&gt;Makanya permintaan teman yang ingin difoto prewedding tidak aku sia-siakan, kebetulan mereka maunya konsep sederhana pas banget sama&amp;nbsp;suasana romantis yang terbangun di tempat ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: x-small;"&gt;Keterangan: selain foto prewedding bebas didownload dan diupload &lt;br /&gt;sepanjang mencantumkan sumber penulisan, khusus foto prewedding untuk upload di tempat lain harap meminta ijin pasangan yang bersangkutan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-7747063060734464965?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/7747063060734464965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/05/penfui-menikmati-romantisme-ala-kupang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/7747063060734464965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/7747063060734464965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/05/penfui-menikmati-romantisme-ala-kupang.html' title='Penfui: Menikmati Romantisme ala Kupang'/><author><name>Baktiar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13175744575014397262</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-cV3VyD9wACA/TlENhjM5jMI/AAAAAAAAAgs/ETo23Vf16g0/s1600/me-camera.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-5Iwus4ThvVg/Tb93bL6xJOI/AAAAAAAAAVE/x8cF6nH4_gk/s72-c/kupang+this+morning-s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total><georss:featurename>Penfui, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.157360829158911 123.65866840878675</georss:point><georss:box>-11.624598829158911 119.74610490878675 -8.690122829158911 127.57123190878676</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-6629714760031767698</id><published>2011-03-06T16:12:00.002+08:00</published><updated>2011-10-23T09:03:29.593+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keong Emas'/><title type='text'>Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah - True love monument</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://arummm9.multiply.com/photos/hi-res/1M/1342"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://arummm9.multiply.com/photos/hi-res/1M/1343"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://arummm9.multiply.com/photos/hi-res/1M/1342"&gt;&lt;img border="0" class="alignleft" height="337px" src="http://multiply.com/mu/arummm9/image/fjzZMf0cSUFbYgvS7SkmgQ/photos/1M/300x300/1342/DSC08613.JPG?et=YwY%2CZzBl5xmPqu%2BSGpZ5CA&amp;amp;nmid=0" width="640px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mau nonton film yang nyaman? Disini tempatnya.Theater Imax Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kalau dulu orang tuaku mengajak aku kesini, sekarang giliranku mengajak para keponakan juga teman-teman dari Australia, Ukraina dan Korea berkunjung kemari.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well, this is my turn :)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Theater Imax Keong Emas ini dibangun atas prakarsa Ibu Tien Soeharto.Bangunan yang berbentuk cangkang keong mengambil inspirasi dari cerita-cerita panji yang berkembang pada jaman kerajaan Jenggala dan Kediri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://multiply.com/mu/arummm9/image/0oAuu5wNeSb3ZYiHw9RqHw/photos/1M/300x300/1343/DSC08643.JPG?et=gTqbpPTnqAJDFzXHUf9v%2Cw&amp;amp;nmid=0" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" class="alignmiddleb" height="176px" src="http://multiply.com/mu/arummm9/image/0oAuu5wNeSb3ZYiHw9RqHw/photos/1M/300x300/1343/DSC08643.JPG?et=gTqbpPTnqAJDFzXHUf9v%2Cw&amp;amp;nmid=0" width="400px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dikisahkan Panji Asmara Bangun terpisah dengan kekasihnya Galuh Candra Kirana oleh kekuatan jahat yang berusaha menculik dengan merubah Galuh Candra Kirana menjadi keong emas.Namun kekuatan cinta jualah yang akhirnya mempertemukan mereka kembali.&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anyway, true love will finds the way&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;a href="http://arummm9.multiply.com/photos/hi-res/1M/1344" style="clear: right; cssfloat: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" class="alignright" height="400px" src="http://multiply.com/mu/arummm9/image/MOyulpd1tdQs1ivitEZMVg/photos/1M/300x300/1344/DSC08637.JPG?et=hXGp%2CE1AXtmxPYL1W%2B3YPQ&amp;amp;nmid=0" width="300px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saat ini sedang diputar film Indonesia Indah, Journey to Mecca dan Africa the Serengeti. Penonton dapat menikmati film layar lebar dengan ukuran 21,5 x 29,3 meter yang diklaim sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;World's largest screens&lt;/span&gt;. Dilengkapi suara sonik/&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Soundsystem Sonics &lt;/span&gt;yang dapat dioperasikan dengan 2 system (Maghnatech dan Digital CD).Benar-benar memanjakan mata dan telinga.Puas!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;a href="http://arummm9.multiply.com/photos/hi-res/1M/1342"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto&amp;nbsp;dan teks : Arum Mangkudisastro.&lt;br /&gt;&lt;div class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Tulisan asli berasal dari http://awalnya.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4846701956082759497-6629714760031767698?l=awalnya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awalnya.blogspot.com/feeds/6629714760031767698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/03/keong-emas-taman-mini-indonesia-indah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/6629714760031767698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4846701956082759497/posts/default/6629714760031767698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awalnya.blogspot.com/2011/03/keong-emas-taman-mini-indonesia-indah.html' title='Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah - True love monument'/><author><name>Arum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07247442428473650095</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_BaSLokWLJ6s/SzdLg9BRjHI/AAAAAAAAAAM/pSAB_AzRQiY/S220/22092009040.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4846701956082759497.post-4919405422999086720</id><published>2011-03-02T23:53:00.002+08:00</published><updated>2011-10-21T17:18:18.178+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sabana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flores'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nagekeo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbay'/><title type='text'>Saat Hijau Menyiram Bumi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;img border="0" height="400" l6="true" src="https://lh5.googleusercontent.com/-_JAImcgK0X4/TW5jSzfb7hI/AAAAAAAAAUw/11r8xwYieSI/s640/Nagekeo+095-w.jpg" width="640" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Terus terang menuliskan suatu tempat yang kita kunjungi bukanlah hal yang gampang bagiku. Aku tidak bisa begitu saja menuliskan sebelum memperoleh secara lengkap persyaratan utama sebuah tulisan aku naikkan ke blog ini: (a) ada cukup foto-foto yang mewakili keberadaannya (b) ada informasi yang nyambung dengan lokasi, ini yang kadang-kadang sulit seperti tulisan tentang &lt;a href="http://awalnya.blogspot.com/2011/02/waewini-weewini-dan-legenda-sebuah.html"&gt; Waewini dan Legenda Sebuah Kampung yang Hilang&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang meskipun mendapatkan bahan cerita tapi harus melengkapi nilai filosofis dan reason yang dapat diterima, (c) ada suasana batin yang mewakili sehingga saat orang mencapai lokasi ini dapat merasakan apa yang ada di foto.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-7HXbbcouEy8/TW5i5EzJQ1I/AAAAAAAAAUo/AefgO75n-oE/s1600/mbay+016.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" l6="true" src="https://lh4.googleusercontent.com/-7HXbbcouEy8/TW5i5EzJQ1I/AAAAAAAAAUo/AefgO75n-oE/s400/mbay+016.jpg" width="268" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Akhirnya kadang tulisan gak naik tampil&amp;nbsp;hanya kadang-kadang faktor tertentu yang mungkin gak lebih dari 10%, karena yang sedikit itu kadang bisa membuat berantakan yang 90%-nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Seperti&amp;nbsp;tulisan &lt;a href="http://awalnya.blogspot.com/2010/11/menikmati-sawah-dan-perbukitan.html"&gt;Menikmati Sawah dan Perbukitan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;merupakan tulisan yang masih ada di 90% yang aku paksa naik karena seperti wartawan aku pun dikejar target (pribadi) untuk bisa menulis minimal 1 tulisan tiap bulan. Padahal seharusnya di tulisan itu aku bisa lebih mengeksplore dangau-dangau dan gua-gua buatan jepang tapi rasanya kalau itu menjadi pelengkap maka Nagekeo gak pernah bisa aku tuliskan. Toh sampai saat ini aku juga belum bisa mengambil foto seperti itu (pembelaan ceritanya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tulisan ini adalah pelengkap tulisan Nagekeo yang sebenarnya sampai saat ini pun masih belum bisa dilengkapi. Belum lengkap karena rasanya aku belum mendapatkan daerah-daerah yang menarik yang biasanya justru kurang tereksplore karena sulitnya medan atau justru karena kurang diperhatikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Foto-foto ini terekam dari perjalanan selama dua minggu di Kabupaten Nagekeo. Cuaca sebenarnya kurang bagus, maklum bulan-bulan begini hampir tiap hari mendung enggan beranjak. Sekali-kalinya cerah juga tak selalu bisa diharapkan karena kadang cuaca berubah sedemikian cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;﻿ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-fkCLMM7iqYQ/TW5jPGZEF3I/AAAAAAAAAUs/wkSa0NivTNE/s1600/mbay+011.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="400" l6="true" src="https://lh3.googleusercontent.com/-fkCLMM7iqYQ/TW5jPGZEF3I/AAAAAAAAAUs/wkSa0NivTNE/s400/mbay+011.jpg" width="265" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-famil
