Tulisan dan foto di blog ini boleh didownload digunakan dalam materi situs non-komersil dengan mencantumkan sumber asli materi. Mari hormati karya cipta mencantumkan sumber asli materi.

Selasa, 03 Mei 2011

Penfui: Menikmati Romantisme ala Kupang



Sepuluh tahun tinggal di Kupang, aku merasakan banyak perubahan dari ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini. Kota yang panas, yang jika sedang dalam puncak teriknya terasa membakar kepala. Selain itu Kupang juga dikenal sebagai kota karang, karena memang sebagian daratannya banyak terdiri dari karang yang makin menambah panas kota Kupang. 


Mungkin baru disini, aku mengenal namanya sekolah diliburkan antara beberapa hari sampai 2 minggu saat cuaca panas sedang di puncak-puncaknya. Mirip di luar negeri saja, ada liburan musim panas :)
Jika mendekati puncak musim panas maka wajah Kupang jika diperhatikan dari jendela pesawat tampak menghitam dan coklat karena disana sini yang terlihat adalah batu karang dan sisa-sisa rumput yang telah mengering. Bahkan asap dari pembakaran dapat mudah ditemui di tengah hari karena sisa-sisa ilalang yang terbakar ataupun dibakar oleh masyarakat. Sebagian besar pohon-pohon di Kupang pun tinggal ranting karena pohon endemik yang tumbuh di Kupang memang pohon-pohon yang akan meranggas di musim kering untuk mengurangi penguapan.
Tapi suasana akan terasa kontras di musim hujan. Tiba-tiba saja seperti sebuah paduan suara yang sangat kompak, rumput-rumput segera memenuhi tanah-tanah di seluruh penjuru Kupang. Hijau seperti menutupi setiap jengkal tanah di Kupang, kadang jadi lupa panasnya Kupang.
Dan disaat seperti ini, ada satu tempat yang beberapa tahun lalu menarik perhatianku.
Bermula dari ketertarikanku pada pohon Gamal (latin:
Gliricidia sepium) yang bunganya suka muncul saat mendekati musim kering. Bunga pohon Gamal ini bunganya mirip bunga Sakura yang tumbuh bukan di pucuk pohon tapi di batang pohon. Jika masih muda, tanaman yang masuk tumbuhan perdu dari kerabat polong-polongan ini bunganya di batang banyak memenuhi seluruh batang.
Di daerah sekitar bundaran Penfui arah menuju bandara ternyata banyak tumbuh pohon ini. Namun sayang karena umurnya yang sudah tua sehingga jumlah bunganya sudah jauh lebih sedikit. Namun yang menarik di daerah ini bukan bunganya  tapi pepohonan yang berdiri disepanjang jalan yang membentuk kanopi hidup.
Dengan bentuk yang seperti ini, jalan di sini seperti membentangkan romantisme bagi pasangan yang berjalan-jalan disini.
Walaupun ada upaya pemerintah memulai gerakan penanaman untuk penghijauan kota Kupang, namun rasanya ruas jalan ini akan tetap punya kenangan tersendiri bagi insan-insan muda ataupun tua yang pernah menikmati suasana di sini.
Beberapa fotografer juga ada yang menggunakan lokasi ini untuk pemotretan, mungkin karena terinspirasi suasana romantis tempat ini.
Makanya permintaan teman yang ingin difoto prewedding tidak aku sia-siakan, kebetulan mereka maunya konsep sederhana pas banget sama suasana romantis yang terbangun di tempat ini





Keterangan: selain foto prewedding bebas didownload dan diupload
sepanjang mencantumkan sumber penulisan, khusus foto prewedding untuk upload di tempat lain harap meminta ijin pasangan yang bersangkutan

3 komentar:

Silahkan tinggalkan komentar anda disini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tulisan Lainnya